Avatar jogloabang
Posted by jogloabang on November 25, 2019
Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu Ke-91 Tahun 2019

"Perempuan Berdaya, Indonesia Maju" demikian tema Peringatan Hari Ibu Ke-91 Tahun 2019. Hari Ibu dimaknai sebagai hari kebangkitan perempuan Indonesia dan merupakan persatuan dan kesatuan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan dan perjuangan bangsa. Perempuan memiliki hak asasi yang sama dan integral dengan hak asasi manusia. Oleh karena itu perlu dipelihara kodrat, harkat dan martabatnya sebagai Ibu Bangsa yang berhasil membina keluarga yang harmonis dan sejahtera.

Perjuangan perempuan agar bebas dari segala bentuk tindak kekerasan, diwujudkan dalam bentuk kesetaraan dan keadilan dalam segenap aspek kehidupan. Hal ini perlu diupayakan setiap waktu. Kelanjutan perjuangan persatuan kaum perempuan Indonesia selalu diperingati pada setiap tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. "Perempuan Berdaya, Indonesia Maju" menjadi penyemangat bahwa Kaum perempuan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna hasil pembangunan, namun juga ikut berperan melaksanakan dan berpartisipasi di segenap aspek pembangunan nasional. Peran politik berarti ikut serta dalam proses pengambilan keputusan dalam upaya membentuk keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Peringatan Hari Ibu tahun 2019 adalah Peringatan Hari Ibu yang ke 91 kalinya. Sudah 91 tahun sejak Kongres Perempuan Indonesia pertama pada tanggal 22 - 25 Desember 1928 di Yogyakarta. Salah satu keputusan Kongres Perempuan Indonesia tersebut adalah membentuk organisasi PPPI yang kepanjangannya adalah Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia. Hari Ibu ditetapkan pertama kali oleh Presiden Sukarno pada tanggal 16 Desember 1959 di Jakarta dengan .

Peringatan Hari Ibu ke 91 tahun 2019 dengan tema "Perempuan Berdaya, Indonesia Maju" pelaksanaannya didasarkan dari Keputusan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( I Gusti Ayu Bintang Darmawati Menteri PP dan PA) Nomor 196 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan dan Pembentukan Panitia Nasional Peringatan Hari Ibu ke-91 tahun 2019. Menunjuk Vennetia R. Danes dari Kemen PPPA menjadi Ketua Umumnya. Untuk kemudian pada pokoknya Panitia Penyelenggara Peringatan Hari Ibu Ke-P1 menyusun pedoman penyelenggaraan PHI Ke-91 Tahun 2019 bagi penyelenggaraan peringatan di seluruh wilayah Indonesia dan di seluruh Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, dan melaksanakan PHI Ke-91 Tahun 2019 dengan Tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju

Puncak acara PHI ke-91 akan dilaksanakan di Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah, sedangkan pelaksanaan di provinsi, kabupaten/kota dan perwakilan Indonesia di luar negeri diselenggarakan berdasarkan pedoman ini, serta disesuaikan dengan kondisi dan situasi setempat. Keterlibatan semua pihak dalam PHI ke-91 akan memperkuat dan mendorong tekad dan perjuangan kaum perempuan Indonesia.

Dalam Kepmen PPPA Nomor Nomor 196 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan dan Pembentukan Panitia Nasional Peringatan Hari Ibu ke-91 tahun 2019 tersebut diagendakan bahwa rangkaian acara Peringatan Hari Ibu ke-91 akan dipusatkan dalam sebuah Pekan Perempuan Berdaya, Indonesia Maju yang didalamnya terdiri dari rangkaian kegiatan yang meliputi: Bincang Bintang, Vlog Festival Perempuan Berdaya, PPPA Edu_Aksi, She-nergi Kreasi, Perempuan Bahagia (Bergerak Bagi Bangsa), Ziarah ke TMP, Ekspose (Ekshibisi Karya Perempuan Se-Indonesia), Press Conference, dan Acara Puncak PHI ke-91.

Kepmen PPPA Nomor Nomor 196 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan dan Pembentukan Panitia Nasional Peringatan Hari Ibu ke-91 tahun 2019 ditetapkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati pada tanggal 18 November 2019 di Jakarta. Kemudian isi pedoman penyelenggaraan PHI Ke-91 Tahun 2019 adalah sebagai berikut (bukan format asli) :

