Inpres Keppres Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021

Sepertinya Bulan September adalah Bulan Olahraga. Mungkin karena kabar gembira bahwa FIFA U-20 World Cup tahun 2021 akan diselenggarakan di Indonesia. Kabar gembira ini di garisbawahi dengan diterbitkannya Inpres 8 tahun 2020 tentang Dukungan Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021 dan Keppres 19 tahun 2020 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021 oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 15 September 2020, di Jakarta.

Inpres 8 tahun 2020 tentang Dukungan Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021 dan Keppres 19 tahun 2020 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021 adalah bukti keseriusan Pemerintah untuk menjadi Penyelenggara dan Tuan Rumah FIFA U-20 World Cup 2021. Panitia Penyelenggara akan berkedudukan di Ibu Kota Indonesia, sekarang di Jakarta.

Inpres 8 tahun 2020 tentang Dukungan Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021 dan Keppres 19 tahun 2020 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021 menetapkan venue-venue yang akan dipergunakan untuk penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021 diantaranya adalah di Palembang, Sumatera Selatan; DKI Jakarta; Surakarta, Jawa Tengah; Bandung, Jawa Barat; Bangkalan, Jawa Timur; dan Bali.

Inpres 8 tahun 2020 tentang Dukungan Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021 dan Keppres 19 tahun 2020 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021 membentuk INAFOC atau Indonesia FIFA U-20 World Cup Organizing Committee atau dalam Bahasa Indonesia adalah Panitia Nasional Penyelenggaraan Piala Dunia Sepakbola FIFA U-20 Tahun 2021.

Berikut dibawah ini menginformasikan isi Instruksi Presiden Nomor 8 tahun 2020 tentang Dukungan Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021 dan Keputusan Presiden Nomor 19 tahun 2020 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021.

Inpres 8 tahun 2020
tentang
Dukungan Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021

Presiden Republik Indonesia dalam rangka mendukung penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 memberikan instruksi kepada:

  1. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan;
  2. Menteri Sekretaris Negara;
  3. Menteri Dalam Negeri;
  4. Menteri Luar Negeri;
  5. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia;
  6. Menteri Keuangan;
  7. Menteri Kesehatan;
  8. Menteri Ketenagakerjaan;
  9. Menteri Perdagangan;
  10. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;
  11. Menteri Perhubungan;
  12. Menteri Komunikasi dan Informatika;
  13. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional;
  14. Menteri Badan Usaha Milik Negara;
  15. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif;
  16. Menteri Pemuda dan Olahraga;
  17. Sekretaris Kabinet;
  18. Jaksa Agung;
  19. Panglima Tentara Nasional Indonesia;
  20. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia;
  21. Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan;
  22. Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta;
  23. Gubernur Provinsi Jawa Barat;
  24. Gubernur Provinsi Jawa Tengah;
  25. Gubernur Provinsi Jawa Timur;
  26. Gubernur Provinsi Bali;
  27. Gubernur Provinsi Sumatera Selatan;
  28. Walikota Palembang;
  29. Walikota Bandung;
  30. Walikota Surakarta;
  31. Walikota Denpasar;
  32. Walikota Surabaya;
  33. Bupati Gianyar;
  34. Bupati Bandung;
  35. Bupati Badung; dan
  36. Bupati Bangkalan.

Kepada para pejabat di atas Presiden memberikan instruksinya, yaitu:

Pertama, Mengambil langkah-langkah sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing secara terkoordinasi dan terintegrasi untuk mendukung penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021.

Kedua, Instruksi Khusus kepada:

  1. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan:

    1. mengoordinasikan perencanaan, persiapan, dan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 sesuai rencana induk yang telah ditetapkan; dan

    2. melaporkan capaian persiapan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 kepada Presiden secara berkala, sekurang-kurangnya setiap 3 (tiga) bulan atau sewaktu-waktu apabila diperlukan.

  1. Menteri Sekretaris Negara:

    memberikan dukungan dan fasilitasi dalam rangka penggunaan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Lapangan A GBK, Lapangan B GBK, Lapangan G GBK, dan Stadion Madya GBK pada saat penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021.

  1. Menteri Dalam Negeri;

    1. memfasilitasi dukungan kebijakan kepada pemerintah daerah yang ditetapkan sebagai lokasi penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021;

    2. memfasilitasi sinkronisasi dan harmonisasi dokumen perencanaan dalam rangka penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021; dan

    3. memfasilitasi pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah dalam rangka mendukung penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021.

