Avatar HeruLS
Posted by HeruLS
Klasifikasi, bagian vital penyelenggaraan ASEAN Para Games 2011

Sampai tanggal 11 Desember 2011, panitia ASEAN Para Games 2011, belum dapat mengedarkan jadwal pertandingan. Kondisi tersebut menjadi keluhan para jurnalis yang akan meliput. Jadwal itu penting agar mereka dapat mengatur waktu, kapan harus berada di mana.

Rupanya, jadwal pertandingan tersebut sangat ditentukan oleh sesi klasifikasi. Ini adalah sesi paling penting dan menentukan untuk semua rangkaian pertandingan. Ternyata jadwal ASEAN Para Games yang diumumkan berlangsung selama tanggal 12 sampai 22 Desember, mencakup dua hari berturut-turut di awal untuk klasifikasi.

Klasifikasi dalam ASEAN Para Games 2011 adalah bagian untuk menentukan kelayakan seorang penyandang difabel (cacat/ different ability) untuk mengikuti suatu nomor tertentu dalam cabang olahraga Para Games. Ini bagian penting untuk menjunjung tinggi sportifitas, agar para paralympian (sebutan untuk atlet Para Games) yang bertanding dalam satu nomor menyandang kondisi difabilitas yang (relatif) setara. Usai klasifikasi, akan dilakukan rapat teknis untuk menentukan jadwal pertandingan cabang olahraga di setiap nomor.

Penjelasan tersebut baru saya ketahui dari Workshop Jurnalistik ASEAN Para Games pada 11 Desember 2011, di sebuah hotel yang baru minggu itu dibuka, dan akan menjadi penginapan utama para panitia. Adalah pejabat Games Coordinator, Nino Susanto (dari ASEAN Para Sport Federation Indonesia), yang memberi penjelasan ihwal pentingnya "babak klasifikasi" tersebut.

"Semuanya sangat terukur, semua otot akan diukur", jelas Nino.

Dari penjelasan tersebut, saya akhirnya mengerti, betapa klasifikasi adalah bagian penting untuk sportifitas pertandingan Para Games.

Jika dalam pertandingan cabang olahraga biasa, banyaknya nomor yang dipertandingkan hanya ditentukan oleh variabel jenis kelamin, berat badan, dan kadang-kadang umur, dalam Para Games, ada variabel kondisi kecacatan yang harus dipertimbangkan.

Contoh sederhana, untuk olahraga yang akan diikuti penyandang tuna netra (kebutaan), ada tiga klasifikasi, yakni buta total, buta sebagian, dan buta sedikit.

Bagaimana dengan kesiapan panitia menghadapi kondisi yang tidak pasti demikian. Dijelaskan, panitia menyiapkan banyak medali untuk antisipasi. Misalnya, untuk cabang renang yang diperkirakan bisa mencapai sampai 150 nomor!

Mungkinkah ada nomor yang tidak diperlombakan? Mungkin saja, jika peserta yang masuk dalam klasifikasi tersebut kurang dari dua negara.

Nah, dalam workshop tersebut juga sempat disebut soal target perolehan medali Indonesia. Namun, menjelang workshop berakhir, terget tersebut diminta untuk off-the record. Alasannya, jika target tersebut diumumkan, dapat menjadi bahan bagi negara lain untuk membaca strategi Indonesia. Hmmm, entahlah. Tapi, mari kita selalu hormati permintaan narasumber untuk dirahasiakan.
 
Heru Lesmana Syafei
mobile +6285290876468
http://flickr.com/photos/heruls
http://heruls/net/