PEDOMAN PENYELENGGARAAN PERINGATAN HARI IBU KE-91 TAHUN 2019

A. LATAR BELAKANG

  1. Peringatan Hari Ibu (PHI) yang dilaksanakan pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya, merupakan upaya bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia yang telah berjuang dalam merebut dan mengisi kemerdekaan.
  2. Tekad dan perjuangan kaum perempuan Indonesia untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia, dilandasi oleh cita-cita dan semangat persatuan dan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram, damai, adil dan makmur, telah dinyatakan semenjak Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kali pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta.
  3. Peristiwa tersebut merupakan tonggak sejarah bagi perjuangan kaum perempuan Indonesia dan senantiasa diperingati tiap tahunnya oleh bangsa Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan, dimanapun berada baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
  4. Pada Kongres Perempuan Indonesia ke III tahun 1938 di Bandung ditetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Kemudian oleh pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional Yang Bukan Hari libur, Hari Ibu tanggal 22 Desember dijadikan hari nasional yang diperingati setiap tahun secara khidmat dan penuh makna oleh segenap bangsa Indonesia. Tahun 2019, Hari Ibu diperingati untuk yang Ke-91 kalinya.
  5. Setiap kali penyelenggaraan PHI senantiasa menggugah ingatan dan pemikiran bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia ternyata sangat dirasakan manfaat dan hasilnya, terutama oleh kaum perempuan Indonesia pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.
  6. Perempuan perlu berdaya, dalam arti peran perempuan dalam ekonomi perlu ditingkatkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Perempuan berdaya, akan menjadi pendorong terwujudnya peningkatan kualitas hidup perempuan, yang kemudian akan dapat mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas sesuai dengan visi Presiden untuk mewujudkan SDM Unggul, Indonesia Maju.
  7. Perempuan sangat berperan dalam menumbuhkan keluarga dan otomatis masyarakat. Memberdayakan ekonomi perempuan dengan membangun kewirausahaan perempuan sebagai salah satu solusi untuk menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan, peningkatan peran keluarga dalam pendidikan anak pencegahan perkawinan anak dan pencegahan pekerja anak.
  8. Puncak acara PHI ke-91 akan dilaksanakan di KotaSemarang Provinsi Jawa Tengah, sedangkan pelaksanaan di provinsi, kabupaten/kota dan perwakilan Indonesia di luar negeri diselenggarakan berdasarkan pedoman ini, serta disesuaikan dengan kondisi dan situasi setempat. Keterlibatan semua pihak dalam PHI ke-91 akan memperkuat dan mendorong tekad dan perjuangan kaum perempuan Indonesia.

B. MAKNA PERINGATAN HARI IBU KE-91

  1. Peringatan Hari Ibu ke-91 menunjukkan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia telah menempuh jalan panjang dalam mewujudkan peranan dan kedudukan perempuan Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram dan damai serta adil dan makmur.
  2. Sesungguhnya perjuangan meningkatkan peranan dan kedudukan kaum perempuan Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara masih panjang, namun keberhasilan yang telah dicapai selama ini hanyalah langkah awal dalam menuju cita-cita kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram dan damai serta adil dan makmur.
  3. Peringatan Hari Ibu ke-91 merupakan momentum untuk merenungkan peran perempuan dalam memperjuangkan peranan dan kedudukannya yang menggambarkan semangat nasionalisme perempuan berdaya untuk menuju Indonesia maju.

C. DASAR

Dasar Penyelenggaraan PHI Ke-91 Tahun 2019

  1. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Wanita.
  2. Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
  3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga
  4. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2005 tentang Pengesahan Ratifikasi Konvensi Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya.
  5. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan Ratifikasi Konvensi Hak Sipil dan Politik.
  6. Undang-undang Nomor21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.
  7. Keputusan Presiden RI Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang bukan hari libur.
  8. Peraturan Presiden RI Nomor 7 Tahun 2015 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia.
  9. Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional.
  10. Keputusan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 196 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan dan Pembentukan Panitia Nasional Peringatan Hari Ibu Ke-91 Tahun 2019.

D. MAKSUD DAN TUJUAN

  1. MAKSUD
    1. Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-91 Tahun 2019 dimaksudkan untuk mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah perjuangan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama generasi muda, untuk mempertebal tekad dan keyakinan dalam melanjutkan perjuangan mengisi kemerdekaan dan pembangunan serta tekad untuk mewujudkan perdamaian yang dilandasi semangat persatuan dan kesatuan bangsa sebagai pengamalan Pancasila.
    2. Mengenang dan menyegarkan kembali ingatan kita akan pentingnya pemahaman dan penghayatan serta arti perjuangan dan kebangkitan kaum perempuan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kebangkitan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
    3. Meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap peran dan kedudukan kaum perempuan Indonesia dalam upaya peningkatan keutuhan dan kesejahteraan keluarga dan masyarakat melalui peningkatan kualitas peran sertanya baik peran pribadi, mandiri, maupun organisasinya dalam berbagai aktivitas pembangunan.
  2. TUJUAN
    1. Umum

      Membangkitkan kepedulian masyarakat perspektif “Perempuan Berdaya” dapat dicapai dan dilakukan oleh setiap perempuan sebagai sebuah bentuk kesetaraan dalam peran yang bertujuan mewujudkan harmoni antara laki-laki dan perempuan.

