Avatar suryaden
Posted by suryaden on September 02, 2016

Dieng Culture Festival 2016 yang diselenggarakan pada 5, 6 dan 7 Agustus 2016 lalu adalah penyelenggaran yang ke 7. Dengan Jazz Atas Awan yang ke 4, pada Jazz Atas Awan keempat Jazz Atas Awan diadakan 2 kali yaitu pada malam Sabtu dan Malam Minggu sebelum keesokan harinya ada seremoni kebudayaan Potong rambut Gembel. Dan ada tambahan panggung baru yaitu di Museum Kailasa, pada siang hari dengan menampilkan band-band anak muda.

Pada Jumat tanggal 6 Agustus 2016 sebagai pembuka acara Dieng Culture Festival yang bertagar . Setelah pelaksanaan ibadah Jumatan bagi mereka yang melakukannya, ada pengajian sebagai pembukaan Dieng Culture Festival ke 7 tahun 2016 dengan menghadirkan Kyai Emha Ainun Najib dan Band Kiai Kanjeng. Pengajian ini tentusaja dihadiri ribuan warga, baik warga Dieng sendiri maupun para pengunjung Dieng Culture Festival.

Pengajian Dieng Culture Festival bersama Kiai Emha Ainun Najib berlangsung selama lebih dari 3 jam, diselingi dengan gerimis hujan dan awan yang turun menyelimuti sehingga menambah syahdunya suasana pengajian Kiai Kanjeng di Dieng Culture Festival 2016, yang malam nantinya dalam panggung yang sama akan digelar Jazz Atas Awan 2016.

Sebelumnya di Siaran Pers Jazz Atas Awan, Budhi Hermanto (39) selaku penggagas pagelaran jazz atas awan, pada tahun ini pertunjukan dilangsungkan selama 2 (dua) hari karena banyaknya musisi yang berminat untuk bermain di pagelaran tersebut.

"Ada 84 kelompok musisi jazz menyatakan berminat untuk ikut meramaikan pertunjukan jazz atas awan tahun ini. Karenanya panitia penyelenggara memutuskan untuk menggelar dua kali pertunjukan jazz atas awan. Kalau tahun-tahun sebelumnya cuma ada 1 panggung." Ungkap Budhi Hermanto.

Beberapa grup band jazz akan tampil di panggung jazz atas awan adalah Tesla Manaf, Jessika Lokollo, Bulan Jingga, Five Percent, Glanze, dan GNFI featuring Dawai. Mereka akan bermain pada tanggal 5 Agustus 2016, mulai pukul 19.00. Sedangkan Kikils, Jess Kidding, Secret Project, Absurd Nation, Kailasa, dan Srintil akan tampil pada tanggal 6 Agustus 2016, mulai pukul 19.00 WIB. Menurut Budhi, akan ada musisi/artis Ibukota yang akan tampil di panggung jazz atas awan, tapi sengaja tidak dipublikasi sebagai kejutan bagi penonton jazz atas awan nantinya.

Panggung jazz atas awan di Dataran Tinggi Dieng adalah panggung terbuka dengan latar belakang Candi Arjuna. Pada saat pertunjukan digelar, suhu diperkirakan antara 4-8 derajat celcius. Sehingga para penonton harus menyiapkan diri menghadapi suhu yang sangat dingin di Dieng. Karena dataran tinggi ini berada pada ketinggian 2180 meter diatas permukaan laut.

Panitia penyelenggara menyediakan 'anglo' yakni tungku tradisonal yang berisi kayu arang untuk membantu penonton melawan hawa dingin di Dieng. Rencananya juga akan disediakan kentang dan jagung, untuk dibakar oleh penonton yang telah memiliki tiket khusus DCF, sambil menonton pertunjukan musik. Kentang dan Jagung ini, hanya disediakan pada pertunjukan jazz tanggal 5 Agustus 2016.

Dibawah ini Gelaaran Jazz Atas Awan 2016 hari kedua yang berlangsung hingga dini hari, dan tentu saja diselingi dengan Pesta Kembang Api dan Pelepasan Lampion yang romantis. Diakhiri dengan penampilan Mus Mujiono bersama Bank Jateng Band.

Bintang tamu di Jazz Atas Awan 2016 yang dijanjikan Panitia ternyata adalah Anji:

Panggung Perdana Musik Kailasa, dengan berat hati tidak semuanya terekam: