Ini Perbedaan Asuransi Mobil All Risk dan TLO Sekaligus Cara Klaimnya

Bagi para pemilik mobil ataupun yang merencanakan akan memiliki mobil baru ada baiknya menyimak pengertian tentang Perbedaan Asuransi Mobil All Risk dan TLO sekaligus cara klaimnya. Mendaftar Asuransi memang sangat mudah, tinggal modal duit. Namun bagaimana ketika mobil mengalami masalah, cara klaim asuransi mobil all risk dan TLO adalah hal penting yang patut diketahui nasabah.

Aktivitas kita sehari hari pasti tidak terlepas dari kendaraan, baik kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Nah, bagi yang memiliki kendaraan pribadi termasuk mobil, penting untuk memiliki asuransi mobil all risk ataupun asuransi TLO yang mampu memberikan keringanan biaya perbaikan jika terjadi kerusakan.

Nah, buat yang memiliki mobil, tapi belum tahu tentang asuransi mobil all risk ataupun TLO, Anda perlu menyimak ulasan Lifepal berikut ini. Pun Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 6/SEOJK.05/2017 tentang Penetapan Tarif Premi Atau Kontribusi Pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor Tahun 2017 dapat dibaca di tulisan ini.

Ini Perbedaan Asuransi Mobil All Risk dan TLO Sekaligus Cara Klaimnya

Perbedaan asuransi all risk dan TLO

Ada 2 jenis produk asuransi mobil, yaitu All risk dan Total Loss Only (TLO), Nah yang menjadi perbedaannya adalah dari proteksi yang diberikan.

Pada asuransi All Risk, kita mendapatkan perlindungan yang menyeluruh pada semua resiko kendaraan, kecuali jika ada pengecualian yang telah disepakati. Harga asuransi mobil all risk dapat dikatakan cukup mahal ketimbang dengan asuransi mobil lainnya seperti Total Loss Only atau TLO. Hal ini dikarenakan proteksi yang diberikan kedua jenis asuransi tersebut berbeda, di mana asuransi all risk memberikan perlindungan menyeluruh untuk mobil termasuk pula saat kehilangan.

Sementara asuransi TLO hanya melindungi kendaraan jika terjadi kerusakan total minimal 75% kerusakan atau kehilangan. Dengan besarnya patokan yang diberikan, dapat dikatakan asuransi TLO hanya ditujukan untuk nasabah yang kendaraannya mengalami kerusakan berat sehingga dipastikan tidak dapat digunakan kembali. Namun, premi asuransi TLO tergolong unggul sebab harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan harga asuransi mobil all risk.

Perbedaan perlindungan ini membuat orang lebih banyak memilih asuransi all risk, khususnya untuk kendaraan yang masih baru (di bawah lima tahun), meskipun besaran preminya lebih mahal dibandingkan asuransi TLO.

Perhitungan premi asuransi mobil all risk dan TLO

Jika kita sudah mengetahui perbedaan nya, Saatnya kita mempelajari perhitungan premi kedua asuransi tersebut. Tapi tentu saja setiap perusahaan asuransi memiliki kebijakan yang berbeda. Namun, pada umumnya, premi asuransi TLO maupun all risk didasarkan pada rate asuransi yang dikalikan harga mobil. Rate-nya sendiri tergantung keberadaan wilayah di mana Anda mengajukan asuransinya.

Sebagai contoh, kalau Anda memiliki mobil Daihatsu Xenia seharga Rp206 juta dan berdomisili di DKI Jakarta, maka rate-nya adalah sekitar 0,38%-0,42%. Biaya premi asuransi TLO yang harus bayarkan adalah: 0,38% x Rp206.000.000 = Rp782.800

Sementara bila Anda mengambil asuransi all risk dengan rate asuransi di wilayah yang sama, besaran rate-nya ada di persentase 2,08%-2,29%. Itu berarti perhitungan total premi yang dibayarkan: 2,08% x Rp206.000.000 = Rp4.284.800.

Perluasan pertanggungan asuransi mobil all risk

Dalam asuransi mobil all risk, Anda diberikan kemudahan untuk memperluas pertanggungan asuransinya. Artinya, Anda bisa memperluas risiko yang tidak dilindungi premi asuransi murni, seperti:

  • Banjir, taifun, badai, dan kerusakan karena air

  • Kerusuhan

  • Gempa Bumi/tsunami

  • Sabotase/terorisme

  • Third party liability (TPL)

  • Kecelakaan pengemudi

  • Kecelakaan penumpang

  • Tanggung jawab hukum terhadap penumpang (TJHP)

  • Bengkel resmi

Soal besaran rate perluasan perlindungan ini berbeda-beda. Namun, Anda bisa memperhitungkannya dengan membaca Surat Edaran OJK No. 6/SEOJK.05/2017.