    2. Khusus
      1. Mendorong terwujudnya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
      2. Mendukung penguatan karakter “Perempuan Berdaya” melalui sektor ekonomi “Kewirausahaan Perempuan” sebagai salah satu solusi penurunan angka kekerasan terhadap perempuan, peningkatan peran keluarga dalam pendidikan anak, pencegahan perkawinan anak, dan pencegahan pekerja anak.
      3. Meningkatkan peran serta instansi pemerintah dan non pemerintah mendorong kewirausahaan perempuan menjadi gerakan bersama yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Organisasi Perempuan, Lembaga Masyarakat Pemerhati Perempuan, Akademisi, Dunia Usaha, Media Massa serta masyarakat pada umumnya.

E. TEMA DAN FOKUS PHI KE-91 TAHUN 2019

  1. Tema Utama

    ”Perempuan Berdaya, Indonesia Maju”

  2. Fokus
    1. Peningkatan Pemberdayaan Perempuan melalui Kewirausahaan.
    2. Peningkatan Peranan Keluarga dalam Pendidikan Anak untuk melahirkan generasi penerus yang berkualitas.
    3. Perempuan Pelopor Perdamaian untuk Keadilan dan Kesetaraan.

Kompetisi VLOG Hari Ibu 2019

F. PENYELENGGARAAN KEGIATAN

Penyelenggaraan kegiatan Peringatan Hari Ibu ke-91 Tahun 2019 ini dilaksanakan melalui gerakan nasional “Pekan Perempuan Berdaya Indonesia Maju”. Pekan Perempuan Berdaya, Indonesia Maju adalah gerakan bersama, yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Organisasi Perempuan, Lembaga Masyarakat Pemerhati Perempuan, Akademisi, Dunia Usaha, dan Media Masa, serta Masyarakat pada umumnya yang merupakan rangkaian acara Peringatan Hari Ibu Ke- 91 tahun 2019.

Pekan Perempuan Berdaya, Indonesia Maju sebagai upaya untuk memberikan ruang partisipasi, edukasi dan dukungan seluruh lapisan masyarakat, terhadap pemahaman tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju”, dan dilaksanakan melalui berbagai acara yang dikemas dengan menonjolkan kreativitas dan kearifan lokal yang bertujuan untuk mensosialisasikan dukungan terhadap “Perempuan Berdaya” secara masiv di seluruh Indonesia dan perwakilan RI di luar negeri.

Kegiatan-kegiatan utama difokuskan untuk mendorong penguatan karakter Perempuan Berdaya, melalui kewirausahaan perempuan, yang akan dilaksanakan melalui program kelas vokasi, mentoring dan ekshibisi. Selain itu kegiatan yang bersifat partisipatif, edukatif dan kreatif, juga dilaksanakan dalam rangka mensosialisasikan program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Seluruh aktifitas dalam Pekan Perempuan Berdaya, Indonesia Maju ini, diharapkan mampu mensinergikan berbagai peran seluruh stakeholders Kemen PPPA, dalam membangun dan mendorong terwujudnya “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju”. Kegiatan Pekan Perempuan Berdaya, Indonesia Maju meliputi:

  1. Bincang Bintang;
  2. Vlog Festival Perempuan Berdaya;
  3. PPPA Edu_Aksi;
  4. SHEnergy Kreasi;
  5. Perempuan Bahagia (Bergerak Bagi Bangsa);
  6. Ekspose (Ekshibisi Karya Perempuan Se-Indonesia);
  7. Ziarah ke Taman Makam Pahlawan;
  8. Press Conference;
  9. Acara Puncak; dan
  10. Upacara Bendera.

Penjelasan Rangkaian Kegiatan

  1. BINCANG BINTANG

    Kegiatan dialog yang dilakukan oleh Menteri Bintang dalam rangka memberikan semangat dan motivasi kepada para nasabah dan pendamping program Menuju Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), untuk menumbuhkembangkan perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro melalui pemahaman pemberdayaan perempuan yang menitikberatkan pada perubahan pola pikir, perilaku dan penguatan identitas perempuan berdaya, penyadaran hak-hak perempuan dan peran perempuan dalam ketahanan keluarga, tidak hanya berfokus pada akses permodalan saja. Kegiatan ini merupakan kerjasama Kementerian PPPA dengan PT. Permodalan Nasional Madani, selaku pemilik program MEKAAR. Kegiatan ini dilaksanakan di tingkat Nasional dan Daerah. Untuk Tingkat Nasional, Bincang Bintang akan dilaksanakan oleh Ibu Menteri PP PA di 3 wilayah Indonesia (Barat, Tengah dan Timur), sedangkan di tingkat daerah dilaksanakan oleh para Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan dukungan Dinas PP PA Provinsi dan Kabupaten/Kota.

