Infografis Protokol Kesehatan COVID-19

Kementerian Kesehatan menerbitkan Infografis Protokol Kesehatan COVID-19. Infografis ini berusaha menjelaskan tentang apa yang perlu dilakukan dan disajikan dalam bentuk gambar.

Seperti kita ketahui bahwa Infografis Protokol Kesehatan COVID-19 ini bentuk lain lain dari Protokol Kesehatan COVID-19 yang dirilis oleh KSP untuk Penanganan Virus Corona di Indonesia.

Penanganan COVID-19 di Indonesia terus berkembang seiring dengan adanya KLB di Surakarta dan tekanan masyarakat. Pemerintah belum melirik opsi lockdown, namun memberikan himbauan kepada masyarakat untuk keluar rumah seperlunya, bekerja dari rumah dan menjaga kesehatan. Imbauan yang cukup bagus dan halus untuk memerintahkan masyarakat mengisolasi dirinya sendiri, atau isolasi mandiri, untuk mencegah penyebaran Corona Virus atau COVID-19.

Sejauh ini penanganan COVID-19 di Indonesia masih dilakukan oleh rumah sakit - rumah sakit yang ditunjuk kementerian. Belum ada alat tes seperti di Vietnam yang malah memberikan ruang untuk melakukan disinfeksi.

Masyarakat sungguh tertekan dan buta dengan data penyebaran virus corona di Indonesia. TIdak ada data atau sistem informasi yang memadai yang dapat membantu masyarakat untuk melakukan tracking dan mengetahui sejauh mana penyebaran COVID-19 di Indonesia. Hal ini penting untuk gotong royong bagi komunitas masyarakat dalam membantu menjaga wilayahnya.

Pada awal tahun 2020, infeksi 2019-nCoV menjadi masalah kesehatan dunia. Kasus ini diawali dengan informasi dari Badan Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO) pada tanggal 31 Desember 2019 yang menyebutkan adanya kasus kluster pneumonia dengan etiologi yang tidak jelas di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Kasus ini terus berkembang hingga akhirnya diketahui bahwa penyebab kluster pneumonia ini adalah novel coronavirus. Kasus ini terus berkembang hingga adanya laporan kematian dan terjadi importasi di luar China.

Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Novel coronavirus (2019-nCoV) adalah virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Penelitian menyebutkan bahwa SARS-CoV ditransmisikan dari kucing luwak (civet cats) ke manusia dan MERS-CoV dari unta ke manusia. Beberapa coronavirus yang dikenal beredar pada hewan namun belum terbukti menginfeksi manusia.

Manifestasi klinis biasanya muncul dalam 2 hari hingga 14 hari setelah paparan. Tanda dan gejala umum infeksi coronavirus antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Pada kasus yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Pada 31 Desember 2019, WHO China Country Office melaporkan kasus pneumonia yang tidak diketahui etiologinya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Pada tanggal 7 Januari 2020, Cina mengidentifikasi pneumonia yang tidak diketahui etiologinya tersebut sebagai jenis baru coronavirus (novel coronavirus, 2019-nCoV). Penambahan jumlah kasus 2019-nCoV berlangsung cukup cepat dan sudah terjadi penyebaran ke luar wilayah Wuhan dan negara lain. Sampai dengan 26 Januari 2020, secara global 1.320 kasus konfim di 10 negara dg 41 kematian (CFR 3,1%). Rincian China 1297 kasus konfirmasi (termasuk Hongkong, Taiwan, dan Macau) dengan 41 kematian (39 kematian di Provinsi Hubei, 1 kematian di Provinsi Hebei, 1 kematian di Provinsi Heilongjiang), Jepang (3 kasus), Thailand (4 kasus), Korea Selatan (2 kasus), Vietnam (2 kasus), Singapura (3 kasus), USA (2 kasus), Nepal (1 kasus), Perancis (3 kasus), Australia (3 kasus). Diantara kasus tersebut, sudah ada beberapa tenaga kesehatan yang dilaporkan terinfeksi. Sampai dengan 24 Januari 2020, WHO melaporkan bahwa penularan dari manusia ke manusia terbatas (pada kontak keluarga) telah dikonfirmasi di sebagian besar Kota Wuhan, China dan negara lain.