Contoh perhitungan asuransi mobil plus perluasan perlindungan

Jika Anda memiliki asuransi all risk untuk mobil yang sama seperti di atas dengan premi sebesar Rp4.284.800 (rate 2,08%) dengan perluasan perlindungan untuk risiko banjir (rate yang berlaku 0,10%-0,125%) serta terorisme dan sabotase (rate yang berlaku 0,05%), biaya yang harus dibayarkan: 2,08 + 0,10 + 0,05)% x Rp206.000.000 = Rp4.593.800

Syarat pengajuan klaim asuransi mobil

Didalam mengajukan klaim asuransi mobil, Ada persyaratan yang harus disiapkan agar proses klaim menjadi lebih lancar.

Apa saja syarat klaim asuransi mobil? Hal itu bisa diketahui dengan melihat polis asuransi sebagaimana semua syarat telah tercantum di dalamnya.

Di polis tersebut, informasi tentang dokumen apa saja yang harus kita siapkan saat mengajukan klaim tertera dengan jelas.

Secara umum, syarat-syarat selengkapnya yang harus dipenuhi untuk mengajukan klaim asuransi mobil adalah sebagai berikut:

  1. Fotokopi polis asuransi kendaraan.

  2. Fotokopi Surat Izin Mengemudi (SIM) pemilik kendaraan.

  3. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik kendaraan.

  4. Fotokopi surat pembayaran premi.

  5. Surat keterangan kehilangan kendaraan dari pihak kepolisian untuk risiko kehilangan.

Bagaimana cara mengajukan klaim asuransi mobil all risk?

Berikut adalah langkah langkah pengajuan klaim asuransi akibat kecelakaan dan ketika terjadi resiko tersebut, ini dia yang perlu dilakukan:

  1. Jika kendaraan rusak, segera foto bagian yang rusak. Foto digunakan sebagai bukti pendukung klaim pada nantinya.

  2. Jika kendaraan rusak akibat kecelakaan, segera buat kronologi tertulis agar kita tidak lupa dengan detail kejadian.

  3. Datangi bengkel yang terdaftar sebagai rekanan asuransi kita.

  4. Jika kita di luar kota, segera hubungi agen asuransi kita dan ceritakan permasalahannya. Biasanya agen akan merekomendasikan bengkel tertentu yang ada di kota tersebut.

  5. Isi formulir klaim yang tersedia di bengkel. Setelah ditandatangani dan materai, lampirkan persyaratan lain.

  6. Bengkel akan melakukan konfirmasi ke perusahaan asuransi. Jika pengajuan klaim disetujui, mobil Anda akan langsung diperbaiki.

Dari langkah-langkah tersebut, inilah dokumen yang harus kita siapkan:

  1. Polis asuransi asli dan fotokopi.

  2. Fotokopi SIM dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

  3. Bukti laporan kepolisian untuk kehilangan dan kendaraan rusak berat akibat kecelakaan.

  4. Formulir klaim yang sudah diisi dan ditandatangani kronologi tertulis.

  5. Foto-foto (jika kendaraan rusak seperti lecet, penyok, dll).

Tidak hanya menanggung risiko yang kita alami sebagai pemilik, asuransi mobil all risk tertentu juga menanggung risiko pihak ketiga, misalnya saat pemilik asuransi mengalami kecelakaan hingga membuat kendaraan orang lain rusak, asuransi mobil all risk juga bisa digunakan untuk membiayai kerusakan yang dialami orang lain tersebut.

Namun ada sejumlah dokumen tambahan selain syarat yang sudah disebutkan di atas. Syarat tambahan tersebut antara lain:

  1. Fotokopi KTP, SIM dan STNK pihak ketiga.

  2. Surat tuntutan dari pihak ketiga yang ditandatangani dan dibubuhkan meterai.

  3. Surat pernyataan bahwa pihak ketiga tidak memiliki asuransi kendaraan.

  4. Surat keterangan dari kepolisian tentang kecelakaan.

Langkah-langkah pengajuan klaim asuransi akibat kehilangan

Itu tadi adalah cara dan syarat untuk klaim asuransi mobil jika terjadi kecelakaan. Bagaimana jika mobil kita hilang? Sebenarnya, tidak jauh berbeda dengan mengajukan klaim ketika terjadi kecelakaan dan inilah caranya.

  1. Setelah terjadi kehilangan, segera laporkan kasus tersebut ke kepolisian.

  2. Buat kronologi tertulis mengenai kasus kehilangan kendaraan.

  3. Bawa seluruh syarat seperti KTP, SIM, STNK, BPKB (jika ada), polis asuransi dan surat laporan kehilangan ke kantor asuransi.

  4. Ajukan klaim.

Ingat, setelah semua syarat lengkap, kita harus cepat-cepat mengajukan klaim, ya. Jangan pernah menunda-nunda lagi karena jika kita telah melebihi batas waktu maksimal klaim, klaim asuransi kita tidak dapat diterima.

Maksudnya, tanggal laporan kerusakan/kehilangan dari kantor polisi akan dibandingkan dengan pengajuan klaim yang diterima pihak agen/perusahaan asuransi. Jika keduanya terpaut melebihi waktu yang ditentukan, maka klaim sudah tidak valid.

Saat sudah demikian, walaupun kita tidak akan memperoleh pertanggungan dari perusahaan asuransi. Sayang sekali premi yang sudah kita bayarkan setiap bulan, bukan?