    Seluruh kegiatan dipublikasikan melalui video liputan, dan dikirimkan ke Kemen PPPA.

  2. VLOG FESTIVAL PEREMPUAN BERDAYA

    Dukungan terhadap perempuan untuk “Berdaya”

    Point yang baik adalah dukungan terhadap perempuan tidak hanya oleh perempuan tetapi dilakukan juga oleh laki-laki dan keluarganya.

    Vlog ini bentuknya berupa: “Her Story”—perempuan menceritakan sendiri keberhasilan mereka didukung oleh keluarga dan lingkungan.

    Mengajak semua orang untuk membuat video perempuan berdaya, dengan konten video aktivitas perempuan berdaya yang unik dan inspiratif, dengan gaya live report berdurasi 1 menit.

    Dipilih vlog yang terbaik sesuai kriteria, sebagai penghargaan diberikan hadiah. Tim Penilai dikoordinir oleh Kemen PPPA. Goals Publikasi: Menyebarkan semangat “Perempuan Berdaya” sebagai trending topik.

  3. PP PA EDU_AKSI:

    Edu_Aksi, merupakan gerakan bersama dalam rangka mensosialiasasikan isu Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan termasuk Isu Perlindungan Perempuan dan Anak dari Tindak Kekerasan. Kegiatan utama Edu-Aksi meliputi: Edu_Aksi Nobar dan NGOPI (Ngobrol Penuh Inspirasi), Nobar film edukasi tentang Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan bersama Ibu-Ibu, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan para Milenials. NGOPI tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan peran keluarga dalam pendidikan anak bersama Ibu-Ibu, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan para Milenial. Edu_Aksi untuk Siswa Merupakan gerakan sehari mengajar yang dilaksanakan oleh para pegawai Kementerian PP PA dan pegawai Dinas PP PA Provinsi/Kab/Kota untuk para siswa sekolah SD, SMP dan SMA termasuk Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah. Materi yang akan diajarkan adalah terkait dengan Pencegahan Kekerasan terhadap Anak dengan fokus pada: Pencegahan Perkawinan Anak dan Pencegahan Pekerja Anak.

    Materi pembelajaran disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing. Kegiatan ini dilaksanakan di tingkat pusat dan daerah, kerjasama Kementerian PPPA dengan Kementerian Kominfo/BKKBN/Kementerian Dikbud, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Tim Penggerak PKK Pusat, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Dharma Wanita Persatuan Pusat, Dharma Pertiwi, Bhayangkari dan mitra kerja lainnya. Sedangkan untuk daerah, kerjasama Dinas PP PA Provinsi/Kab/Kota dengan Dinas Teknis terkait, Organisasi Perempuan di daerah. Seluruh kegiatan dipublikasikan melalui video liputan dan dikirimkan ke Kemen PPPA.

  4. SHEnergy KREASI

    Adalah sharing moment dalam bentuk talkshow interaktif yang bertujuan mempertemukan wirausaha perempuan milenial dengan wirausaha perempuan yang sudah sukses menjalankan usaha, untuk berbagi pengalaman dan memperluas jejaring usaha di era digital, melalui mentoring class bersama GoJek, Buka lapak, tokopedia dan lainnya.

    Kegiatan ini dilaksanakan di tingkat Nasional dan Daerah. Untuk Tingkat Nasional, She_Nergi Kreasi, akan dilaksanakan oleh Ibu Menteri PP PA, sedangkan di tingkat daerah dilaksanakan oleh Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Tim Penggerak PKK Provinsi, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Dharma Wanita Persatuan Provinsi, Dharma Pertiwi, Bhayangkari dan mitra kerja lainnya, dan Kabupaten/Kota dengan dukungan Dinas PP PA Provinsi, dan Kabupaten/Kota. Seluruh kegiatan dipublikasikan melalui video liputan dan dikirimkan ke Kemen PPPA.

  5. PEREMPUAN BAHAGIA

    Gerak Jalan Sehat serentak seluruh Indonesia, yang bertujuan membangkitkan semangat pergerakan perempuan Indonesia untuk Berdaya. Bakti sosial yang bertujuan untuk berbagi, yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing masing daerah. Bentuk bakti sosial bisa dalam berbagai aktivitas seperti donor darah, kunjungan ke panti jompo, panti asuhan, dll. Kegiatan ini dilaksanakan di tingkat Nasional dan Daerah. Untuk Tingkat Nasional, Perempuan Bahagia (Bergerak Bagi Bangsa) akan dilaksanakan oleh Ibu Menteri PP PA, sedangkan di tingkat daerah dilaksanakan oleh Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Tim Penggerak PKK Provinsi, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Dharma Wanita Persatuan Provinsi, Dharma Pertiwi, Bhayangkari, mitra kerja lainnya dan Kabupaten/Kota dengan dukungan Dinas PP PA Provinsi dan Kabupaten/Kota. Seluruh kegiatan dipublikasikan melalui video liputan dan dikirimkan ke Kemen PPPA.

