Indonesia Country Workshop on Rural ICT Development

Sesuatu yang menggelitik dalam pengembangan Informasi dan Tehnologi di Indonesia yang dibahas dalam sebuah pertemuan 'Indonesia Country Workshop on Rural ICT Development' yang terserak dalam ADB/ITU Project on 'Rural Information and Communications Technology Policy Advocacy, Knowledge Sharing, and Capacity Building' di Ibukota beberapa hari yang lalu. Program yang menjadi cita-cita dan harus dilakukan namun dengan berbagai policy yang harus disiapkan. Dimana negara yang memiliki satelit sendiri untuk kelancaran komunikasi sejak beberapa dekade yang lalu seharusnya tidak merasa kesulitan untuk mencapai daerah rural terpencil sekalipun. Sungguh betapa mahal infrastruktur yang harus disiapkan, haruskah menunggu hingga semuanya menjadi murah atau diliberalkan dengan kondisi seadanya dan pemasukan keuntungan sepenuhnya adalah kepemilikan swasta. Perekonomian dan kapital memang menjadi ujung dan awal dari perspektif tertentu, namun bagaimanapun kepentingan warganegara untuk mendapatkan akses adalah sesuatu yang harus dipenuhi oleh negara. Dan perspektif adalah policy di atas, sementara di layer yang lain adalah semoga saja bukan perlombaan untuk mencari keuntungan. Peserta Indonesia Country Workshop on Rural ICT Development ITU/ADB Indonesia Country Workshop on Rural ICT Development memberikan gambaran persiapan dan kerja keras yang harus dilakukan mewujudkan ketersediaan akses informasi kepada warga negara. Projek raksasa dalam skalanya namun mungkin hanya akan memberikan sedikit sumbangan saja bagi ketersediaan akses informasi karena informasi sangat bersifat individual. Ketersediaan akses belum menjamin adanya keadilan penggunaan informasi dan tehnologi namun adalah sebuah awal kerja keras untuk mencapai tujuan yang hakiki yaitu bagaimana masyarakat luas bisa memanfaatkan dan membuat informasi aksesibel secara merata. Negara harus bisa menyediakan, memberdayakan, menjaga sekaligus menjadi pendorong bagi masyarakat dan pelaksana ICT diseluruh wilayah agar ketersediaan akses menjadi sesuatu yang berdayaguna, murah dan dapat mencapai masyarakat terjauh sehingga memberikan impak secara langsung maupun tidak langsung dalam penggunaan ICT yang seharusnya untuk peningkatan kapasitas sekaligus merangsang perbaikan perekonomian masyarakat pengaksesnya. Rencana pelaksanaan PLIK Projek ini sedang diujicobakan di Bali salah satunya, implementasi dan ujicoba device yang dipakai, sedang modul-modul dan bagaimana membuatnya menjadi memiliki skala ruang yang lebih luas masih digodog dengan banyak muatan perspektif, sebagaimana keinginan negara yang memang seharusnya holistik mencakup agrikultur, kesehatan, pendidikan, kependudukan dan sebagainya. Bagaimana membuat hal ini bisa menjadi kenyataan tentu memerlukan brainstorming dan pertimbangan yang panjang meski waktu terus berpacu untuk mewujudkannya.