Seperti itulah cara klaim asuransi mobil all risk. Jika masih membutuhkan referensi mengenai produk-produk asuransi lainnya, cari tahu langsung ulasan produk-produknya di Lifepal.

Berikut adalah isi Surat Edaran OJK No. 6/SEOJK.05/2017 (bukan format asli). Surat Edaran OJK No. 6/SEOJK.05/2017 dilampiri dengan 4 Lampiran seperti di bawah ini, bisa dilihat dan diunduh setelah tulisan ini:

  1. SAL - Lampiran I - Property Amandemen.pdf

  2. SAL - Lampiran II - Banjir.pdf

  3. SAL - Lampiran III - Property Amandemen.pdf

  4. SAL - Lampiran IV - KBM.pdf

  5. SAL - SE OJK Tarif Premi.pdf

Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 6/SEOJK.05/2017 tentang Penetapan Tarif Premi Atau Kontribusi Pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor Tahun 2017

Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 6/SEOJK.05/2017 tentang Penetapan Tarif Premi Atau Kontribusi Pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor Tahun 2017 ini ditujukan kepada Direksi Perusahaan Asuransi Umum; dan Direksi Perusahan Asuransi Umum Syariah, dengan isi:

Sehubungan dengan amanat ketentuan Pasal 5 ayat (5) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 2/POJK.05/2015 tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Data Risiko Asuransi serta Penerapan Tarif Premi dan Kontribusi untuk Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5684), perlu untuk mengatur tarif premi atau kontribusi pada lini usaha asuransi harta benda dan asuransi kendaraan bermotor tahun 2017 dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan sebagai berikut:

I. KETENTUAN UMUM

Dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini yang dimaksud dengan:

  1. Perusahaan adalah perusahaan yang menyelenggarakan usaha asuransi umum dan/atau usaha asuransi umum syariah sebagaimana dimaksud dalam undang-undang mengenai perasuransian.

  2. Perusahaan Asuransi Umum adalah perusahaan yang menyelenggarakan usaha asuransi umum sebagaimana dimaksud dalam undang-undang mengenai perasuransian.

  3. Perusahaan Asuransi Umum Syariah adalah perusahaan yang menyelenggarakan usaha asuransi umum syariah sebagaimana dimaksud dalam undang-undang mengenai perasuransian.

  4. Perusahaan Pialang Asuransi adalah perusahaan yang menyelenggarakan usaha pialang asuransi sebagaimana dimaksud dalam undang-undang mengenai perasuransian.

  5. Agen Asuransi adalah agen asuransi sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian.

  6. Premi adalah premi sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian.

  7. Kontribusi adalah kontribusi sebagaimana dimaksud Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian.

  8. Asuransi Harta Benda adalah asuransi yang menjamin harta benda terhadap risiko kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang atau benda yang jatuh dari pesawat terbang dan asap (FLEXAS - Fire, Lightning, Explosion, Aircraft Impact, and Smoke) yang dijamin pada Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI) yang diterbitkan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), termasuk dan tidak terbatas pada polis Industrial All Risks (IAR) Munich Re wording, Property All Risks (PAR) Munich Re wording, Commercial All Risks, manuscript wording, Association of British Insurers (ABI) wording, Mark IV/V, Comprehensive Machinery Insurance, Electronic Equipment Insurance, dan polis harta benda lainnya yang menjamin risiko FLEXAS.

  9. Asuransi Kendaraan Bermotor adalah asuransi yang melindungi tertanggung dari risiko kerugian yang mungkin timbul sehubungan dengan kepemilikan dan pemakaian kendaraan bermotor.

  10. Asuransi Gempa Bumi adalah asuransi yang menjamin kerugian atau kerusakan harta benda dan/atau kepentingan yang dipertanggungkan yang secara langsung disebabkan oleh bahaya gempa bumi, letusan gunung berapi, kebakaran dan ledakan yang mengikuti terjadinya gempa bumi dan/atau letusan gunung berapi, dan tsunami.

  11. Polis Standar Asuransi Gempa Bumi Indonesia yang selanjutnya disingkat PSAGBI adalah polis yang digunakan dalam menutup risiko khusus Asuransi Gempa Bumi untuk lini usaha Asuransi Harta Benda.

  12. Risiko Sendiri (Deductible) adalah jumlah kerugian yang harus ditanggung oleh tertanggung untuk setiap kejadian atas klaim yang telah disetujui.

  13. Nilai Penuh (Full Value) adalah harga sebenarnya (actual value) atau nilai sehat (sound value) suatu objek yang dipertanggungkan sesaat sebelum terjadi suatu kerugian atau kerusakan, yang dihitung berdasarkan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh/memperbaiki objek yang dipertanggungkan ke dalam keadaan baru dikurangi depresiasi teknis.

  14. Loss Limit adalah batas maksimum ganti rugi yang ditetapkan sebagai harga pertanggungan dimana harga pertanggungan tersebut lebih kecil dari Nilai Penuh (Full Value) dan berlaku untuk ketentuan prorata (average) pada saat terjadi klaim dalam hal Nilai Penuh (Full Value) yang dideklarasikan pada polis lebih kecil dari nilai sebenarnya.

