Avatar jogloabang
Posted by jogloabang on June 07, 2017
gerakan janur kuning

Polda DIY meluncurkan sebuah gerakan untuk perlawanan berita hoax dan sekaligus juga digunakan untuk gerakan berlalu lintas sehat. Seperti kita ketahui setiap tahun ada aktivitas mudik untuk merayakan Idul Fitri. Pada arus mudik Idul Fitri 1438 H tahun 2017 ini Polda DIY pun meluncurkan aksi yang cantik dengan tagar #GerakanJanurKuning. DIsamping untuk memperingati peristiwa monumental Jogja Kembali maka Janur Kuning kembali dihadirkan untuk Operasi Ramadniya 2017.

Jadi bagi pengendara yang melanggar atau target gerakan janur kuning yang ditindak dipasangi janur di bagian depan dan belakang kendaraan. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran bagi pengendara tersebut, pengendara lain dan petugas melakukan pengawasan untuk mencegah kecelakaan. Pengendara yang dipasangi janur kuning secara otomatis menjadi pusat perhatian bagi pengguna jalan lain bahwa kendaraan tersebut berpotensi atau tidak aman sehingga perlunya pengendara lain membuat jarak atau menghindar melaju di dekatnya. Bagi yang sengaja melepas tanda janurnya maka konsekuensinya akan diperiksa disetiap pos yang dilalui dan itu sebenarnya merugikan diri sendiri jika dilepas. Demikian dikutip dari Pers Release Ditlantas Polda DIY saat mengadakan buka bersama Kapolda DIY dan Staff dengan Netizen Jogja yang bernama Masdjo.

Tujuannya gerakan janur kuning adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat pengendara kendaraan akan pentingnya keselamatan berlalu lintas, baik bagi diri sendiri, orang lain yang berada satu kendaraan dan pengguna jalan lainnya. Untuk itu Polda DIY menyiapkan 2000 personel yang akan berjaga di 33 Pos di jalan strategis seluruh DIY dan 2 Cek Point di Perbatasan DIY - Jateng yaitu di Perbatasan Purworejo - DIY dan Magelang - DIY. Ditambah dengan anggota TNI dan Pramuka yang nantinya kira-kira berjumlah 4000 orang, dan di tiap pos Polisi akan diperkuat dengan 15 personel Kepolisian.

Kepolisian juga menambahkah tagar #GerakanJanurKuning untuk sosialisasi dan ajakan untuk melakukan hal positif di sosial media, melawan hate speech atau Ujaran Kebencian di Sosial Media, melawan berita palsu atau hoax dengan memposting hal-hal yang mengajak ke kebaikan yang membangun kebersamaan untuk memeriahkan tidak hanya Idul FItri namun juga bagaimana kita saling berkabar. Polisi menjadi ujung tombak dalam hal ini, karena sebagaimana kita ketahui juga kedekatan berita palsu dengan terorisme, seperti ketika ada Bom di Kampung Melayu dan tidak memerlukan waktu berjam-jam sudah ada yang membuat berita tentang kepalsuan Bom tersebut dengan berbagai analisis tolol yang menjadi viral karena juga dibagikan oleh banyak orang. Hal ini jelas bentuk terorisme yang lain, namun juga bisa jadi hal tersebut linear.

Jadi mari kita saling bahu membahu dan gotong royong untuk menjadikan otak kita bersih lagi tanpa terkotori hal-hal yang palsu dan tidak penting untuk kehidupan kita.