Penilaian Tren Pertumbuhan Anak

Penilaian Tren Pertumbuhan Anak ada dalam BAB III Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.

Adapun isi BAB 3 Lampiran Permenkes tentang Standar Antropometri Anak adalah sebagai berikut:

BAB III
PENILAIAN TREN PERTUMBUHAN ANAK

Tumbuh normal adalah pertumbuhan yang sesuai grafik pertumbuhan. Tumbuh normal merupakan gambaran kondisi status gizi dan status kesehatan yang optimal. Jika pertumbuhan berat badan dapat dipertahankan normal, maka panjang/tinggi badan dan lingkar kepala juga akan normal. Pertumbuhan bersifat simultan namun kecepatannya berbeda. Pada saat pertumbuhan berat badan mengalami weight faltering, saat itu juga panjang/tinggi badan dan lingkar kepala mengalami deselerasi.

Penilaian pertumbuhan anak harus dilakukan secara berkala. Banyak masalah fisik maupun psikososial yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak. Pertumbuhan yang terganggu dapat merupakan tanda awal adanya masalah gizi dan kesehatan.

Alat utama untuk mengevaluasi pertumbuhan adalah grafik pertumbuhan Berat Badan menurut Umur (BB/U), tabel kenaikan berat badan (weight increment), grafik Panjang/Tinggi Badan menurut Umur (PB/U atau TB/U), tabel pertambahan panjang badan atau tinggi badan (length/height increment), dan grafik Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) dengan mempertimbangkan umur, jenis kelamin, dan hasil pengukuran berat badan dan panjang/tinggi badan yang dilakukan secara akurat.

Penilaian tren pertumbuhan anak dilakukan dengan:

  1. Membandingkan Pertambahan Berat Badan dengan Standar Kenaikan Berat Badan

    Penilaian tren pertumbuhan anak dengan membandingkan pertambahan berat badan dengan standar kenaikan berat badan dilakukan dengan menggunakan grafik Berat Badan menurut Umur (BB/U) dan tabel kenaikan berat badan (weight increment), sebagai berikut:

    1. Penilaian Pertambahan Berat Badan Menggunakan Grafik BB/U

      Tren pertumbuhan anak mengindikasikan apakah seorang anak tumbuh normal atau mempunyai masalah, mempunyai risiko pertumbuhan yang harus dinilai ulang. Anak yang tumbuh normal, mengikuti kecenderungan yang umumnya sejajar dengan garis median dan garis-garis Z-score. Sebagian besar anak akan tumbuh mengikuti salah satu “jalur” pertumbuhan, pada atau diantara garis Z score dan sejajar terhadap median, jalur pertumbuhan mungkin saja dibawah atau diatas angka median.

      Pada waktu mengintepretasikan grafik pertumbuhan perlu diperhatikan situasi yang mungkin menunjukan ada masalah atau risiko, yaitu:

      1. garis pertumbuhan anak memotong salah satu garis Z-score
      2. garis pertumbuhan anak meningkat atau menurun secara tajam
      3. garis pertumbuhan terus mendatar, misalnya: tidak ada kenaikan berat badan
    2. Penilaian Kenaikan Berat Badan Menggunakan Tabel Kenaikan Berat Badan (Weight Increment)

      Penilaian pertumbuhan merupakan suatu proses berkelanjutan yang dinamis dan bukan hanya potret satu titik. Artinya pertambahan berat badan harus selalu dinilai dari waktu ke waktu. Gagal tumbuh atau Failure To Thrive (FTT) atau weight faltering adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan pertumbuhan yang tidak adekuat atau ketidakmampuan untuk mempertahankan pertumbuhan, biasanya pada masa kanak-kanak awal gagal tumbuh merupakan tanda awal kekurangan gizi, harus dicari penyebabnya dan ditatalaksana segera dan bukan suatu diagnosis.

      Risiko gagal tumbuh dapat dideteksi melalui penilaian tren pertumbuhan menggunakan garis pertumbuhan serta pertambahan berat badan dari waktu ke waktu (weight velocity) dan tabel kenaikan berat badan (weight increment).

      Berikut tabel kenaikan berat badan yang terdiri dari perubahan berat badan dalam interval tiga, interval empat atau interval enam bulan dibandingkan data populasi dengan usia yang sama.

