Buku Saku Desa Tangguh COVID-19

Center for Tropical Medicine Universitas Gadjah Mada menerbitkan Buku Saku Desa Tangguh COVID-19. Buku Saku Desa Tangguh COVID-19 ini mengacu pada referensi dari Kementerian Kesehatan RI, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Organisasi Kesehatan Dunia - WHO, dan Centers for Disease Control dan Prevention - CDC.

Isi dari Buku Saku Desa Tangguh COVID-19 ini diantaranya adalah Apa itu COVID-19?, Cara penularan COVID-19, Tanda dan gejala COVID-19, Cara pencegahan COVID-19, Siapa yang paling rentan?, Apa yang perlu dilakukan setelah berpergian?, Cara cuci tangan, Social Distancing, Apakah desa/kampung/perumahan perlu lockdown?, Perbedaan OTG, OTP, dan PDP, Karantina diri dan Isolasi diri, Bantu dan jangan jauhi, Pemakaman jenazah positif COVID-19, Tata cara disinfektasi, Yuk menggunakan masker kain, Cara membuat masker kain, Cara menggunakan masker, dan Referensi.

Seperti apa isi Buku Saku Desa Tangguh COVID-19 ini, mari kita simak sederhananya, dalam bentuk teks. Dan Buku Saku Desa Tangguh COVID-19 terbitan UGM ini dapat diunduh di akhir halaman ini.

Buku Saku Desa Tangguh COVID-19

Apa itu COVID-19

COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus bernama SARS-COV-2, atau seringkali disebut Virus Corona.

Virus Corona sendiri merupakan keluarga virus yang sangat besar. Ada yang menginfeksi hewan, seperti kucing dan anjing, namun ada pula jenis Virus Corona yang menular ke manusia, seperti yang terjadi pada COVID-19.

Saat ini (06/04/2020), terdapat lebih dari 1,2 juta orang terin- feksi dan hampir 65 ribu orang meninggal dunia. Di Indonesia sendiri, ada lebih dari 2 ribu kasus ditemukan dan hampir 200 orang telah meninggal dunia.

Kenapa banyak yang tertular dan meninggal?

Pertama, karena COVID-19 merupakan penyakit baru, jadi manusia belum punya kekebalan tubuh terhadap V irus SARS-COV-2.

Kedua, vaksin dan obatnya belum ditemukan. Saat ini, peneliti di penjuru dunia masih berlomba-lomba mencari vaksin dan obatnya.

Cara Penularan COVID-19

  1. Droplet,
    COVID-19 ditularkan melalui DROPLET (percikan ketika orang batuk/berbicara) orang dengan COVID-19.
  2. Kontak erat,
    Seperti cium tangan, jabat tangan, berpelukan, cipika-cipiki.
  3. Menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi,
    Virus Corona dapat bertahan pada permukaan benda mati selama berjam-jam sampai berhari-hari.

Tanda & Gejala COVID-19

MENGALAMI SALAH SATU DARI GEJALA DI BAWAH INI BUKAN BERARTI ANDA TERINFEKSI COVID-19.

  1. Demam >38°C
  2. Batuk, pilek, dan sakit tenggorokan
  3. Letih dan lesu
  4. sesak napas

Cara Pencegahan COVID-19

  1. TINGGAL DI RUMAH
    Hindari kumpul-kumpul, meskipun hanya di depan rumah. Anak-anak dihimbau untuk tinggal di dalam rumah, jangan bermain di luar rumah.
  2. JAGA JARAK 2 METER
    Jika terpaksa harus keluar rumah, jangan berdekatan dengan orang lain. Hindari tempat padat orang, seperti pasar dan acara kondangan.
  3. GUNAKAN MASKER KETIKA BERPERGIAN
    Selalu pakai masker ketika berpergian, sehat maupun sakit. Dianjurkan menggunakan masker kain yang diganti 4 jam sekali.
  4. CUCI TANGAN SELALU
    Cuci tangan sesering mungkin. Virus akan mati ketika kita cuci tangan dengan sabun, minimal selama 20 detik.
  5. HINDARI MENYENTUH WAJAH
    Hindari menyentuh area wajah, terutama ketika belum cuci tangan. Kita tidak tahu, apakah tangan kita baru saja menyentuh permukaan benda dengan Virus Corona atau tidak.
  6. RUTIN MANDI, TERUTAMA SETELAH BERPERGIAN
    Mandi dapat membunuh Virus Corona yang ada di permukaan tubuh. Setelah berpergian dianjurkan untuk langsung mandi.
  7. HIDUP SEHAT
    Tetap beraktivitas fisik dan olah raga meskipun di rumah. Jangan lupa istirahat 8 jam sehari.
  8. Jangan merokok dan minum minuman beralkohol
  9. Konsumsi makanan bergizi seimbang
  10. Konsumsi suplemen daya tahan tubuh dan multivitamin

