Avatar jogloabang
Posted by jogloabang on March 21, 2017
Gubernur DIY dan Masdjo

Bertempat di Bangsal Kepatihan Kantor Gubernur DIY hari Senin, 20 Maret 2017 Jam 19.00 terjadi Dialog antara Gubernur DIY Sri Sultan HB X dengan Netizen. Netizen yang hadir adalah anak-anak muda yang tergabung dalam jaringan Masyarakat Digital Jogja. Memang acara ramah tamah Netizen dengan para pejabat Propinsi DIY masih berlangsung kaku karena mungkin pertama kali dan harus mematuhi protokoler Kantor Gubernur yang ketat, misalnya dengan dress code batik lengan panjang dan sebagainya. Tentu saja perkenalan pertama kali belum menjadikan seakrab dengan pertemuan-pertemuan selanjutnya. Jika ada.

Pertemuan Dialog Gubernur dan Netizen Jogja Istimewa ini dipandu oleh Anang Batas sebagai MC sekaligus moderator. Pertama-tama yang membuka acara adalah GKR Hayu yang juga Pengageng Tepas di Kraton Jogja. Hayu menceritakan tentang bagaimana sepak terjang Masdjo dalam media sosial untuk mengangkat nama baik Jogjakarta maupun trik-trik Masdjo untuk membuat Jogja yang menyenangkan baik dalam bidang pariwisata, budaya maupun kuliner dan banyak lagi. Hal ini pun dituturkan oleh Eko Nuryono sebagai Pimpinan Masdjo yang menceritakan pengalamannya bagaimana menuntun para wisatawan ketika akhir tahun atau liburan ke Jogja untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di luar kota dalam area DIY. Tujuannya adalah untuk membangkitkan semangat eksplorasi para wisatawan ke daerah-daerah baru, mengembangkan wisata yang belum terkenal namun indah, dan memiliki efek langsung terhadap menurunnya kemacetan yang sangat tinggi di dalam kota Yogyakarta.

Sri Sultan Hamengku Buwono X yang menjabat sebagai Gubernur DIY menyambut pertemuan ini dengan bercerita bagaimana Jogja sejak tahun 2006 sudah membangun Blue Prin DGS - Digital Government Services dan mencanangkan untuk menjadi Jogja Cyber Province. Ada banyak hambatan diantaranya adalah jika para admin dan orang-orang yang mengurusi DGS adalah pegawai negeri. Sebab ketika naik pangkat atau jabatan yang dilakukan periodik, otomatis orang tersebut akan berpindah tugas dan tidak boleh menangani tugas yang dahulu, kata Sultan. Oleh sebab itu Gubernur DIY menantang jejaring Masdjo untuk dapat membantu hambatan yang dialami oleh Pemerintah DIY tersebut.

Selain itu tanggapan dan harapan dari Kominfo DIY hingga Polda Jogja Istimewa pun turut meramaikan dialog yang enteng berisi ini. Acara Dialog Gubernur DIY dengan Netizen Jogja Istimewa Masdjo ini berlangsung singkat dan berakhir pada pukul 22.00.