      Tabel 17. Penambahan Berat Badan Anak laki-laki dan perempuan Usia 0-24 Bulan, Interval 3 Bulan

      Anak laki-laki (g) Interval Anak perempuan (g)
      2083 0-3 bulan 1784
      1733 1-4 bulan 1542
      1284 2-5 bulan 1197
      940 3-6 bulan 913
      707 4-7 bulan 694
      550 5-8 bulan 528
      436 6-9 bulan 400
      346 7-10 bulan 301
      271 8-11 bulan 230
      210 9-12 bulan 181
      159 10-13 bulan 147
      119 11-14 bulan 122
      88 12-15 bulan 102
      65 13-16 bulan 88
      49 14-17 bulan 78
      38 15-18 bulan 70
      32 16-19 bulan 62
      28 17-20 bulan 53
      26 18-21 bulan 43
      24 19-22 bulan 32
      19 20-23 bulan 20
      10 21-24 bulan 8

      Tabel 18. Penambahan Berat Badan Anak laki-laki dan perempuan Usia 0-24 Bulan, Interval 4 Bulan

      Anak laki-laki (g) Interval Anak perempuan (g)
      2603 0-4 bulan 2291
      2138 1-5 bulan 1924
      1554 2-6 bulan 1484
      1181 3-7 bulan 1152
      933 4-8 bulan 890
      744 5-9 bulan 689
      602 6-10 bulan 541
      486 7-11 bulan 435
      401 8-12 bulan 360
      334 9-13 bulan 303
      280 10-14 bulan 264
      231 11-15 bulan 235
      199 12-16 bulan 216
      183 13-17 bulan 206
      175 14-18 bulan 199
      171 15-19 bulan 194
      167 16-20 bulan 188
      163 17-21 bulan 180
      159 18-22 bulan 171
      157 19-23 bulan 162
      157 20-24 bulan 152

      Tabel 19. Penambahan Berat Badan Anak laki-laki dan perempuan Usia 0-24 Bulan, Interval 6 Bulan

      Anak laki-laki (g) Interval Anak perempuan (g)
      3387 0-6 bulan 3049
      2759 1-7 bulan 2498
      2096 2-8 bulan 1985
      1636 3-9 bulan 1563
      1321 4-10 bulan 1240
      1080 5-11 bulan 999
      909 6-12 bulan 824
      778 7-13 bulan 702
      676 8-14 bulan 619
      599 9-15 bulan 565
      547 10-16 bulan 532
      515 11-17 bulan 513
      493 12-18 bulan 501
      479 13-19 bulan 492
      470 14-20 bulan 484
      465 15-21 bulan 474
      460 16-22 bulan 461
      455 17-23 bulan 444
      451 18-24 bulan 425

      Catatan:

      Untuk anak usia 0-60 bulan jika pada pemantauan pertumbuhan terjadi peningkatan berat badan diatas grafik normal maka perlu dirujuk ke Puskesmas untuk memastikan kemungkinan adanya kenaikan massa lemak tubuh (early adiposity rebound).
  2. Membandingkan Pertambahan Panjang Badan atau Tinggi Badan dengan Standar Pertambahan Panjang Badan atau Tinggi Badan

    Penilaian tren pertumbuhan anak dengan membandingkan pertambahan panjang badan atau tinggi badan dengan standar pertambahan panjang badan atau tinggi badan dilakukan dengan menggunakan grafik Panjang/Tinggi Badan menurut Umur (PB/U atau TB/U) dan tabel pertambahan panjang badan atau tinggi badan (length/height increment), sebagai berikut:

    1. Penilaian Pertambahan Panjang/Tinggi Badan Menggunakan Grafik PB/U atau TB/U

      Tren pertumbuhan anak mengindikasikan apakah seorang anak tumbuh normal atau mempunyai risiko pertumbuhan yang harus dinilai ulang. Anak dikatakan tumbuh normal bila grafik panjang/tinggi badan sejajar dengan garis median.

    2. Penilaian Pertambahan Panjang Badan atau Tinggi Badan Menggunakan Tabel Pertambahan panjang Badan atau Tinggi Badan (length/height increment)

      Penilaian pertumbuhan merupakan suatu proses berkelanjutan yang dinamis dan bukan hanya potret satu titik. Artinya pertambahan panjang badan atau tinggi badan harus selalu dinilai dari waktu ke waktu sehingga dapat diidentifikasi segera adanya perlambatan pertumbuhan sebelum terjadi stunting. Perlambatan pertumbuhan, yang merupakan risiko terjadinya perawakan pendek dapat dideteksi melalui penilaian tren pertumbuhan menggunakan garis pertumbuhan dan tabel pertambahan panjang badan atau tinggi badan (length/height increment). Tabel 20 sampai Tabel 23 mencantumkan pertambahan panjang badan atau tinggi badan dengan interval dua, tiga, empat atau enam bulan sesuai jenis kelamin dan usia.

      Tabel 20. Penambahan Tinggi Badan Anak Laki-laki dan Perempuan Usia 0-24 Bulan, Interval 2 Bulan

      Anak laki-laki (cm) Interval Anak perempuan (cm)
      6.6 0-2 bulan 6.1
      5.4 1-3 bulan 4.8
      4.0 2-4 bulan 3.7
      3.0 3-5 bulan 2.8
      2.3 4-6 bulan 2.2
      1.8 5-7 bulan 1.8
      1.6 6-8 bulan 1.6
      1.5 7-9 bulan 1.5
      1.4 8-10 bulan 1.4
      1.3 9-11 bulan 1.3
      1.2 10-12 bulan 1.3
      1.1 11-13 bulan 1.2
      1.0 12-14 bulan 1.1
      0.9 13-15 bulan 1.0
      0.8 14-16 bulan 0.9
      0.8 15-17 bulan 0.9
      0.7 16-18 bulan 0.8
      0.7 17-19 bulan 0.7
      0.6 18-20 bulan 0.7
      0.5 19-21 bulan 0.6
      0.5 20-22 bulan 0.6
      0.4 21-23 bulan 0.5
      0.4 22-24 bulan 0.5

