Avatar jogloabang
Posted by jogloabang on January 19, 2018
Kemendesa akan mempercepat dan mempermudah Pencarian Dana Desa 2018. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Kementrian Keuangan memberikan perubahan dalam tata cara dan nominal dana desa pada akhir tahun 2017

Kemendesa akan mempercepat dan mempermudah Pencarian Dana Desa 2018. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Kementrian Keuangan memberikan perubahan dalam tata cara dan nominal dana desa pada akhir tahun 2017. Meski begitu hambatan pencairan Dana Desa memang tidak terletak di Desa yang sudah menyiapkan prasaratnya jauh-jauh hari. Bagi Desa yang menunggu gerak cepat Pemerintah Daerah untuk dapat segera menyelesaikan kewajibannya dalam menyusun Peraturan Daerah mengenai APBD dan Peraturan Kepala Daerah mengenai tata cara pengalokasian dan rincian Dana Desa per Desa.

Pemerintah melalui Menteri Desa Eko Putro Sandjojo mengatakan di Waikabubak bahwa Pencairan Dana Desa dipermudah dan dipercepat agar tidak mengganggu ritme pembangunan Desa.

Dapat kita lihat di bawah ini tentang :

Syarat Pencairan Dana Desa 2018

Pencairan Dana Desa 2018 dibagi menjadi 3 tahapan dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Desa yaitu:

  1. Tahap 1. Paling cepat bulan Januari dan paling lambat minggu ke-3 bulan Juni 2018 sebesar 20% dengan syarat:

    1. Perdes (Peraturan Desa) tentang APBDesa;
    2. Peraturan Daerah mengenai APBD;
    3. Peraturan Kepala Daerah mengenai tata cara pengalokasian dan rincian Dana Desa per desa.
  2. Tahap 2. Disalurkan paling cepat bulan Maret, dan paling lambat minggu ke-4 bulan Juni 2018 sebesar 40% dengan syarat:
    1. Laporan Realisasi Penyaluran Dana Desa tahun sebelumnya yaitu tahun 2017,
    2. Laporan Konsolidasi Realisasi Penyerapan dan Capaian Output Pelaksanaan Dana Desa tahun sebelumnya yaitu tahun 2017.
  3. Tahap 3. Sebesar 40%. Disalurkan paling cepat bulan Juli 2018, dengan syarat :
    1. Laporan Realisasi Penyaluran Dana Desa 2018 minimal 75%, atau Tahap II;
    2. Laporan Konsolidasi Realisasi Penyerapan dan Capaian Output Dana Desa sampai dengan tahap II.

Namun tentunya semua sudah disiapkan oleh Pemerintah Pusat dengan seksama dalam .

Berita di bawah ini disadur dari Portal Kemendesa RI yang berjudul "Pencairan Dipermudah, Dana Desa Cair Akhir Bulan ini, diposting pada Kamis, 18 Januari 2018, yaitu tentang upaya Menteri Desa untuk mempercepat dan mempermudah Pencairan Dana Desa yang akan siap dicairkan akhir bulan Januari 2018. Tantangan bagi Desa untuk segera bangkit memanfaatkan Dana Desa demi Masyarakat Desanya. Dana Desa yang totalnya menggiurkan dan sangat besar, menunjukkan betapa memang besar dan luasnya negara Indonesia, dan Desa memiliki hak untuk memperbaiki dan membangun Desanya dengan segala upayanya yang teruji sejak sebelum kemerdekaan.

WAIKABUBAK – Pemerintah terus mempermudah proses pencairan dana desa. Langkah ini dilakukan agar dana desa benar-benar memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan kawasan perdesaan. Jika sebelumnya proses pencairan baru bisa dilakukan paling awal di bulan Maret, mulai tahun ini kepala desa sudah bisa menerima dana desa di bulan Januari. Selain itu persyaratan pencairan juga dipermudah di mana format laporan pertanggungjawaban penggunaan dana desa yang harus diserahkan oleh pemerintah desa dibuat lebih simple.

“Kita sudah melakukan evaluasi dari tahun lalu, untuk tahun ini ada perubahan bentuk untuk lebih mempermudah pencairan dana desa. Kalau tahun lalu baru bisa cair bulan Maret, Agustus atau bahkan ada yang Desember, untuk tahun ini Januari sudah bisa dicairkan,” ujar Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo saat menjadi pembicara dalam kegiatan Sarasehan Nasional Mahasiswa dan Masyarakat Desa di Pulau Sumba, yang diselenggarakan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.

Dia menjelaskan upaya untuk mempermudah pencairan dana desa merupakan komitmen pemerintah agar warga desa benar-benar mendapatkan manfaat dari dana desa. Menurutnya dana desa dalam tiga tahun terakhir telah terbukti banyak membantu ketersediaan infrastruktur mulai dari jalan, jembatan, hingga ketersediaan sarana pendidikan anak usia dini (PAUD) dan Posyandu.

“Saya harap dana desa di Sumba Barat bisa dicairkan lebih cepat sebelum 25 Januari sehingga bulan Februari sudah ada pembangunan" ujarnya.

Tahun ini, kata Eko dana desa akan disalurkan melalui tiga tahap yakni Januari, Maret, dan Juli. Nantinya dana desa akan dicairkan secara bertahap di mana bulan Januari sebanyak 20 persen, Maret sebanyak 40 persen dan Juli sebanyak 40 persen.

“Dana desa harus sebisa mungkin digunakan untuk kemakmuran masyarakat. Oleh karena itu jangan pernah gunakan kontraktor untuk mengerjakan proyek yang bersumber dari dana desa,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Eko meminta penguatan peran kepala daerah maupun kepala desa dalam pengelolaan dana desa. Menurutnya harus ada keselarasan antara bupati dan kepala desa dalam mengarahkan penggunaan dana desa agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu kerja sama yang solid antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa dalam mempercepat pencairan dana desa.

“Sukses atau tidaknya setiap desa, tergantung kepala desa dan bupatinya. Saya tantang kadesnya, jangan sampai uangnya sudah sampai di kabupaten, desanya belum siap," tambahnya.

Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dappa Wole, mengatakan Sumba perlu pendampingan dari intelektual muda pasca lulus. Dan berterimakasih kepada Kemendes PDTT karena turut membantu pengembangan kawasan transmigrasi. Ia berharap adanya sinergisitas lintas sektor untuk mempercepat pembangunan di Sumba Barat yg terdiri dari 63 desa dengan jumlah penduduk 15.8601 jiwa.

“Sumba Barat mempunyai produk unggulan mulai peternakan, perikanan, pertanian, perkebunan, taman nasional, pantai dan wisata budaya,” katanya.

Sementara itu, Ketua umum GMKI Martin Philip Sahat Sinurat berharap mahasiswa ikut bergerak dan terpanggil untuk mengabdi ke desa.

"Kita dari GMKI berharap Pulau Sumba menjadi contoh hubungan baik antara masyarakat desa dengan investor, pemda dan lainnya. Bagaimana ikut terlibat membangun desa melalui dana desa," ujarnya.

Dalam kunjungan kerjanya ke Sumba Barat, Mendes Eko juga meresmikan PAUD Lolo Ole di Desa Kalimbukuni, Waikabubak dan peresmian jalan rabat Kampung Lete Kamugila, Desa Bera Dolu, Kecamatan Doli, Kab. Sumba Barat yang menggunakan dana desa tahun 2017 sebesar 74 juta, pengerjaannya dilakukan secara swakelola masyarakat setempat.