II. PENERAPAN TARIF PREMI ATAU KONTRIBUSI

  1. Perusahaan yang memasarkan produk pada lini usaha Asuransi Harta Benda dan/atau lini usaha Asuransi Kendaraan Bermotor wajib menerapkan tarif Premi atau Kontribusi.

  2. Tarif Premi atau Kontribusi sebagaimana dimaksud pada butir 1 mencakup unsur Premi atau Kontribusi murni, biaya administrasi dan umum lainnya, biaya akuisisi, serta keuntungan.

  3. Tarif Premi atau Kontribusi sebagaimana dimaksud pada butir 2 adalah tarif Premi atau Kontribusi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan.

III. TARIF PREMI DAN KONTRIBUSI LINI USAHA ASURANSI HARTA BENDA

  1. Tarif Premi atau Kontribusi untuk lini usaha Asuransi Harta Benda adalah tarif Premi atau Kontribusi sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Tabel I.A yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.

  1. Tarif Premi atau Kontribusi untuk lini usaha Asuransi Harta Benda sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Tabel I.A yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini:

    1. merupakan tarif Premi atau Kontribusi untuk periode pertanggungan selama 12 (dua belas) bulan; dan

    2. tidak termasuk tarif Premi atau Kontribusi untuk jaminan machinery breakdown untuk harga pertanggungan atas kerusakan fisik (material damage) di bawah USD300,000,000.00 (tiga ratus juta dolar Amerika) pada setiap lokasi dan risiko.

  1. Perusahaan yang memasarkan Asuransi Harta Benda untuk jaminan terhadap risiko FLEXAS dengan periode pertanggungan kurang atau lebih dari 12 (dua belas) bulan menerapkan tarif Premi atau Kontribusi paling sedikit secara proporsional yang didasarkan kepada tarif Premi atau Kontribusi sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Tabel I.A yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.

  1. Perusahaan yang memasarkan Asuransi Harta Benda untuk jaminan terhadap risiko FLEXAS dapat menerapkan harga pertanggungan dengan metode Loss Limit.

  1. Perusahaan yang memasarkan Asuransi Harta Benda dengan menggunakan Loss Limit sebagaimana dimaksud pada butir 4 memberlakukan tarif Premi atau Kontribusi sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Tabel I.B yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.

  1. Perusahaan yang memasarkan Asuransi Harta Benda untuk jaminan terhadap risiko FLEXAS dapat menambahkan manfaat berupa perluasan jaminan risiko.

  1. Tarif Premi atau Kontribusi tambahan bagi Perusahaan yang memasarkan Asuransi Harta Benda dengan penambahan manfaat berupa perluasan jaminan risiko adalah:

    1. tarif Premi atau Kontribusi tambahan sebagaimana diatur; dan/atau

    2. tarif Premi atau Kontribusi tambahan yang wajar untuk setiap perluasan jaminan yang belum diatur,

    dalam Lampiran I Tabel I.C, Lampiran II Tabel II.A, Tabel II.C, dan Tabel II.D, dan Lampiran III Tabel III.A, Tabel III.B, dan Tabel III.C yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.

  1. Perusahaan dengan pertimbangan profesional underwriter, dapat memberikan potongan tarif Premi atau Kontribusi dengan ketentuan sebagai berikut:

    1. Untuk pertanggungan dengan risiko dalam satu lokasi:

      1. Untuk pertanggungan dengan nilai uang pertanggungan kurang dari USD100,000,000.00 (seratus juta dolar Amerika) tidak diberikan potongan tarif Premi atau Kontribusi.

      2. Untuk pertanggungan dengan nilai uang pertanggungan mulai dari USD100,000,000.00 (seratus juta dolar Amerika) sampai dengan USD200,000,000.00 (dua ratus juta dolar Amerika), dapat diberikan potongan tarif Premi atau Kontribusi paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen).

      3. Untuk pertanggungan dengan nilai uang pertanggungan di atas USD200,000,000.00 (dua ratus juta dolar Amerika) sampai dengan USD300,000,000.00 (tiga ratus juta dolar Amerika), dapat diberikan potongan tarif Premi atau Kontribusi paling tinggi sebesar 20% (dua puluh persen).

      4. Untuk pertanggungan dengan nilai uang pertanggungan di atas USD300,000,000.00 (tiga ratus juta dolar Amerika) sampai dengan USD1,000,000,000.00 (satu miliar dolar Amerika), dapat diberikan potongan tarif Premi atau Kontribusi paling tinggi sebesar 50% (lima puluh persen).

      5. Untuk pertanggungan dengan nilai uang pertanggungan di atas USD1,000,000,000.00 (satu miliar dolar Amerika), mengikuti mekanisme pasar internasional.

    2. Untuk pertanggungan multilokasi dengan risiko yang dijamin harus merupakan risiko yang diakumulasikan dalam satu atau beberapa polis dengan periode pertanggungan yang sama untuk satu tertanggung perusahaan atau grup perusahaan:

      1. Untuk pertanggungan dengan nilai uang pertanggungan kurang dari USD100,000,000.00 (seratus juta dolar Amerika) tidak diberikan potongan tarif Premi atau Kontribusi.