Jika memiliki penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, darah tinggi, dan kanker, jangan lupa kontrol dokter dan minum obat rutin.

SIAPA YANG PALING RENTAN?

Jangan panik dalam menghadapi wabah ini, karena sebanyak 98% orang yang terinfeksi COVID-19 sembuh.

Namun, penyakit ini menjadi mematikan ketika orang usia lanjut dan orang dengan penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, diabetes (penyakit gula) terinfeksi.

Mari kita jaga anggota keluarga kita yang rentan, dengan tetap tinggal di rumah, jaga kesehatan mereka, pastikan mereka mengonsumsi obat rutin, serta jaga jarak jika anggota keluarga yang muda sedang sakit.

APA YANG PERLU DILAKUKAN SETELAH BERPERGIAN?

Jika Anda harus berpergian, Anda berpotensi membawa virus ke rumah. Oleh karena itu, setelah sampai rumah, lakukan beberapa hal seperti di bawah ini:

  1. Lepaskan alas kaki sebelum masuk rumah
  2. Letakkan tas, dompet, kunci, hp dan barang yang sering disentuh di satu tempat. Lap dengan disinfektan setelah sebelum dipegang/digunakan kembali.
  3. Baju dan masker kain yang dipakai harus segera dicuci. Jika pakai masker sekali pakai, buang di tempat sampah tertutup
  4. Segera cuci tangan dan mandi

11 tahap, 20 detik MENCUCI TANGAN

  1. Basahi tangan dengan air mengalir;
  2. Gunakan Sabun;
  3. Gosok antar telapak tangan;
  4. Gosok punggung tangan dengan telapak tangan lainnya;
  5. Gosok antar telapak tangan dan sela-sela jari;
  6. Jari jemari sisi dalam kedua tangan saling mengunci;
  7. Ibu jari digenggam telapak tangan lainnya lalu gosok dengan gerakan berputar;
  8. Gosok ujung tangan dan kuku dengan telapak tangan lainnya;
  9. Bilas dengan air mengalir;
  10. Keringkan tangan dengan tisu kering;
  11. Pakai tisu tersebut untuk menutup kran air;

Apa itu SOCIAL DISTANCING?

Social distancing, atau jaga jarak (physical distancing) adalah mencoba menjaga jarak antar pribadi jika dalam kerumunan atau keramaian, atau dalam suasana apapun, demi memutus rantai penularan COVID-19. Karena Penularan COVID-19 terjadi ketika orang yang sakit berkontak erat dengan orang sehat. Untuk mencegahnya, masyarakat diminta untuk menjaga jarak, atau sering disebut social distancing. Contohnya:

  1. Tidak berwisata dan mudik;
  2. Tidak menerima tamu;
  3. Bekerja, belajar dan beribadah di rumah;
  4. Anak tidak bermain di luar rumah;
  5. Jika keluar rumah menggunakan masker.

Jika Anda sakit, jangan kontak dengan orang yang telah lanjut usia (diatas 60 tahun), karena mereka lebih rentan tertular penyakit dibandingkan yang usia muda.

Apakah Desa/Kampung/Perumahan Perlu Melalukan Lockdown?

Kita perlu meningkatkan kewaspadaan dengan memantau keluar-masuknya orang ke desa/kampung/perumahan untuk mengurangi risiko penularan. Akan tetapi, pemantauan tersebut tidak perlu dengan memblokir pintu masuk (lockdown), apalagi sampai menyebabkan warga berkumpul untuk menjaga pintu masuk. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko penularan.

