Avatar jogloabang
Posted by jogloabang on September 12, 2019
Pengibaran Bendera Negara Setengah Tiang dan Hari Berkabung Nasional untuk BJ Habibie

Indonesia berduka, pada 11 September 2019 salah satu putra terbaik Indonesia bapak B.J. Habibie telah dipanggil ke hadirat Tuhan yang Maha Esa. Sebagai penanda kedukaan dan kehilangan yang besar ini Sekretariat Negara Indonesia mengeluarkan instruksi untuk mengibarkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga hari untuk menghormati bapak Baharudin Jusuf Habibie.

B.J. Habibie adalah teladan generasi muda selama berdekade-dekade. Habibie dikenalkan pada setiap siswa di Indonesia sebagai sosok jenius dan sukses apalagi beliau membawa Indonesia ke era produksi pesawat terbang yang tentu saja melawan raksasa-raksasa perusahaan pesawat terbang dunia yang memiliki zona persaingan usaha sangat keras dan diluar batas pemikiran pedagang pesawat biasa. Habibie lah yang membidani pembaharuan negara kita hingga saat ini. Melawan supremasi orde baru ke arah supremasi sipil idaman dan harapan seluruh bangsa Indonesia, yang waras.

Menteri Sekretaris Negara Bapak Pratikno menerbitkan surat bernomor B-1010/M.Sesneg/Set/TU beberapa saat setelah kepergian Bapak BJ Habibie. Surat B-1010/M.Sesneg/Set/TU bersifat sangat segera dan berisi hal tentang Pengibaran Bendera Negara Setengah Tiang dan Hari Berkabung Nasional. Surat ini ditujukan kepada :

  1. Para Pimpinan Lembaga Negara
  2. Gubernur Bank lndonesia
  3. Para Menteri
  4. Jaksa Agung
  5. Panglima TNI
  6. Kapolri
  7. Para Pimpinan Lembaga Non Struktural
  8. Para Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian 9. Para Gubernur, Bupati, dan Walikota di Seluruh lndonesia 10. Para Pimpinan BUMN/BUMD
  9. Para Kepala Perwakilan Republik lndonesia di Luar Negeri melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri

Surat B-1010/M.Sesneg/Set/TU tentang Pengibaran Bendera Negara Setengah Tiang dan Hari Berkabung Nasional yang ditandatangani oleh Mensesneg Pratikno berisi sebagai berikut:

Untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada putra terbaik bangsa, Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke-3) yang telah wafat pada tanggal 11 September 2019 di Jakarta, sesuai dengan Pasal 12 ayat (4), ayal (5), dan ayat (6) , kepada para Pimpinan Lembaga Negara, Gubernur Bank lndonesia, Menteri, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, Pimpinan Lembaga Non Struktural, Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Gubernur, Bupati, Walikota, Pimpinan BUMN/BUMD, serta Kepala Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri beserta jajaran dimohon untuk mengibarkan Bendera Negara setengah tiang selama 3 (tiga) hari berturut-turut terhitung mulai tanggal 12 September 2019 sampai dengan 14 September 2019. Selanjutnya kepada Gubernur, Bupati dan Walikota agar menyampaikan kepada masyarakat luas untuk mengibarkan Bendera Negara setengah tiang.

Pada kurun waktu tersebut juga dinyatakan sebagai Hari Berkabung Nasional. Atas perhatiannya, diucapkan terima kasih.

Surat B-1010/M.Sesneg/Set/TU tentang Pengibaran Bendera Negara Setengah Tiang dan Hari Berkabung Nasional juga diberikan tembusannya kepada Presiden dan Wakil Presiden RI.

Demikian surat B-1010/M.Sesneg/Set/TU tentang Pengibaran Bendera Negara Setengah Tiang dan Hari Berkabung Nasional agar disosialisaikan kepada seluruh warga Indonesia untuk menghormati pahlawan dan Presiden kita yang ketiga.

Pasal 12 ayat (4), ayal (5), dan ayat (6) .

Pasal 12

  1. Bendera Negara dapat digunakan sebagai:
    1. tanda perdamaian;
    2. tanda berkabung; dan/atau
    3. penutup peti atau usungan jenazah.
  2. Bendera Negara sebagai tanda perdamaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a digunakan apabila terjadi konflik horizontal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  3. Dalam hal Bendera Negara sebagai tanda perdamaian dikibarkan pada saat terjadi konflik horizontal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) setiap pihak yang bertikai wajib menghentikan pertikaian.
  4. Bendera Negara digunakan sebagai tanda berkabung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b apabila Presiden atau Wakil Presiden, mantan Presiden atau mantan Wakil Presiden, pimpinan atau anggota lembaga negara, menteri atau pejabat setingkat menteri, kepala daerah, dan/atau pimpinan dewan perwakilan rakyat daerah meninggal dunia.
  5. Bendera Negara sebagai tanda berkabung sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dikibarkan setengah tiang.
  6. Apabila Presiden atau Wakil Presiden sebagaimana dimaksud pada ayat (4) meninggal dunia, pengibaran Bendera Negara setengah tiang dilakukan selama tiga hari berturut-turut di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan semua kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.
  7. Apabila pimpinan lembaga negara dan menteri atau pejabat setingkat menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (4) meninggal dunia, pengibaran Bendera Negara setengah tiang dilakukan selama dua hari berturut-turut terbatas pada gedung atau kantor pejabat negara yang bersangkutan.
  8. Apabila anggota lembaga negara, kepala daerah dan/atau pimpinan dewan perwakilan rakyat daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (4) meninggal dunia, pengibaran Bendera Negara setengah tiang dilakukan selama satu hari, terbatas pada gedung atau kantor pejabat yang bersangkutan.
  9. Dalam hal pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (4) meninggal dunia di luar negeri, pengibaran Bendera Negara setengah tiang dilakukan sejak tanggal kedatangan jenazah di Indonesia.
  10. Pengibaran Bendera Negara setengah tiang sebagaimana dimaksud pada ayat (9) dilakukan sesuai dengan kententuan sebagaimana dimaksud pada ayat (6), ayat (7), dan ayat (8).
  11. Dalam hal Bendera Negara sebagai tanda berkabung sebagaimana dimaksud pada ayat (5) bersamaan dengan pengibaran Bendera Negara dalam rangka peringatan hari-hari besar nasional, dua Bendera Negara dikibarkan berdampingan, yang sebelah kiri dipasang setengah tiang dan yang sebelah kanan dipasang penuh.
  12. Bendera Negara sebagai penutup peti atau usungan jenazah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dapat dipasang pada peti atau usungan jenazah Presiden atau Wakil Presiden, mantan Presiden atau mantan Wakil Presiden, anggota lembaga negara, menteri atau pejabat setingkat menteri, kepala daerah, anggota dewan perwakilan rakyat daerah, kepala perwakilan diplomatik, anggota Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Republik Indonesia yang meninggal dalam tugas, dan/atau warga negara Indonesia yang berjasa bagi bangsa dan negara.
  13. Bendera Negara sebagai penutup peti atau usungan jenazah sebagaimana dimaksud pada ayat (12) dipasang lurus memanjang pada peti atau usungan jenazah, bagian yang berwarna merah di atas sebelah kiri badan jenazah.
  14. Bendera Negara sebagai penutup peti atau usungan jenazah sebagaimana dimaksud pada ayat (13) setelah digunakan dapat diberikan kepada pihak keluarga.

Surat B-1010/M.Sesneg/Set/TU tentang Pengibaran Bendera Negara Setengah Tiang dan Hari Berkabung Nasional