      2. Untuk pertanggungan dengan nilai uang pertanggungan mulai dari USD100,000,000.00 (seratus juta dolar Amerika) sampai dengan USD300,000,000.00 (tiga ratus juta dolar Amerika), dapat diberikan potongan tarif Premi atau Kontribusi paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen).

      3. Untuk pertanggungan dengan nilai uang pertanggungan di atas USD300,000,000.00 (tiga ratus juta dolar Amerika) sampai dengan USD1,000,000,000.00 (satu miliar dolar Amerika), dapat diberikan potongan tarif Premi atau Kontribusi paling tinggi sebesar 30% (tiga puluh persen).

      4. Untuk pertanggungan dengan nilai uang pertanggungan di atas USD1,000,000,000.00 (satu miliar dolar Amerika), mengikuti mekanisme pasar internasional.

    3. Untuk pertanggungan atas polis yang tidak menerapkan pertanggungan secara Nilai Penuh (Full Value) dapat diberikan potongan tarif Premi atau Kontribusi berdasarkan uang pertanggungan dengan Nilai Penuh (Full Value) sesuai dengan pertanggungan risiko dalam satu lokasi sebagaimana dimaksud pada huruf a atau pertanggungan dengan risiko dalam multilokasi sebagaimana dimaksud pada huruf b dan memberlakukan tarif Premi atau kontribusi sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Tabel I.B yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.

    4. Perhitungan nilai uang pertanggungan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b tidak termasuk nilai uang pertanggungan untuk risiko gempa bumi.

  1. Pemberian potongan tarif Premi atau Kontribusi sebagaimana dimaksud dalam angka 8 tidak berlaku untuk risiko gempa bumi.

  1. Perusahaan yang memasarkan Asuransi Harta Benda menerapkan tarif Premi atau Kontribusi sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Tabel I.A yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini dengan ketentuan sebagai berikut:

    1. Tarif Premi atau Kontribusi yang diterapkan adalah tarif Premi atau Kontribusi mulai dari batas bawah sampai dengan batas atas, dengan mempertimbangkan profil risiko dari objek yang dipertanggungkan.

    2. Tarif Premi atau Kontribusi yang diterapkan adalah tarif Premi atau Kontribusi sesuai jenis okupasi.

    3. Tarif Premi atau Kontribusi yang diterapkan adalah tarif Premi atau Kontribusi sesuai dengan kelas konstruksi, dengan ketentuan sebagai berikut:

      1. Kelas Konstruksi 1

        Bangunan dikatakan berkonstruksi kelas 1 (satu) apabila dinding, lantai, dan semua komponen penunjang strukturalnya serta penutup atap terbuat seluruhnya dan sepenuhnya dari bahan yang tidak mudah terbakar. Jendela dan/atau pintu beserta kerangkanya, dinding partisi, dan penutup lantai boleh diabaikan.

      2. Kelas Konstruksi 2

        Bangunan dikatakan berkonstruksi kelas 2 (dua) adalah bangunan yang kriterianya sama seperti apa yang disebutkan dalam bangunan berkonstruksi kelas 1 (satu), dengan kelonggaran penutup atap boleh terbuat dari sirap kayu keras, dinding boleh mengandung bahan yang dapat terbakar sampai maksimum 20% (dua puluh persen) dari luas dinding, serta lantai dan struktur penunjangnya boleh terbuat dari kayu.

      3. Kelas Konstruksi 3

        Semua bangunan selain yang disebutkan pada kelas konstruksi 1 (satu) dan konstruksi 2 (dua).

    4. Tarif Premi atau Kontribusi dapat diterapkan di bawah batas tarif bawah apabila Perusahaan memberikan potongan tarif Premi atau Kontribusi sebagaimana dimaksud pada butir 8.

    5. Tarif Premi atau Kontribusi dapat diterapkan di atas batas tarif atas apabila Perusahaan menambahkan tarif Premi atau Kontribusi tambahan untuk perluasan jaminan risiko.

  1. Perusahaan yang memasarkan Asuransi Harta Benda dapat menerapkan tarif Premi atau Kontribusi tunggal untuk pertanggungan multilokasi dengan risiko sejenis dan memiliki karakteristik risiko yang sama dengan ketentuan sebagai berikut:

    1. Jumlah objek pertanggungan paling sedikit tersebar pada 100 (seratus) lokasi di seluruh wilayah Indonesia.

    2. Untuk risiko FLEXAS mengikuti kode okupasi mayoritas.

    3. Untuk objek pertanggungan paling sedikit tersebar pada 100 (seratus) lokasi, potongan tarif Premi atau Kontribusi sebagaimana dimaksud dalam butir 8 di atas dapat diberikan terhadap tarif Premi atau Kontribusi tunggal yang digunakan.