Adapun Protokol Kesehatan Penanganan COVID-19 ada dibawah ini, ditambah dengan Protokol Penanganan COVID-19 di Area dan Transportasi Publik. Infografis Protokol Kesehatan dapat dilihat di bawah post ini.

Protokol Kesehatan

Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19 isinya sebagai berikut:

JIKA ANDA MERASA TIDAK SEHAT

  1. Jika Anda merasa tidak sehat dengan kriteria:
    1. Demam 38 derajat Celcius, dan
    2. Batuk/pilek

    istirahatlah yang cukup di rumah dan bila perlu minum Bila keluhan berlanjut, atau disertai dengan kesulitan bernafas (sesak atau nafas cepat), segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

    Pada saat berobat ke fasyankes, Anda harus lakukan tindakan berikut:

    1. Gunakan masker;
    2. Apabila tidak memilik imasker, ikuti etika batuk/bersin yang benar dengan cara menutup mulut dan hidung dengan tisu atau punggung lengan;
    3. Usahakan tidak menggunakan transportasi massal.
  2. Tenaga kesehatan (nakes) di fasyankes akan melakukan screening suspect COVID-19:
    1. Jika memenuhi kriteria suspect COVID-19, maka Anda akan dirujuk ke salah satu rumah sakit (RS) rujukan yang siap untuk penanganan COVID-19.
    2. Jika tidak memenuhi kriteria suspect COVID-19, maka Anda akan dirawat inap atau rawat jalan tergantung diagnosa dan keputusan dokter fasyankes.
  3. Jika anda memenuhi kriteria Suspect COVID-19 akan diantar ke RS rujukan menggunakan ambulan fasyankes didampingi oleh nakes yang menggunakan alat pelindung diri (APD).
  4. Di RS rujukan, akan dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan laboratorium dan dirawat di ruang isolasi.
  5. Spesimen akan dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta. Hasil pemeriksaan pertama akan keluar dalam 24 jam setelah spesimen diterima.
    1. Jika hasilnya positif,
      1. maka Anda akan dinyatakan sebagai penderita COVID-19.
      2. Sampel akan diambil setiap hari.
      3. Anda akan dikeluarkan dari ruang isolasi jika pemeriksaan sampel 2 (dua) kali berturut-turut hasilnya negatif.
    2. Jika hasilnya negatif, Anda akan dirawat sesuai dengan penyebab penyakit.

JIKA ANDA SEHAT, namun:

  1. Ada riwayat perjalanan 14 hari yang lalu ke negara terjangkit COVID-19, ATAU
  2. Merasa pernah kontak dengan penderita COVID-19,

hubungi Hotline Center Corona untuk mendapat petunjuk lebih lanjut di nomor berikut: 119 ext 9.

PROTOKOL PENANGANAN COVID-19
DI AREA DAN TRANSPORTASI PUBLIK

PROTOKOL UMUM DI TRANSPORTASI DAN AREA PUBLIK

  1. Pastikanseluruhareaumumdantransportasiumumbersih

    Melakukan pembersihan menggunakan desinfektan minimal 3 kali sehari terutama pada waktu aktivitas padat (pagi, siang dan sore hari) di setiap lokasi representatif (pegangan pintu, tombol lift, pegangan eskalator, dll.)

  2. Deteksi suhu tubuh di setiap titik pintu masuk tempat umum dan transportasi umum.

    Jika suhu tubuh masyarakat terdeteksi ≥ 380C, dianjurkan untuk segera memeriksakan kondisi tubuh ke fasyankes dan tidak diperkenankan untuk memasuki tempat umum atau menggunakan transportasi umum.

  3. Pastikan ruang isolasi tersedia di acara besar (contoh:konser,seminar,dll.)

    Memastikan ada pos pemeriksaan kesehatan, ruang transit dan petugas kesehatan di setiap acara besar. Jika pada saat acara, ada peserta yang sakit segera dilakukan pemeriksaan, jika kondisinya memburuk, pidahkan ke ruang transit dan segera rujuk ke RS rujukan.

