SE 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Juknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M

SE 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Juknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M
SE 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Juknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M
suryaden Min, 07/04/2021 - 19:50

Menyesuaikan dengan kondisi Pandemi COVID-19 yang semakin berat Kementerian Agama kembali menerbitkan Surat Edaran tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Hal ini dicurahkan dalam SE 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Juknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah PPKM Darurat yang diteken Menag Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta pada tanggal 2 Juli 2021.

SE 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Juknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah PPKM Darurat intinya adalah peniadaan kerumunan. Peniadaan peribadatan di tempat ibadah ditiadakan sementara di wilayah Asesmen Level 3 dan 4 dan dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing. Malam Takbiran dan Shalat Hari Raya Idul Adha 1442 H di Wilayah Level 3 dan 4 ditiakadakand di seluruh kabubaten/kota. Qurban dilaksanakan 3 hari mulai tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijah 1442 H dan pemotongan Qurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia untuk menghindari kerumunan.

Sebagaimana kita ketahui bersama Pulau Jawa dan Bali menjaddi wilayah PPKM Darurat karena kondisi penyebaran dan penularan COVID-19 yang luar biasa sehingga fasilitas kesehatan sudah kewalahan. Wilayah-wilayah yang dimaksud dalam SE 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Juknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah PPKM Darurat sebagai level 3 dan 4 sehingga terimbas Surat Edaran ini adalah:

Wilayah Level 4 COVID-19

  1. Banten

    1. Kota Tangerang Selatan

    2. Kota Tangerang

    3. Kota Serang

  2. Jawa Barat

    1. Purwakarta

    2. Kota Tasikmalaya

    3. Kota Sukabumi

    4. Kota Depok

    5. Kota Cirebon

    6. Kota Cimahi

    7. Kota Bogor

    8. Kota Bekasi

    9. Kota Banjar

    10. Kota Bandung

    11. Karawang

    12. Bekasi

  3. DKI Jakarta

    1. Jakarta Barat

    2. Jakarta Timur

    3. Jakarta Selatan

    4. Jakarta Utara

    5. Jakarta Pusat

    6. Kepulauan Seribu

  1. Jawa Tengah

    1. Sukoharjo

    2. Rembang

    3. Pati Kudus

    4. Kota Tegal

    5. Kota Surakarta

    6. Kota Semarang

    7. Kota Salatiga

    8. Kota Magelang

    9. Klaten

    10. Kebumen

    11. Grobogan

    12. Banyumas

  2. DIY

    1. Sleman

    2. Kota Yogyakarta

    3. Bantul

  3. Jawa Timur

    1. Tulungagung

    2. Sidoarjo

    3. Madiun

    4. Lamongan

    5. Kota Surabaya

    6. Kota Mojokerto

    7. Kota Malang

    8. Kota Madiun

    9. Kota Kediri

    10. Kota Blitar

    11. Kota Batu

    12. Kab. Gresik

Daerah Level 3 COVID-19

  1. Banten

    1. Tangerang

    2. Serang

    3. Lebak

    4. Kota Cilegon

  2. Jawa Barat

    1. Sumedang

    2. Sukabumi

    3. Subang

    4. Pangandaran

    5. Majalengka

    6. Kuningan

    7. Indramayu

    8. Garut

    9. Cirebon

    10. Cianjur

    11. Ciamis

    12. Bogor

    13. Bandung Barat

    14. Bandung

  3. Jawa Tengah

    1. Wonosobo

    2. Wonogiri

    3. Temanggung

    4. Tegal

    5. Sragen

    6. Semarang

    7. Purworejo

    8. Purbalingga

    9. Pemalang

    10. Pekalongan

    11. Magelang

    12. Kota Pekalongan

    13. Kendal

    14. Karanganyar

    15. Jepara

    16. Demak

    17. Cilacap

    18. Brebes

    19. Boyolali

    20. Batang

    21. Banjarnegara

    22. Blora

  1. DIY

    1. Kulon Progo

    2. Gunungkidul

  2. Jawa Timur

    1. Tuban

    2. Trenggalek

    3. Situbondo

    4. Sampang

    5. Ponorogo

    6. Pasuruan

    7. Pamekasan

    8. Pacitan

    9. Ngawi

    10. Nganjuk

    11. Mojokerto

    12. Malang

    13. Magetan

    14. Lumajang

    15. Kota Probolinggo

    16. Kota Pasuruan

    17. Kediri

    18. Jombang

    19. Jember

    20. Gresik

    21. Bondowoso

    22. Bojonegoro

    23. Blitar

    24. Banyuwangi

    25. Bangkalan

    26. Sumenep

    27. Kab. Probolinggo

  3. Bali

    1. Jembrana

    2. Buleleng

    3. Badung

    4. Gianyar

    5. Klungkung

    6. Bangli

    7. Kota Denpasar

SE 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Juknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah PPKM Darurat ini ditujukan kepada aparatus-aparatus Kementerian Agama yaitu:

  1. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam;

  2. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi;

  3. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota;

  4. Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan;

  5. Penyuluh Agama Pegawai Negeri Sipil dan Non-Pegawai Negeri Sipil;

  6. Pimpinan Organisasi Masyarakat Islam; dan

  7. Pengurus dan Pengelola Masjid dan Mushala;

  8. Masyarakat Muslim Se-Indonesia

Isi Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Juknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah PPKM Darurat, seperti ini:

SURAT EDARAN
NOMOR: SE. 17 TAHUN 2021
TENTANG
PENIADAAN SEMENTARA PERIBADATAN DI TEMPAT IBADAH,
MALAM TAKBIRAN, SHALAT IDUL ADHA,
DAN PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN QURBAN TAHUN 1442 H/2021 M
DI WILAYAH PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT (PPKM) DARURAT.