  6. EKSPOSE

    Ekshibisi Karya Perempuan Se-Indonesia seperti Pameran Wirausaha Perempuan dilakukan selama 2 hari (21 - 22 Desember 2019) di Semarang, Jawa Tengah. Pameran juga bisa dilakukan di provinsi/kabupaten/kota dalam kegiatan pameran ataupun liputan video aktivitas wirausaha perempuan yang ada di daerah. Kegiatan ini dilaksanakan di tingkat Nasional dan Daerah. Untuk Tingkat Nasional, Ekspose (Ekshibisi Karya Perempuan Se-Indonesia), akan dilaksanakan oleh Kemen PPPA bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah dan Tim Penggerak PKK Kota Semarang dengan dukungan Dinas PP PA Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang, sedangkan di tingkat daerah dilaksanakan oleh Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Tim Penggerak PKK Provinsi, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Dharma Wanita Persatuan Provinsi, Dharma Pertiwi, Bhayangkari dan mitra kerja lainnya dengan dukungan Dinas PP PA Provinsi dan Kabupaten/Kota. Seluruh kegiatan dipublikasikan melalui video liputan dan dikirimkan ke Kemen PPPA.

  7. ZIARAH KE TAMAN MAKAM PAHLAWAN

    Diawali dengan upacara dan Kegiatan ini bermaksud untuk penghormatan kepada Arwah Pahlawan, dengan mengheningkan cipta. Dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga dan diakhiri dengan penghormatan terakhir.

  8. PRESS CONFERENCE

    Akan dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2019 berlokasi di Kota Semarang. Adapun narasumber dalam Konferensi Pers antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Gubernur Jawa Tengah, dan Walikota Semarang.

  9. ACARA PUNCAK

    Dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2019 di Kota Semarang dengan susunan acara sebagai berikut:

    • Sambutan Menteri PP PA RI;
    • Amanat Presiden RI;
    • Pagelaran Tari Perempuan Warga Binaan dari Dirjen Lembaga Pemasyarakatan;
    • Deklarasi Perempuan Berdaya, Indonesia Maju (Perempuan Milenials, Perempuan Perdamaian, Perempuan Penyintas);
    • Penandatanganan MoU.
  10. UPACARA BENDERA

    Panduan terkait upacara Peringatan hari Ibu dapat dilihat pada lampiran 1.

G. KEPANITIAAN

  1. Pusat

    Penyelenggaraan PHI ke-91 Tahun 2019 di Pusat dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

  2. Daerah

    Penyelenggaraan PHI ke-91 Tahun 2019 di provinsi, dan kabupaten/kota dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur dan di Kabupaten/Kota berdasarkan Keputusan Bupati/Walikota.

  3. Luar Negeri

    Penyelenggaraan PHI ke-91 Tahun 2019 di luar negeri dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Perwakilan RI di negara masing-masing.

H. DANA

Dana untuk pelaksanaan kegiatan PHI Ke-91 Tahun 2019 masing-masing adalah sebagai berikut:

  1. Pusat
    1. APBN
    2. Swadaya masyarakat
    3. Sumber lain yang sah dan tidak mengikat
  2. Daerah
    1. APBD
    2. Swadaya masyarakat
    3. Sumber lain yang sah dan tidak mengikat

I. PENUTUP

  1. Pedoman ini merupakan arahan umum dan pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan di daerah dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang bersangkutan.
  2. Hal-hal yang belum diatur dalam pedoman ini dapat diatur oleh penanggung jawab masing-masing memperhatikan pedoman ini.
  3. Setelah Peringatan Hari Ibu diselenggarakan segera melaporkan secara tertulis kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak selaku Penanggung Jawab Umum Penyelenggaraan Peringatan Nasional Hari Ibu ke-91 Tahun 2019 dengan melampirkan foto dokumentasi dan dikirim kepada:

    Sekretariat Panitia Nasional
    Peringatan Hari Ibu Ke-91 Tahun 2019
    Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI

    Jl. Medan Merdeka Barat No. 15, Jakarta 10110
    Telp. (021) 3860165, Fax. (021) 3446586
    Telp. Sentral: 3842638, 3805563 Ext. 5011, 5022, 5009

Lampiran 1
PEDOMAN PENYELENGGARAAN PERINGATAN HARI IBU KE-91 TAHUN 2019

PANDUAN UPACARA

Upacara Bendera di Lapangan

  • Tanggal upacara: Hari Senin, 23 Desember 2019.
  • Tempat upacara: di Lapangan upacara/halaman kantor instansi pemerintah/swasta baik di tingkat pusat, daerah maupun perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.
  • Peserta: pejabat pemerintah, swasta dan anggota organisasi kemasyarakatan dan masyarakat.