  1. Perusahaan memberlakukan Risiko Sendiri (Deductible) minimum untuk setiap kejadian atas klaim yang telah disetujui dengan ketentuan sebagai berikut:

    1. Untuk jenis okupasi dengan time excess minimum sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Tabel I.D yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini, Risiko Sendiri (Deductible) minimum untuk kerusakan fisik (material damage) adalah 5% (lima persen) dari nilai kerugian yang disetujui atau 0,1% (nol koma satu persen) dari total nilai pertanggungan untuk setiap risiko dan setiap lokasi (declared value any one risk at any one location), mana yang lebih besar.

    2. Untuk kerugian gangguan usaha (business interruption) berlaku ketentuan time excess minimum sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Tabel I.C yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.

    3. Untuk jenis okupasi yang tidak tercantum pada Lampiran I Tabel I.D yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini, Risiko Sendiri (Deductible) minimum ditetapkan berdasarkan pertimbangan profesional underwriter.

IV. TARIF PREMI ATAU KONTRIBUSI LINI USAHA ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR

  1. Tarif Premi atau Kontribusi untuk lini usaha Asuransi Kendaraan Bermotor adalah tarif Premi atau Kontribusi sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV Tabel IV.A yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.

  1. Tarif Premi atau Kontribusi sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV Tabel IV.A yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini merupakan:

    1. tarif Premi atau Kontribusi untuk periode pertanggungan selama 12 (dua belas) bulan; dan

    2. tarif Premi atau Kontribusi untuk kendaraan bermotor dengan usia sampai dengan 5 (lima) tahun.

  1. Perusahaan yang memasarkan Asuransi Kendaraan Bermotor dengan periode pertanggungan:

    1. 12 (dua belas) bulan menerapkan tarif Premi atau Kontribusi sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV Tabel IV.A yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini;

    2. lebih dari 12 (dua belas) bulan menerapkan tarif Premi atau Kontribusi untuk jangka panjang (multiyears) sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV Tabel IV.A yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini pada setiap tahunnya dengan mempertimbangkan penyesuaian uang pertanggungan; atau

    3. kurang dari 12 (dua belas) bulan menerapkan tarif Premi atau Kontribusi untuk jangka pendek sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV Tabel IV.A yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini paling sedikit secara proporsional.

  1. Untuk usia kendaraan di atas 5 (lima) tahun dengan jenis pertanggungan comprehensive, Perusahaan harus:

    1. mengenakan tarif Premi atau Kontribusi tambahan dengan nilai paling sedikit sebesar 5% (lima persen) dari tarif Premi atau Kontribusi per tahun; atau

    2. mengenakan Risiko Sendiri (Deductible) paling sedikit sebesar Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

  1. Perusahaan yang memasarkan Asuransi Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada butir 1 dapat menambahkan manfaat berupa perluasan jaminan risiko dan fitur layanan tambahan lainnya.

  1. Perluasan jaminan risiko sebagaimana dimaksud pada butir 5 antara lain berupa perluasan jaminan:

    1. banjir termasuk angin topan;

    2. gempa bumi dan tsunami;

    3. huru-hara dan kerusuhan (SRCC – Strike, Riot, and Civil Commotion);

    4. terorisme dan sabotase;

    5. tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga (kendaraan penumpang dan sepeda motor);

    6. tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga (kendaraan niaga, truk, dan bus);

    7. kecelakaan diri untuk pengemudi;

    8. kecelakaan diri untuk penumpang; dan/atau

    9. tanggung jawab hukum terhadap penumpang.

  1. Tarif Premi atau Kontribusi tambahan bagi Perusahaan yang memasarkan Asuransi Kendaraan Bermotor dengan penambahan manfaat berupa perluasan jaminan risiko adalah tarif Premi atau Kontribusi sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV Tabel IV.B yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.

  1. Fitur layanan tambahan lainnya sebagaimana dimaksud pada butir 5 antara lain berupa layanan darurat (emergency road assistance), mobil pengganti, penggunaan bengkel authorized, dan penggunaan bengkel khusus yang lebih mahal.

  1. Tarif Premi atau Kontribusi tambahan bagi Perusahaan yang memasarkan Asuransi Kendaraan Bermotor dengan penambahan manfaat berupa fitur layanan tambahan lainnya adalah tarif Premi atau Kontribusi tambahan yang ditetapkan secara wajar sesuai dengan tambahan layanan yang diperjanjikan.

  1. Perusahaan dapat memberikan potongan tarif Premi atau Kontribusi dengan nilai paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) untuk pertanggungan dengan jumlah kendaraan bermotor paling sedikit 100 (seratus) unit. Ketentuan pemberian potongan tarif Premi atau Kontribusi dimaksud sebagai berikut:

    1. potongan tarif Premi atau Kontribusi diberikan terhadap total nilai Premi atau Kontribusi sebelum biaya akuisisi; dan

    2. potongan tarif Premi atau Kontribusi diterapkan untuk pertanggungan kendaraan bermotor yang dimiliki oleh satu individu atau korporasi dan bukan merupakan objek di dalam perjanjian pembiayaan atau kredit kepemilikan kendaraan bermotor.