A. Pendahuluan

Dalam rangka mencegah dan memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang saat ini mengalami peningkatan dengan munculnya varian baru yang lebih berbahaya dan menular, serta untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam penyelenggaraan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M, maka perlu dilakukan pembatasan kegiatan dan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Bahwa untuk melakukan pembatasan kegiatan dan penerapan protokol kesehatan secara ketat tersebut, perlu mengeluarkan Surat Edaran Menteri Agama tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di wilayah PPKM Darurat.

B. Maksud dan Tujuan

Surat Edaran ini dimaksudkan sebagai panduan bagi pihak-pihak terkait dalam melakukan pembatasan kegiatan dan penerapan protokol kesehatan secara ketat pada penyelenggaraan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M dan bertujuan untuk melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19.

C. Ruang Lingkup

Ruang lingkup Surat Edaran ini meliputi berbagai kegiatan ibadah sesuai syariah dalam penyelenggaraan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M.

D. Dasar

  1. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Diesease 2019 (Covid-19).

  2. Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M.

  3. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

E. Ketentuan

  1. Peniadaan Peribadatan di Tempat Ibadah

    Pada saat pemberlakuan PPKM Darurat, peribadatan di tempat ibadah (masjid, mushalla, gereja, pura, wihara dan klenteng, serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) yang dikelola masyarakat, pemerintah, maupun perusahaan, DITIADAKAN sementara dan kegiatan peribadatan dilakukan di rumah masing-masing;

  2. Malam Takbiran dan Shalat Hari Raya Idul Adha

    Penyelenggaraan Malam Takbiran di masjid/mushalla, takbir keliling, baik dengan arak-arakan berjalan kaki maupun dengan arak-arakan kendaraan, dan Shalat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 M di masjid/mushola yang dikelola masyarakat, instansi pemerintah, perusahaan atau tempat umum lainnya, DITIADAKAN di seluruh kabupaten/kota dengan level asesmen 3 dan 4 yang diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat (daftar kabupaten/kota terlampir);

  1. Pelaksanaan Qurban

    Pelaksanaan qurban wajib memenuhi ketentuan:

    1. Penyembelihan hewan qurban dilaksanakan sesuai syariat Islam, termasuk kriteria hewan yang disembelih;

    2. Penyembelihan hewan qurban berlangsung dalam waktu tiga hari, yakni pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah untuk menghindari kerumunan di lokasi pelaksanaan qurban;

    3. Pemotongan hewan qurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R);

    4. Dalam hal keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH-R, pemotongan hewan qurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan ketentuan:

      1. Penerapan jaga jarak fisik (physical distancing), meliputi:

        1. Melaksanakan pemotongan hewan qurban di area yang luas sehingga memungkinkan diterapkannya jaga jarak fisik;

        2. Penyelenggara melarang kehadiran pihak-pihak selain petugas pemotongan hewan qurban;

        3. Menerapkan jaga jarak fisik antarpetugas pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging;

        4. Pendistribusian daging hewan qurban dilakukan oleh petugas kepada ke tempat tinggal warga yang berhak;

        5. Petugas yang mendistribusikan daging qurban wajib mengenakan masker rangkap dan sarung tangan untuk meminimalkan kontak fisik dengan penerima.

      2. Penerapan protokol kesehatan dan kebersihan petugas dan pihak yang berkurban:

        1. Pemeriksaan kesehatan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh petugas dan pihak yang berkurban di setiap pintu/jalur masuk tempat penyembelihan dengan alat pengukur suhu tubuh (thermogun);

        2. Petugas yang menangani penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan;

        3. Setiap petugas yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging hewan harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan;

        4. Penyelenggara hendaklah selalu mengedukasi para petugas agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer;

        5. Petugas menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah;

        6. Petugas yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga.

      3. Penerapan kebersihan alat:

        1. Melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan, serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan;

        2. Menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu seorang petugas harus menggunakan alat lain, maka harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan.

F. TEKNIS PENGAWASAN DAN MONITORING

  1. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Penghulu, dan Penyuluh Agama KUA melakukan pengawasan terhadap Penyelenggaraan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha dan pelaksanaan qurban;

  2. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Penghulu, dan Penyuluh Agama KUA dalam melaksanakan pengawasan dibekali dengan lembar pemeriksaan (check list) yang harus diisi (lembar pemeriksaan terlampir);

  3. Lembar pemeriksaan diisi dan ditandatangani oleh petugas pengawas dan monitoring maksimal 3 (tiga) hari sebelum masuk 10 Dzulhijjah 1442 H;

  4. Lembar pemeriksaan yang telah diisi dan ditandatangani oleh petugas pengawasan dan monitoring menjadi dasar pertimbangan penetapan penyelenggaraan Malam Takbiran, Idul Adha, dan pelaksanaan qurban;

  5. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Penghulu, dan Penyuluh Agama KUA yang menemukan potensi pelanggaran dan/atau pelanggaran ketentuan dalam Surat Edaran ini wajib berkoordinasi dengan pimpinannya, pemerintah daerah, Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dan aparat keamanan.

G. Penutup

Demikian untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Semoga Allah SWT mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua.

Demikianlah isi Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Juknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah PPKM Darurat.

Edaran Menteri Juknis Religi