Urutan acara:

  1. Penghormatan umum kepada inspektur upacara, dipimpin oleh komandan upacara.
  2. Laporan komandan upacara kepada inspektur upacara bahwa upacara siap dimulai.
  3. Pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih, diiringi dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh peserta.
  4. Mengheningkan cipta, dipimpin oleh inspektur upacara.
  5. Pembacaan naskah Pancasila diikuti oleh peserta upacara.
  6. Pembacaan naskah Pembukaan UUD 1945.
  7. Pembacaan sejarah singkat Hari Ibu.
  8. Menyanyikan hymne Hari Ibu.
  9. Amanat inspektur upacara, searah dengan tema/fokus dan disesuaikan dengan ruang lingkup organisasi kemasyarakatan terkait.
  10. Menyanyikan Mars Hari Ibu.
  11. Pembacaan doa.
  12. Laporan komandan upacara kepada inspektur upacara, bahwa upacara telah selesai.
  13. Penghormatan umum kepada inspektur upacara, dipimpin oleh komandan upacara.
  14. Upacara selesai.

Upacara di dalam Gedung

  • Disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat, upacara peringatan dapat dilakukan di dalam gedung/ruangan pada waktu dan tempat yang ditetapkan oleh panitia penyelenggara
  • Peserta

    Pejabat pemerintah, anggota TNI, karyawan/karyawati instansi pemerintah, swasta, anggota organisasi kemasyarakatan, Organisasi Perempuan, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat umum serta perwakilan negara asing di Indonesia sebagai undangan.

  • Urutan acara:
    1. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
    2. Mengheningkan cipta.
    3. Pembacaan naskah Pancasila.
    4. Pembacaan naskah Pembukaan UUD 1945.
    5. Pembacaan sejarah singkat Hari Ibu.
    6. Menyanyikan Hymne Hari Ibu.
    7. Amanat inspektur upacara.
    8. Menyanyikan Mars Hari Ibu.
    9. Pembacaan doa.

Setelah upacara usai dapat ditambah dengan acara-acara lain seperti pemberian penghargaan, pertunjukan kesenian atau hiburan, pasar murah dan lain-lain, sesuai dengan kondisi dan situasi setempat.

Catatan:

  1. Bendera Sang Saka Merah Putih dan lambang Hari Ibu telah terpasang di ruangan upacara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  2. Lambang organisasi wanita tidak terpasang didalam ruang upacara.
  3. Setiap kegiatan peringatan Hari Ibu baik di gedung maupun di lapangan, hendaknya diupayakan selalu ditampilkan dan dinyanyikan Mars Hari Ibu dan Hymne Hari Ibu.

Lampiran 5
PEDOMAN PENYELENGGARAAN PERINGATAN HARI IBU KE-91 TAHUN 2019

SEJARAH SINGKAT HARI IBU

Gema Sumpah Pemuda dan lantunan lagu Indonesia Raya yang pada tanggal 28 Oktober 1928 digelorakan dalam Kongres Pemuda Indonesia menggugah semangat para pimpinan perkumpulan kaum perempuan untuk mempersatukan diri dalam satu kesatuan wadah mandiri. Pada saat itu sebagian besar perkumpulan masih merupakan bagian dari organisasi pemuda pejuang pergerakan bangsa.

Selanjutnya, atas prakarsa para perempuan pejuang pergerakan kemerdekaan pada tanggal 22-25 Desember 1928 diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kali di Yogyakarta. Salah satu keputusannya adalah dibentuknya satu organisasi federasi yang mandiri dengan nama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI).

Melalui PPPI tersebut terjalin kesatuan semangat juang kaum perempuan untuk secara bersama-sama kaum Laki-laki berjuang meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka, dan berjuang bersama-sama kaum perempuan untuk meningkatkan harkat dan martabat perempuan Indonesia menjadi perempuan yang maju.

Pada tahun 1929 Perikatan Perkoempoelan Perempuan Indonesia (PPPI) berganti nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII). Pada tahun 1935 diadakan Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta. Kongres tersebut disamping berhasil membentuk Badan Kongres Perempuan Indonesia, juga menetapkan fungsi utama Perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa, yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih menyadari dan lebih tebal rasa kebangsaannya.