  1. Penerapan tarif Premi atau Kontribusi bagi Perusahaan yang memasarkan Asuransi Kendaraan Bermotor sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV Tabel IV.A yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

    1. tarif Premi atau Kontribusi yang diterapkan adalah tarif Premi atau Kontribusi mulai dari batas bawah sampai dengan batas atas, dengan mempertimbangkan profil risiko dari objek yang dipertanggungkan;

    2. tarif Premi atau Kontribusi yang diterapkan adalah tarif Premi atau Kontribusi sesuai zona wilayah tempat objek pertanggungan didaftarkan yang ditandai dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB);

    3. tarif Premi atau Kontribusi dapat diterapkan di bawah batas tarif bawah apabila Perusahaan memberikan potongan tarif Premi atau Kontribusi sebagaimana dimaksud pada butir 10; dan

    4. tarif Premi atau Kontribusi dapat diterapkan di atas batas tarif atas apabila Perusahaan menambahkan tarif Premi atau Kontribusi tambahan untuk kendaraan bermotor usia di atas 5 (lima) tahun, menambahkan perluasan jaminan risiko, dan/atau menambahkan fitur layanan tambahan lainnya.

  1. Perusahaan memberlakukan Risiko Sendiri (Deductible) untuk setiap kejadian atas klaim yang telah disetujui yang besarnya sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.

V. TARIF PREMI ATAU KONTRIBUSI PADA RISIKO KHUSUS BANJIR UNTUK LINI USAHA ASURANSI HARTA BENDA DAN ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR

  1. Perusahaan yang memasarkan jaminan risiko khusus banjir pada lini usaha Asuransi Harta Benda memberlakukan tarif Premi atau Kontribusi sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Tabel II.A yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.

  1. Perusahaan yang memasarkan jaminan risiko khusus banjir pada lini usaha Asuransi Kendaraan Bermotor memberlakukan tarif Premi atau Kontribusi sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Tabel II.B yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.

  1. Perusahaan yang memasarkan jaminan risiko khusus banjir pada lini usaha Asuransi Harta Benda dengan menggunakan Loss Limit memberlakukan tarif Premi atau Kontribusi sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Tabel II.C yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.

  1. Perusahaan yang memasarkan perluasan jaminan risiko gangguan usaha (business interruption) pada lini usaha Asuransi Harta Benda memberlakukan tarif Premi atau Kontribusi sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Tabel II.D yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.

  1. Perusahaan yang memasarkan perluasan jaminan risiko khusus banjir pada Asuransi Harta Benda dapat menerapkan tarif Premi atau Kontribusi tunggal untuk pertanggungan multilokasi dengan risiko sejenis dan memiliki karakteristik risiko yang sama dengan ketentuan sebagai berikut:

    1. Jumlah objek pertanggungan paling sedikit tersebar pada 100 (seratus) lokasi di seluruh wilayah Indonesia.

    2. Tarif Premi atau Kontribusi yang diterapkan adalah tarif Premi atau Kontribusi berdasarkan zona dimana mayoritas objek pertanggungan berada. Dalam hal tidak dapat ditentukan zona dimana mayoritas objek pertanggungan berada, maka diterapkan tarif Premi atau Kontribusi tunggal yang wajar sesuai pertimbangan profesional underwriter.

  1. Perusahaan memberlakukan ketentuan Risiko Sendiri (Deductible) minimum atas jaminan risiko khusus banjir sebagai berikut:

    1. Lini Asuransi Harta Benda

      1. Untuk kerugian fisik (material damage) sebesar 10% (sepuluh persen) dari jumlah ganti rugi yang disetujui.
      2. Untuk kerugian gangguan usaha (business interruption) berupa time excess 7 (tujuh) hari.
    2. Lini Asuransi Kendaraan Bermotor

      10% (sepuluh persen) dari jumlah ganti rugi yang disetujui paling sedikit Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) per kejadian.

VI. TARIF PREMI ATAU KONTRIBUSI PADA RISIKO KHUSUS GEMPA BUMI UNTUK LINI USAHA ASURANSI HARTA BENDA DAN ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR

  1. Asuransi Gempa Bumi untuk lini usaha Asuransi Harta Benda:

    1. Perusahaan dapat menetapkan harga pertanggungan baik untuk kerusakan fisik maupun gangguan usaha berdasarkan:

      1. full value basis; atau
      2. first loss/sub limit basis.
    2. Jika harga pertanggungan didasarkan pada first loss/sub limit basis, Perusahaan mendapatkan nilai deklarasi (declared value) yang besarnya sama dengan nilai sebenarnya (actual value) untuk objek yang dipertanggungkan dari tertanggung.

    3. Jika pada saat terjadinya kerugian, nilai deklarasi (declared value) lebih kecil dari nilai sebenarnya (actual value), Perusahaan dapat memberlakukan ketentuan pertanggungan di bawah harga objek yang dipertanggungkan (under insured).

    4. Perusahaan yang memasarkan Asuransi Gempa Bumi untuk lini usaha Asuransi Harta Benda menerapkan tarif Premi atau Kontribusi dan zona Asuransi Gempa Bumi sebagaimana tercantum dalam Lampiran III Tabel III.A.1, Tabel III.A.2 dan Tabel III.D yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.