  1. Menteri Keuangan:

    1. memberikan fasilitasi dan dukungan teknis penganggaran yang diperlukan oleh kementerian/lembaga terkait dalam rangka persiapan dan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kemampuan keuangan negara;

    2. memberikan fasilitasi dan dukungan teknis pengelolaan penerimaan negara bukan pajak yang diperlukan oleh kementerian/lembaga terkait dalam rangka persiapan dan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan

    3. memberikan fasilitasi kepabeanan dan perpajakan yang diperlukan dalam rangka persiapan dan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

  1. Menteri Pemuda dan Olahraga:

    1. merencanakan, menyiapkan, menyusun, dan mengalokasikan anggaran yang diperlukan dalam rangka persiapan dan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 bersama dengan pemerintah daerah yang ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara, kementerian/lembaga/daerah/instansi terkait serta Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia;

    2. memastikan persiapan dan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 berjalan dengan baik sesuai dengan rencana induk yang telah ditetapkan; dan

    3. melakukan monitoring, evaluasi, dan pengawasan persiapan dan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021.

  1. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional:

    mengoordinasikan perencanaan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 sesuai dengan arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional dan Rencana Kerja Pemerintah.

  1. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat:

    1. mengalokasikan anggaran dan melaksanakan renovasi Stadion Manahan di Kota Surakarta dan Stadion Kapten I Wayan Dipta di Kabupaten Gianyar;

    2. mengalokasikan anggaran dan melaksanakan renovasi lapangan latihan, yakni:

      1. klaster Palembang meliputi: Stadion Atletik Jakabaring 1 di Kota Palembang, Lapangan Panahan Jakabaring di Kota Palembang, dan Lapangan Baseball Jakabaring di Kota Palembang;

      2. klaster Bandung meliputi: Stadion Sidolig di Kota Bandung, Lapangan Institut Pemerintahan Dalam Negeri Jatinangor di Kabupaten Sumedang, dan Lapangan Jati Padjajaran Universitas Padjadjaran Jatinangor di Kabupaten Sumedang;

      3. klaster Surakarta meliputi: Stadion Sriwedari di Kota Surakarta, Lapangan Kota Barat di Kota Surakarta, Lapangan Banyuanyar di Kota Surakarta, dan Lapangan Sriwaru di Kota Surakarta;

      4. klaster Bali meliputi: Stadion I Gusti Ngurah Rai di Kota Denpasar, Stadion Gelora Trisakti di Kabupaten Badung, Stadion Kompyang Sujana di Kota Denpasar, dan Stadion Gelora Samudra di Kabupaten Badung; dan

      5. klaster Surabaya meliputi: Stadion Gelora Bangkalan di Kabupaten Bangkalan.

    3. melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga/pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota terkait prasarana dan sarana yang akan direnovasi untuk penyelenggaraar, FIFA U-20 World Cup Tahun 2021;

    4. melaksanakan upaya percepatan pengadaan jasa konstruksi dalam rangka renovasi prasarana dan sarana untuk penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021;

    5. menyerahkan hasil renovasi kepada kementerian/lembaga/pemerintah daerah; dan

    6. melakukan koordinasi dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia dalam rangka penetapan standar prasarana dan sarana (venue utama dan lapangan latihan) dalam rangka penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021.

  1. Menteri Perhubungan:

    memfasilitasi prasarana dan sarana transportasi darat dan udara yang diperlukan dalam persiapan dan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021.

  1. Menteri Kesehatan:

    mendukung, memfasilitasi dan mengoordinasikan:

    1. pengawasan teknis medis penyelenggaraan pelayanan kesehatan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021;

    2. penyediaan pelayanan medis;

    3. pelayanan medis di venue;

    4. penyediaan fasilitas rumah sakit;

    5. penyediaan fasilitas anti-doping bekerja sama dengan Lembaga Anti Doping Indonesia;

    6. penyediaan fasilitas pemeriksaan keamanan makanan dan minuman atlet (food security); dan

    7. pengawasan penerapan protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru dalam penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021.

  1. Menteri Luar Negeri:

    meningkatkan kerja sama dengan negara peserta FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 melalui Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri maupun dengan perwakilan negara peserta yang ada di Indonesia berupa promosi dan informasi.

  1. Menteri Ketenagakerjaan:

    memberikan fasilitasi teknis ketenagakerjaan yang diperlukan dalam rangka persiapan dan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021.