Pada tahun 1938 Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung menyatakan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Selanjutnya, dikukuhkan oleh Pemerintah dengan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur tertanggal 16 Desember 1959, yang menetapkan bahwa Hari Ibu tanggal 22 Desember merupakan hari nasional dan bukan hari libur. Tahun 1946 Badan ini menjadi Kongres Wanita Indonesia disingkat KOWANI, yang sampai saat ini terus berkiprah sesuai aspirasi dan tuntutan zaman. Peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 22 Desember tersebut kemudian dijadikan tonggak sejarah bagi Kesatuan Pergerakan Perempuan Indonesia. Hari Ibu oleh bangsa Indonesia diperingati tidak hanya untuk menghargai jasa-jasa perempuan sebagai seorang ibu, tetapi juga jasa perempuan secara menyeluruh, baik sebagai ibu dan istri maupun sebagai warga negara, warga masyarakat dan sebagai abdi Tuhan Yang Maha Esa, serta sebagai pejuang dalam merebut, menegakan dan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan nasional.

Peringatan Hari Ibu dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda, akan makna Hari Ibu sebagai Hari kebangkitan dan persatuan serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa. Untuk itu perlu diwarisi api semangat juang guna senantiasa mempertebal tekad untuk melanjutkan perjuangan nasional menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Semangat perjuangan kaum perempuan Indonesia tersebut sebagaimana tercermin dalam lambang Hari Ibu berupa setangkai bunga melati dengan kuntumnya, yang menggambarkan:

  1. kasih sayang kodrati antara ibu dan anak;
  2. kekuatan, kesucian antara ibu dan pengorbanan anak; dan
  3. kesadaran wanita untuk menggalang kesatuan dan persatuan, keikhlasan bakti dalam pembangunan bangsa dan negara.

Semboyan pada lambang Hari Ibu Merdeka Melaksanakan Dharma mengandung arti bahwa tercapainya persamaan kedudukan, hak, kewajiban dan kesempatan antara kaum perempuan dan kaum laki-laki merupakan kemitrasejajaran yang perlu diwujudkan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara demi keutuhan, kemajuan dan kedamaian bangsa Indonesia.

Jakarta, 22 Desember 2019

Lampiran 8
PEDOMAN PENYELENGGARAAN PERINGATAN HARI IBU KE-91 TAHUN 2019

DOA PERINGATAN HARI IBU KE-91 TAHUN 2019

22 Desember 2019

Bismillahirrahmannirrahim
Alhamdulillahirobbil ‘Aalamiin
Allahumma Sholli ‘ala Muhammad wa’alaa Aalihii washahbihi Ajma’iin

Ya Allah Ya Tuhan Kami

Rasa syukur kami kepada-Mu Ya Allah, Tak putus Asa kami mengadu dan meminta, Rahmat ampun-Mu senantiasa kami harap dan kami damba, dengan ridho-Mu semoga negara dan bangsa Indonesia tetap jaya.

Ya Allah Ya Rahman Yang Maha Pengasih

Pada hari ini kami berkumpul di sini dalam rangka mengikuti acara Peringatan Hari Ibu yang ke-91 Tahun 2019. Kiranya acara ini menjadi acara yang Engkau ridhoi sehingga dapat memberi manfaat bagi masyarakat demi terwujudnya negara Indonesia yang Hebat, Kuat dan Damai.

Ya Allah Yaa Qowi Yang Maha Kuat

Kami menyadari masih banyak persoalan yang dihadapi oleh bangsa kami terkait perempuan dan anak. Masih tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak, masih maraknya perdagangan manusia, masih adanya kesenjangan akses bagi perempuan di bidang ekonomi. Oleh karenanya Ya Allah, berikanlah kami kekuatan untuk dapat meningkatkan peranan dan kedudukan kaum perempuan Indonesia dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara demi terwujudnya kesejahteraan perempuan dan anak di negeri kami tercinta ini.

Ya Allah Yaa Jaami’ Yang Maha Menyatukan

Ampunilah segala dosa dan kesalahan kami, dosa dan kesalahan orang tua kami, dosa dan kesalahan orang-orang yang kami sayangi dan kami cintai, baik mereka yang masih hidup apalagi yang sudah wafat.

Hanya kepada Engkaulah kami berharap dan hanya kepada Engkaulah kami mengadu. Engkau Maha Mendengar dan mengabulkan. Kabulkanlah doa kami ini.

Rabbana Atina Fiddunya Hasanah...
Walhamdulillah...

Lampiran 9
PEDOMAN PENYELENGGARAAN PERINGATAN HARI IBU KE-91 TAHUN 2019

MAKNA HARI IBU

Hari Ibu adalah hari kebangkitan perempuan Indonesia dan merupakan persatuan dan kesatuan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan dan perjuangan bangsa.