Solusinya, warga lebih baik:

  • saling meningatkan untuk tidak usah berpergian.
  • tidak menerima tamu terlebih dahulu.
  • apabila harus menerima tamu, jangan lupa menggunakan masker dan jaga jarak ketika bertemu tamu. Jangan lupa selalu cuci tangan.
  • Warga tidak perlu melarang pedagang ataupun ojek online masuk ke kampung.
  • Jika ada warga yang pulang dari luar daerah/luar negeri, diminta untuk lapor ke kepala desa atau ketua RT dan RW. Orang tersebut diminta untuk mengisolasi diri di kediamannya selama 14 hari.

Perbedaan OTG, ODP, dan PDP

OTG, Orang Tanpa Gejala

  • Orang yang terinfeksi COVID-19, namun tidak menunjukkan gejala.
  • Meskipun tidak menunjukkan gejala,
    OTG dapat menularkan COVID-19 ke orang lain. Oleh karena itu, semua orang perlu memakai masker. Kita tidak tahu lagi siapa yang sakit dan siapa yang sehat.

Orang Dalam Pemantauan (ODP)

  • ODP memiliki riwayat kontak dengan pasien COVID-19 maupun tinggal di wilayah dengan transmisi lokal.
  • ODP seringkali mengalami:
    • demam >38°C
    • batuk, pilek, dan/atau sakit tenggorokan
    • letih dan lesu

Pasien Dalam Pengawasan (PDP)

  • PDP memiliki riwayat kontak dengan pasien COVID-19 maupun tinggal di wilayah dengan transmisi lokal.
  • PDP seringkali mengalami:
    • demam >38°C
    • sesak nafas
    • batuk, pilek, dan/atau sakit tenggorokan
    • letih dan lesu

Jika Anda adalah OTG, lakukan karantina diri:

  1. tinggal di rumah, jangan bepergian;
  2. tidak menerima tamu;
  3. tetap berjarak ketika berinteraksi dengan anggota keluarga.

Jika Anda adalah ODP dan PDP, lakukan isolasi diri:

  1. Tinggal di kamar, jangan kontak dengan orang lain;
  2. Gunakan kamar mandi terpisah/setelah anggota keluarga lain selesai pakau;
  3. Pakai alat makan terpisah;
  4. Jika kondisi semakin parah, hubungi kader/relawan COVID-19 di Desa.

Cek video cara karantina diri dan isolasi diri yang telah dilampirkan atau akses bit.ly/3aNhSHr

Bantu dan jangan jauhi

Jika ada tetangga yang merupakan OTG, ODP, ataupun PDP, jangan diskriminasi mereka. Mereka yang berusaha mengisolasi diri di rumah sedang melindungi warga sekitar agar tidak tertular. Mereka kemungkinan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari karena tidak boleh keluar rumah, sehingga kita harus bergotong-royong membantu mereka melalui masa isolasi mereka (14 hari). Bantuan dapat berupa dukungan moral (seperti menayakan kabar melalui Whatsapp) hingga memberikan sembako/kebutuhan sehari-hari lainnya.

Tidak Usah Khawatir
Apabila Ada Pemakaman Jenazah Pasien Dalam Pengawasan dan Pasien Positif COVID-19

Pemulasaran jenazah COVID-19 telah melalui prosedur khusus

Pemulasaran jenazah dilakukan dengan ketat di rumah sakit. Jenazah dibungkus dalam kantong jenazah yang sangat rapat, lalu dimasukkan dalam peti yang tertutup rapat. Peti tersebut di-disinfektasi. Dari rumah sakit, jenazah langsung menuju ke tempat pemakaman untuk dikebumikan.

Pemakaman jenazah COVID-19 dilakukan oleh petugas terlatih

Petugas pemakaman sudah dilatih untuk prosedur pemakaman jenazah COVID-19, serta menggunakan alat pelindung diri ketika memakamkan jenazah. Proses pemakaman dilakukan dengan cepat dengan jumlah pelayat yang sangat dibatasi.

VIRUS TIDAK MENYEBAR DI LINGKUNGAN SEKITAR!

Virus Corona tidak bisa mencemari tanah atau sumber air disekitarnya, apalagi menyebar di lingkungan sekitar pemakaman. Hal tersebut dikarenakan virus ini tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia.

Basmi Virus Corona dengan Disinfektan! Bagaimana Cara yang Benar?