  1. Menteri Perdagangan:

    memfasilitasi dan mempermudah kegiatan impor dan ekspor, untuk:

    1. peralatan pertandingan dan seluruh barang yang diperlukan untuk penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021; dan

    2. peralatan kontingen FIFA U-20 World Cup Tahun 2021.

  1. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif lKepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif:

    1. menyediakan fasilitas dukungan promosi di dalam negeri dan luar negeri serta kegiatan ekonomi kreatif dalam rangka penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021; dan

    2. mendukung persiapan pembukaan dan penutupan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021.

  1. Menteri Komunikasi dan Informatika:

    memfasilitasi perizinan untuk broadcast, menyediakan media center, jaringan internet, solusi teknologi informasi (informatian technology solution), dan publikasi kegiatan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 di dalam negeri.

  1. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia:

    1. memberikan fasilitasi keimigrasian yang diperlukan terhadap olahragawan, delegasi, dan personil terkait dalam rangka persiapan dan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021; dan

    2. memberikan fasilitasi pelindungan hak kekayaan intelektual penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021.

  1. Menteri Badan Usaha Milik Negara:

    memfasilitasi:

    1. promosi FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 melalui badan usaha milik negara;

    2. penyediaan fasilitas penyambutan (hospitality) pada bandara atau pelabuhan yang dikelola badan usaha milik negara; dan

    3. dukungan sponsorship badan usaha milik negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

  1. Panglima Tentara Nasional Indonesia:

    1. melaksanakan pengamanan melekat kepada kepala negara dan tamu negara selama di Indonesia berkaitan dengan penyelenggaraan FIFA U-20 World CupTahun 2021; dan

    2. memberikan dukungan dan bantuan keamanan terhadap kegiatan dalam penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021.

  1. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia:

    melaksanakan pengamanan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021.

  1. Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan:

    melaksanakan kegiatan pengawasan keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan terhadap akuntabilitas keuangan negara pada FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 mulai dari persiapan, penyelenggaraan dan pertanggungiawaban.

  1. Jaksa Agung:

    melaksanakan pendampingan terhadap penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan pertanggungiawaban.

  1. Gubernur Provinsi Jawa Barat bersama Bupati Bandung dan Walikota Bandung:

    1. mengalokasikan anggaran dan melaksanakan renovasi Stadion si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung;

    2. melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia terkait prasarana dan sarana yang akan direnovasi untuk penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021; dan

    3. memberikan dukungan teknis dalam rangka percepatan proses perizinan terkait dengan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

  1. Gubernur Provinsi Jawa Tengah bersama Walikota Surakarta:

    1. melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia terkait prasarana dan sarana yang akan direnovasi untuk penyelenggaraaan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021; dan

    2. memberikan dukungan teknis dalam rangka percepatan proses perizinan terkait dengan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 dan hibah barang milik negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

  1. Gubernur Provinsi Jawa Timur bersama Walikota Surabaya dan Bupati Bangkalan:

    1. mengalokasikan anggaran dan melaksanakan renovasi Stadion Gelora Bung Tomo di Kota Surabaya;

    2. mengalokasikan anggaran dan melaksanakan pembangunan baru dan/atau renovasi 2 (dua) lapangan latihan di Kawasan Gelora Bung Tomo di Kota Surabaya dan Stadion Gelora 10 November di Kota Surabaya sebagai lapangan latihan pendamping;

    3. melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia terkait prasarana dan sarana yang akan dibangun baru dan/atau direnovasi untuk penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021; dan

    4. memberikan dukungan teknis dalam rangka percepatan proses perizinan terkait dengan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 dan hibah barang milik negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

  1. Gubernur Provinsi Sumatera Selatan bersama Walikota Palembang:

    1. mengalokasikan anggaran dan melaksanakan renovasi Stadion Gelora Sriwijaya di Kota Palembang;

    2. mengalokasikan anggaran dan melaksanakan renovasi Stadion Madya Bumi Sriwijaya di Kota Palembang sebagai lapangan latihan pendamping;

    3. melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia terkait prasarana dan sarana yang akan direnovasi untuk penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021; dan

    4. memberikan dukungan teknis dalam rangka percepatan proses perizinan terkait dengan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 dan hibah barang milik negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

  1. Gubernur Provinsi Bali bersama Bupati Gianyar, Walikota Denpasar, dan Bupati Badung:

    1. melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia terkait prasarana dan sarana yang akan direnovasi untuk penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021; dan

    2. memberikan dukungan teknis dalam rangka percepatan proses perizinan terkait dengan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 dan hibah barang milik negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Instruksi Presiden yang ketiga adalah : Melaksanakan Instruksi Presiden ini dengan penuh tanggung jawab.