Kaum perempuan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna hasil pembangunan, namun juga ikut berperan melaksanakan dan berpartisipasi di segenap aspek pembangunan nasional. Peran politik berarti ikut serta dalam proses pengambilan keputusan dalam upaya membentuk keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Perempuan mempunyai posisi yang lebih dekat dengan keluarga dan telah menggunakan sebagian besar waktunya untuk keluarga, anak dan orang tua. Oleh karena itu kebutuhan spesifik kaum perempuan akan lebih terdukung apabila perempuan memperoleh akses, dan manfaat dapat berpartisipasi serta melakukan kontrol di segenap aspek pembangunan nasional.

Perempuan memiliki hak asasi yang sama dan integral dengan hak asasi manusia. Oleh karena itu perlu dipelihara kodrat, harkat dan martabatnya sebagai Ibu Bangsa yang berhasil membina keluarga yang harmonis dan sejahtera.

Perjuangan perempuan agar bebas dari segala bentuk tindak kekerasan, diwujudkan dalam bentuk kesetaraan dan keadilan dalam segenap aspek kehidupan. Hal ini perlu diupayakan setiap waktu. Kelanjutan perjuangan persatuan kaum perempuan Indonesia selalu diperingati pada setiap tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu.

Lampiran 10
PEDOMAN PENYELENGGARAAN PERINGATAN HARI IBU KE-91 TAHUN 2019

Logo Peringatan Hari Ibu - PHI Ke-91 tahun 2019

LOGO PHI KE-91 TAHUN 2019

Arti Logo Hari Ibu

Setangkai Bunga Melati

  • Kuntum menggambarkan:
    1. kasih sayang kodrati antara ibu dan anak;
    2. kekuatan, kesucian antara ibu dan pengorbanan anak;
    3. kesadaran perempuan untuk menggalang kesatuan persatuan, keikhlasan bakti dalam pembangunan bangsa dan negara.
  • Angka 91

    Sembilan puluh satu tahun sudah para perempuan Indonesia yang tergabung dalam berbagai organisasi dan lembaga swadaya masyarakat, baik secara kelompok maupun individu, turut berpartisipasi aktif membangun bangsa di berbagai sektor.

  • Warna biru pada angka 91

    Melambangkan semangat bangsa Indonesia dalam memajukan kemaritiman.

  • Merah Putih Berkibar

    Melambangkan bahwa bendera telah dikibarkan oleh para perempuan Indonesia, berarti perjuangan perempuan pantang menyerah mempertahankan dan mengisi kemerdekaan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

Lampiran 11
PEDOMAN PENYELENGGARAAN PERINGATAN HARI IBU KE-91 TAHUN 2019

LOGO ACARA

Logo Acara Peringatan Hari Ibu - PHI Ke-91 Tahun 2019 (background transparan)

Logo Acara Peringatan Hari Ibu Ke 91 Tahun 2019

FILOSOFI LOGO

WARNA DASAR MERAH DAN PUTIH SEBAGAI PENGGAMBARAN SEMANGAT NASIONALISME PEREMPUAN BERDAYA UNTUK MENUJU INDONESIA MAJU

Bentuk Bunga Representasi dari cara berpikir Perempuan Berdaya

  • Cerdas intelektual (ilmu), cerdas emosional (ikhlas/tabah), dan cerdas spiritual (iman);
  • Menebarkan pemikiran positif seperti bunga yang menebarkan aroma harum;
  • Karakter perempuan, seperti bunga yang menjadi simbolik kelembutan dan keindahan;
  • Warna merah penggambaran semangat, warna putih penggambaran ketulusan.

Bentuk Siluet dan Wajah Perempuan representasi sikap dan tindakan perempuan berdaya

  • Tegas, namun lembut penuh cinta;
  • Menatap kedepan penuh percaya diri;
  • Tangguh, mampu menjalankan peran dalam berbagai aspek kehidupan secara seimbang dalam kesetaraan.

Logo Font

Memberi kesan kuat dalam kesetaraan gender dan semangat mandiri dalam berbagai profesi.

LOGO ACARA LATAR BELAKANG WARNA MERAH

Logo Acara Peringatan Hari Ibu - PHI Ke-91 Tahun 2019 (background merah)

Unduh Materi Penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu Ke-91 Tahun 2019

  1. Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu Ke-91 Tahun 2019 [ ]
  2. Logo Peringatan Hari Ibu Ke-91 Tahun 2019 [ ]
  3. Logo Acara [ ]
  4. Logo Acara Latar Belakang Warna Merah [ ]

Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu Ke-91 Tahun 2019

Logo Peringatan Hari Ibu Ke-91 Tahun 2019

Logo Acara

Logo Acara Latar Belakang Warna Merah

[ Sumber: ]