Produk disinfektan yang dijual umum harus mengandung salah satu dari bahan aktif berikut ini (cek bahan aktifnya di label produk):

  • Accelerated hydrogen peroxide (0.5%)
  • Benzalkonium chloride / quaternary ammonium /alkyl dimethyl benzyl ammonium chloride) (0.05%)
  • Chloroxylenol (0.12%)
  • Ethyl alcohol atau ethanol (62-71%)
  • Iodine in iodophor (50 ppm)
  • Isopropanol atau 2-propanol (50%)
  • Pine oil (0.23%)
  • Povidone-iodine (1% iodine)
  • Sodium hypochlorite (0.05 – 0.5%)
  • Sodium chlorite (0.23%)
  • Sodium dichloroisocyanurate (0.1-0.5%)

Periksa label dan gunakan sesuai dengan instruksi. Waspadai potensi bahaya dari setiap produk.

Yang perlu dibersihkan dengan disinfeksi adalah permukaan benda-benda yang sering disentuh:

  • alat elektronik
  • layar sentuh
  • remote TV
  • toilet
  • wastafel
  • keyboards komputer/laptop
  • meja
  • sandaran kursi
  • gagang pintu
  • saklar lampu
  • telepon

CARA MELAKUKAN DISINFEKSI:

  1. Pilih larutan disinfektan dengan no.registrasi BPOM. Cek tanggal kadaluarsa dan ikuti petunjuk penggunaan pada label produk.
  2. Jika menggunakan klorin, campurkan 5 sendok makan klorin per galon air atau 4 sendok teh klorin per 1 liter air. Ingat, jangan campurkan klorin dengan bahan pembersih lainnya.
  3. Gunakan sarung tangan sekali pakai. Jika menggunakan sarung tangan reusable (dapat digunakan kembali), jangan pakai sarung tangan itu untuk mencuci piring atau aktivitas lain selain disinfeksi.
  4. Pastikan ventilasi yang baik (buka pintu dan jendela) selama melakukan disinfeksi.
  5. Jika permukaan kotor, bersikan dahulu dengan sabun/deterjen dan air.
  6. Khusus untuk alat elektronik, ikuti petunjuk disinfeksi dari suatu produk. Jika tidak ada petunjuk dari produk, gunakan tisu basah yang mengandung alkohol atau semprotan yang berisi minimal alkohol 70% untuk disinfeksi layar sentuh. Lalu keringkan permukaan alat elektronik.

Tidak Perlu Semprot Disinfektan ke Orang

YUK pakai Masker Kain

Saat ini, kita tidak tahu lagi, siapa yang sakit, siapa yang sehat. Yang terinfeksi bisa tidak menunjukkan gejala, bahkan tidak sadar jika terinfeksi.

Langkah terbaik adalah melindungi orang lain dari risiko terinfeksi dengan menggunakan masker setiap keluar rumah.

Masker kain bisa dibuat sendiri, dari kain perca ataupun kaus bekas (tapi bersih ya). Jika Anda suka menjahit, dapat dijahit, namun jika tidak, yang diperlukan adalah kain/kaus bekas dan karet elastis/ikat rambut elastis.

Cara pakai masker yang benar

Ketika menggunakan masker, pastikan area hidung hingga dagu bawah tertutup.

  1. JANGAN menyentuh permukaan masker selama memakainya!
  2. Jika harus menyentuh masker, cuci tangan dengan air dan sabun, atau menggunakan hand sanitizer segera setelah menyentuh masker.

Ketika melepas masker, pegang tali masker, bukan permukaan depan masker.

  1. Hindari menyentuh permukaan masker agar terhindar dari menyentuh kuman.
  2. Jika menggunakan masker sekali pakai, buang masker di tempat sampah tertutup.
  3. Jika menggunakan masker kain, cuci langsung dengan air hangat dan detergen.
  4. Jangan lupa cuci tangan setelah melepas masker.

Demikian isi Buku Saku Desa Tangguh COVID-19 dari Center for Tropical Medicine Universitas Gadjah Mada. Tentang cara membuat masker kain sendiri dan cara menjahit masker sendiri sila buka lampiran di bawah ini.

Lampiran Ukuran
Buku Saku Desa Tangguh COVID-19 (4.5 MB) 4.5 MB