Demikianlah isi Instruksi Presiden Nomor 8 tahun 2020 tentang Dukungan Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021. Pada hari yang sama Presiden Joko Widodo juga menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 19 tahun 2020 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021, yang isinya seperti di bawah ini:

Keputusan Presiden Nomor 19 tahun 2020 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021.

Latar Belakang

Pertimbangan Keppres 19 tahun 2020 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021 adalah:

  1. bahwa berdasarkan FIFA Council Meeting di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok, tanggal 24 Oktober 2019, Indonesia telah ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia Sepakbola FIFA U-20 (FIFA U-20 World Cup) Tahun 2021;

  2. bahwa sehubungan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia mempunyai tanggung jawab terhadap penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021;

  3. bahwa sehubungan dengan pertimbangan pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Presiden tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021;

Dasar Hukum

Dasar Hukum Keppres 19 tahun 2020 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021, adalah:

  1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,,

  2. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4535);

  3. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pekan dan Kejuaraan Olahraga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 36, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4703) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pekan dan Kejuaraan Olahraga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 27, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6460);

  4. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2007 tentang Pendanaan Keolahragaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 37, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4704);

Isi Keppres 19 tahun 2020

Berikut adalah isi Keppres 19 tahun 2020 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021, bukan format asli:

KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG PANITIA NASIONAL PENYELENGGARAAN FIFA U-20 WORLD CUP TAHUN 2021

Pasal 1

  1. Membentuk Panitia Nasional Penyelenggaraan Piala Dunia Sepakbola FIFA U-20 Tahun 2021 (Indonesia FIFA U-20 World Cup Organizing Committee) yang selanjutnya disebut Panitia Nasional INAFOC.

  2. Panitia Nasional INAFOC berkedudukan di ibukota Negara Republik Indonesia.

Pasal 2

  1. Panitia Nasional INAFOC mempunyai tugas menyiapkan dan menyelenggarakan FIFA U-20 World Cup Indonesia Tahun 2021 yang akan dilaksanakan di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, dan Provinsi Bali.

  2. Dalam melaksanakan tugasnya, Panitia Nasional INAFOC bertanggung jawab kepada Presiden.

Pasal 3

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Panitia Nasional INAFOC dapat melibatkan, bekerja sama dan/atau berkoordinasi dengan kementerian, lembaga pemerintah non kementerian, pemerintah daerah, dan/atau pihak lain yang dianggap perlu.

Pasal 4

  1. Panitia Nasional INAFOC terdiri dari Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana.

  2. Panitia Pelaksana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari:

    1. Panitia Pelaksana INAFOC;

    2. Panitia Pelaksana Bidang Sarana dan Prasarana; dan

    3. Panitia Pelaksana Bidang Prestasi Tim Nasional Sepakbola Indonesia.

Pasal 5

  1. Susunan Panitia Nasional INAFOC adalah sebagai berikut:

    1. Panitia Pengarah :

      1. Ketua : Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

      2. Anggota :

        1. Menteri Sekretaris Negara;

        2. Sekretaris Kabinet;

        3. Menteri Keuangan;

        4. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia;

        5. Menteri Dalam Negeri;

        6. Menteri Luar Negeri;

        7. Menteri Komunikasi dan Informatika;

        8. Menteri Ketenagakerjaan;

        9. Menteri Kesehatan;

        10. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif;

        11. Menteri Badan Usaha Milik Negara;

        12. Menteri Perindustrian;

        13. Panglima Tentara Nasional Indonesia;

        14. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia;

        15. Jaksa Agung;

        16. Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan;

        17. Kepala Staf Kepresidenan; dan

        18. Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

    2. Panitia Pelaksana:

      1. Panitia Pelaksana INAFOC

        Ketua : Menteri Pemuda dan Olahraga.

      2. Panitia Pelaksana Bidang Sarana dan Prasarana

        Ketua : Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

      3. Panitia Pelaksana Bidang Prestasi Tim Nasional Sepakbola Indonesia

        Ketua : Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia.