    5. Perusahaan yang memasarkan perluasan jaminan Asuransi Gempa Bumi pada Asuransi Harta Benda dapat menerapkan tarif Premi atau Kontribusi tunggal untuk pertanggungan multilokasi dengan risiko sejenis dan memiliki karakteristik risiko yang sama dengan ketentuan sebagai berikut:

      1. Jumlah objek pertanggungan paling sedikit tersebar pada 100 (seratus) lokasi di seluruh wilayah Indonesia.
      2. Tarif Premi atau Kontribusi yang diterapkan adalah tarif Premi atau Kontribusi pada zona mayoritas mengikuti ketentuan jumlah lantai (≤9 (lebih kecil sama dengan sembilan) lantai atau >9 (lebih besar sembilan) lantai) mayoritas di zona tersebut.
  1. Asuransi Gempa Bumi untuk lini usaha Asuransi Kendaraan Bermotor:

    1. Perusahaan yang memasarkan Asuransi Gempa Bumi untuk lini usaha Asuransi Kendaraan Bermotor menerapkan tarif Premi atau Kontribusi Asuransi Gempa Bumi sebagaimana tercantum dalam Lampiran III Tabel III.E yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.

    2. Perusahaan yang memasarkan Asuransi Gempa Bumi untuk lini usaha Asuransi Kendaraan Bermotor harus memberlakukan ketentuan Risiko Sendiri (Deductible) sebesar 10% (sepuluh persen) dari nilai ganti rugi yang disetujui, atau paling sedikit Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) per kejadian.

VII. BIAYA AKUISISI

  1. Perusahaan dapat memberikan bagian dari tarif Premi atau Kontribusi berupa biaya akuisisi dalam bentuk komisi, diskon, dan/atau bentuk lainnya kepada Perusahaan Pialang Asuransi, Agen Asuransi, dan/atau pihak ketiga lainnya yang terkait dengan perolehan bisnis asuransi, termasuk kepada pemegang polis, tertanggung, atau peserta.

  2. Dalam hal Perusahaan memberikan bagian dari tarif Premi atau Kontribusi berupa biaya akuisisi sebagaimana dimaksud pada angka 1, nilai Premi atau Kontribusi yang diterima Perusahaan setelah dikurangi dengan biaya akuisisi dimaksud tidak boleh kurang dari:

    1. 85% dari tarif Premi atau Kontribusi yang dikenakan oleh Perusahaan dengan tetap mengacu pada ketentuan penerapan tarif Premi atau Kontribusi sebagaimana dimaksud dalam Romawi III angka 10 untuk Asuransi Harta Benda; dan

    2. 75% dari tarif Premi atau Kontribusi yang dikenakan oleh Perusahaan dengan tetap mengacu pada ketentuan penerapan tarif Premi atau Kontribusi sebagaimana dimaksud dalam Romawi IV angka 11 untuk Asuransi Kendaraan Bermotor.

  3. Biaya akuisisi sebagaimana dimaksud pada butir 1 belum memperhitungkan pajak yang berlaku.

  4. Untuk pertanggungan dengan nilai tertentu yang dapat memperoleh potongan tarif Premi atau Kontribusi, biaya akuisisi diperhitungkan dari tarif Premi atau Kontribusi setelah potongan tarif Premi atau Kontribusi.

  5. Perusahaan harus mencatat Premi atau Kontribusi yang diterima dan biaya akuisisi yang dikeluarkan secara transparan.

VIII. LAIN-LAIN

  1. Ketentuan mengenai tarif Premi atau Kontribusi dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini berlaku untuk pemasaran produk Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor yang dipasarkan langsung oleh Perusahaan maupun melalui pihak ketiga.

  2. Ketentuan mengenai tarif Premi atau Kontribusi, potongan tarif Premi atau Kontribusi, penetapan Risiko Sendiri (Deductible) minimum, dan pemberian biaya akuisisi sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini tidak berlaku untuk pemasaran produk Asuransi Harta Benda dan Asuransi Gempa Bumi dengan nilai uang pertanggungan di atas USD1,000,000,000.00 (satu miliar dolar Amerika).

  3. Ketentuan mengenai tarif Premi atau Kontribusi dalam Lampiran Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini tidak berlaku untuk produk asuransi mikro.

IX. PENUTUP

  1. Ketentuan dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal 1 April 2017.

  2. Pada saat Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini mulai berlaku Surat Edaran Nomor 21/SEOJK.05/2015 tentang Penetapan Tarif Premi atau Kontribusi Pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor Tahun 2015 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Demikianlah isi Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 6/SEOJK.05/2017 tentang Penetapan Tarif Premi Atau Kontribusi Pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor Tahun 2017 yang ditetapkan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan Firdaus Djaelani pada tanggal 26 Januari 2017 di Jakarta.

Lampiran Ukuran
SAL - SE OJK Tarif Premi (217.55 KB) 217.55 KB
SAL - Lampiran I - Property Amandemen (848.62 KB) 848.62 KB
SAL - Lampiran II - Banjir (183.98 KB) 183.98 KB
SAL - Lampiran III - Property Amandemen (605.66 KB) 605.66 KB
SAL - Lampiran IV - KBM (156.83 KB) 156.83 KB