      Tabel 21. Penambahan Tinggi Badan Anak laki-laki dan perempuan Usia 0-24 Bulan, Interval 3 Bulan

      Anak laki-laki (cm) Interval Anak perempuan (cm)
      9.3 0-3 bulan 8.6
      7.5 1-4 bulan 6.9
      5.7 2-5 bulan 5.4
      4.4 3-6 bulan 4.2
      3.6 4-7 bulan 3.5
      3.1 5-8 bulan 3.1
      2.8 6-9 bulan 2.9
      2.6 7-10 bulan 2.7
      2.4 8-11 bulan 2.6
      2.3 9-12 bulan 2.4
      2.2 10-13 bulan 2.3
      2.1 11-14 bulan 2.2
      2.0 12-15 bulan 2.0
      1.8 13-16 bulan 1.9
      1.7 14-17 bulan 1.9
      1.6 15-18 bulan 1.8
      1.5 16-19 bulan 1.7
      1.5 17-20 bulan 1.6
      1.4 18-21 bulan 1.5
      1.4 19-22 bulan 1.5
      1.3 20-23 bulan 1.4
      1.2 21-24 bulan 1.3

      Tabel 22. Penambahan Tinggi Badan Anak laki-laki dan perempuan Usia 0-24 Bulan, Interval 4 Bulan

      Anak laki-laki (cm) Interval Anak perempuan (cm)
      11.6 0-4 bulan 10.7
      9.2 1-5 bulan 8.6
      7.2 2-6 bulan 6.8
      5.8 3-7 bulan 5.7
      4.8 4-8 bulan 4.9
      4.3 5-9 bulan 4.4
      4.0 6-10 bulan 4.1
      3.7 7-11 bulan 3.9
      3.5 8-12 bulan 3.7
      3.4 9-13 bulan 3.5
      3.2 10-14 bulan 3.4
      3.1 11-15 bulan 3.2
      2.9 12-16 bulan 3.1
      2.8 13-17 bulan 3.0
      2.7 14-18 bulan 2.9
      2.6 15-19 bulan 2.8
      2.5 16-20 bulan 2.7
      2.4 17-21 bulan 2.6
      2.3 18-22 bulan 2.5
      2.2 19-23 bulan 2.4
      2.1 20-24 bulan 2.3

      Tabel 23. Penambahan Tinggi Badan Anak laki-laki dan perempuan Usia 0-24 Bulan, Interval 6 Bulan

      Anak laki-laki (cm) Interval Anak perempuan (cm)
      14.9 0-6 bulan 13.9
      12.1 1-7 bulan 11.5
      9.8 2-8 bulan 9.6
      8.2 3-9 bulan 8.3
      7.2 4-10 bulan 7.4
      6.5 5-11 bulan 6.8
      6.1 6-12 bulan 6.4
      5.8 7-13 bulan 6.1
      5.6 8-14 bulan 5.8
      5.4 9-15 bulan 5.6
      5.2 10-16 bulan 5.3
      5.0 11-17 bulan 5.2
      4.8 12-18 bulan 5.0
      4.6 13-97 bulan 4.8
      4.5 14-20 bulan 4.6
      4.3 15-21 bulan 4.5
      4.2 16-22 bulan 4.3
      4.1 17-23 bulan 4.2
      4.0 18-24 bulan 4.0
    3. Menilai Kenaikan Indeks Massa Tubuh Menurut Umur (IMT/U)

      IMT tidak selalu meningkat dengan bertambahnya umur seperti yang terjadi pada berat badan dan tinggi badan. Pada grafik IMT/U terlihat bahwa IMT bayi naik secara tajam, karena terjadi peningkatan berat badan secara cepat relatif terhadap panjang badan pada 6 bulan pertama kehidupan. Kemudian IMT menurun setelah bayi berumur 6 bulan dan tetap stabil pada umur 2 sampai 5 tahun.

      Penilaian kenaikan indeks massa tubuh dini yang terjadi di antara periode puncak adipositas (peak adiposity) dan kenaikan massa lemak tubuh (adiposity rebound) menggunakan grafik Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) berdasarkan hasil skrining yang menggunakan grafik Berat Badan menurut Umur (BB/U).

      Penentuan risiko gizi lebih merupakan upaya deteksi dini yang dilakukan untuk mengidentifikasi kelompok sasaran dalam rangka pencegahan kejadian gizi lebih dan obesitas pada anak serta untuk menghindari atau mengurangi dampak Penyakit Tidak Menular (Non Communicable Diseases) lebih lanjut yang timbul di kemudian hari. Sulitnya tatalaksana obesitas menyebabkan pencegahan menjadi prioritas utama.