  1. Ketentuan lebih lanjut mengenai susunan kepanitiaan, tugas, dan tata kerja Panitia Pelaksana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b ditetapkan oleh masing-masing Ketua Panitia Pelaksana.

Pasal 6

Panitia Pengarah mempunyai tugas dan kewenangan:

  1. memberikan arahan dalam perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021; dan

  2. memberikan supervisi proses pengadaan barang/jasa pemerintah pada penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 mulai dari persiapan, penyelenggaraan, dan pertanggungjawaban.

Pasal 7

  1. Panitia Pelaksana INAFOC mempunyai tugas:

    1. menyiapkan dan melaksanakan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Federation Internationale de Football Association (FIFA);

    2. menyusun dan menetapkan rencana induk penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021;

    3. menerima dan menggunakan sumber pembiayaan yang berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan

    4. menerima dan menggunakan sumber pembiayaan yang berasal dari non-anggaran pendapatan dan belanja negara sesuai dengan government guarantee dan hosting agreement.

  1. Panitia Pelaksana Bidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas:

    1. melakukan renovasi prasarana dan sarana uenue pertandingan dan lapangan latihan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh FIFA.

    2. menyerahkan pengelolaan hasil renovasi prasarana dan sarana venue pertandingan dan lapangan latihan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 kepada Panitia Pelaksana INAFOC untuk penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021.

  1. Panitia Pelaksana Bidang Prestasi Tim Nasional Sepakbola Indonesia mempunyai tugas:

    1. mempersiapkan tim nasional sepakbola Indonesia untuk mencapai prestasi pada FIFA U-20 World Cup Tahun 2021; dan

    2. menetapkan struktur organisasi tim nasional sepakbola yang dipersiapkan untuk mengikuti penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021.

Pasal 8

  1. Ketua Panitia Pelaksana INAFOC, Ketua Panitia Pelaksana Bidang Sarana dan Prasarana, dan Ketua Panitia Pelaksana Bidang Prestasi Tim Nasional Sepakbola Indonesia melaporkan tugas dan kewajiban masing-masing secara berkala dan/atau sewaktu-waktu jika diperlukan kepada Ketua Panitia Pengarah.

  2. Ketua Panitia Pelaksana INAFOC, Ketua Panitia Pelaksana Bidang Sarana dan Prasarana, dan Ketua Panitia Pelaksana Bidang Prestasi Tim Nasional Sepakbola Indonesia menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas kepada Ketua Panitia Pengarah paling lambat 3 (tiga) bulan setelah selesainya penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021.

Pasal 9

  1. Ketua Panitia Pengarah melaporkan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 secara berkala dan/atau sewaktu-waktu jika diperlukan kepada Presiden.

  2. Ketua Panitia Pengarah menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas kepada Presiden paling lambat 4 (empat) bulan setelah penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021.

Pasal 10

  1. Kementerian/lembaga/daerah sesuai dengan kewenangannya wajib memberikan dukungan fasilitasi, staf, teknis, dan administrasi melalui perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021.

  2. Fasilitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

    1. prasarana dan sarana;
    2. fiskal;
    3. keimigrasian;
    4. perizinan;
    5. keselamatan dan keamanan;
    6. ketenagakerjaan;
    7. teknologi informasi dan komunikasi;
    8. penukaran mata uang asing (foreign currency exchange);
    9. pelindungan hak kekayaan intelektual; dan
    10. fasilitas lainnya yang dibutuhkan untuk suksesnya penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021.

Pasal 11

  1. Kepala Daerah tuan rumah pelaksana penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 menetapkan kepanitiaan daerah sesuai dengan rencana induk Panitia Pelaksana INAFOC.

  2. Pembiayaan yang diperlukan untuk kepanitiaan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibebankan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Pasal 12

Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksanaan Keputusan Presiden ini ditetapkan oleh Ketua Panitia Pelaksana INAFOC, Ketua Panitia Pelaksana Bidang Sarana dan Prasarana, dan Ketua Panitia Pelaksana Bidang Prestasi Tim Nasional Sepakbola Indonesia sesuai bidang tugasnya masing-masing.

Pasal 13

Panitia Nasional INAFOC melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sampai dengan 31 Desember 2021.

Pasal 14

Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Demikianlah isi Keputusan Presiden Nomor 19 tahun 2020 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021 yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 15 September 2020 di Jakarta.

Instruksi Presiden Nomor 8 tahun 2020 tentang Dukungan Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021
dan
Keputusan Presiden Nomor 19 tahun 2020 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun 2021