  4. Promosikan cuci tangan secara teratur dan menyeluruh

    1. Pajang poster mengenai pentingnya cuci tangan dan tata cara cuci tangan yang benar
    2. Pastikan tempat umum dan transportasi memiliki akses untuk cuci tangan dengan sabun dan air atau pencuci tangan berbasis alkohol
    3. Tempatkan dispenser pembersih tangan di tempat-tempat strategis dan mudah dijangkau masyarakat terkemuka di transportasi umum dan tempat umum serta dan pastikan dispenser ini diisi ulang secara teratur
  5. Mensosialisasikan etika batuk/bersin di tempat umum dan transportasi umum

    1. Pajang poster tentang mengenai pentingnya menerapkan etika batuk/bersin serta tata cara bersin/batuk di tempat umum dan transportasi umum
    2. Pengelola tempat umum dan transportasi umum harus menyediakan masker wajah dan/atau tisu yang diberikan untuk seluruh pengunjung dan penumpang yang mempunyai gejala flu atau batuk.
  6. Memperbaharui informasi tentang Covid-19 secara reguler dan menempatkan di area yang mudah dilihat oleh pengunjung dan penumpang.

    Menyediakan media komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) mengenai pencegahan dan pengendalian Covid-19 di lokasi strategis di setiap tempat umum dan transportasi umum.

PROTOKOL TRANSPORTASI PUBLIK (POINT TO POINT)

  1. Bila sedang dalam kondisi tidak sehat, jangan mengemudikan kendaraan. Sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasyankes.
  2. Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti:
    1. mencuci tangan menggunakan air dan sabun
    2. membuang sampah di tempat sampah
    3. tidak merokok dan mengonsumsi NAPZA
    4. tidak meludah di sembarang tempat
    5. hindari menyentuh area wajah yang tidak perlu.
  3. Penumpang yang mengalami demam, batuk atau flu, sebaiknya menggunakan masker selama berada di dalam kendaraan.
  4. Lakukan pembersihan menggunakan desinfektan terutama setelah mengangkut penumpang yang mengalami demam, batuk atau flu.
  5. Saat mengangkut penumpang dengan gejala mirip flu, sarankan penumpang untuk mengenakan masker. Jika penumpang tidak memiliki masker, berikan masker kepada penumpang
  6. Ukur suhu tubuh setidaknya dua kali sehari pada saat sebelum dan sesudah mengemudi, terutama setelah membawa penumpang yang mengalami demam, batuk atau flu.

PROTOKOL UNTUK PENYELENGGARAN ACARA BERSKALA BESAR

Untuk penyelenggaraan acara yang dengan jumlah peserta yang besar, disarankan untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

Penyelenggara Acara

  1. Melakukan screening awal melalui pemeriksaan suhu tubuh dan orang dengan gejala pernapasan seperti batuk/flu/sesak napas.
  2. Jika ditemukan individu yang tidak sehat, sebaiknya tidak mengikutsertakan dalam kegiatan dan merekomendasikan untuk segera memeriksakan diri ke fasyankes.
  3. Memastikan peserta yang tidak sehat dan memiliki riwayat perjalanan dari negara dengan transmisi lokal COVID-19 dalam 14 hari terakhir tidak menghadiri acara. Hal ini dalam diinformasikan melalui pemberitahuan di area pintu masuk dan pendaftaran. Informasi daftar negara dengan transmisi lokal COVID-19 dapat diakses di www.covid19.kemkes.go.id.
  4. Memastikan lokasi acara memiliki sirkulasi udara yang baik dan memiliki fasilitas memadai untuk mencuci tangan.
  5. Memastikan ketersediaan sabun dan air untuk mencuci tangan atau pencuci tangan berbasis alkohol.
  6. Meningkatkan frekuensi pembersihan area yang umum digunakan, seperti kamar mandi, konter registrasi dan pembayaran, dan area makan terutama pada jam padat aktivitas.

Peserta Acara

  1. Jika selama acara berlangsung, terdapat staf atau peserta yang sakit maka tidak melanjutkan kegiatan dan segera memeriksakan diri ke fasyankes.
  2. Peserta yang kembali dari negara dengan transmisi lokal COVID-19 dalam 14 hari terakhir sebaiknya menginformasikan kepada panitia penyelenggara. Jika pada saat acara mengalami demam atau gejala pernapasan seperti batuk/flu/sesak napas maka tidak melanjutkan kegiatan dan segera memeriksakan diri ke fasyankes.
  3. Individu yang sehat tidak perlu memakai masker.
  4. Peserta harus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan secara teratur menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol serta menghindari menyentuh area wajah yang tidak perlu.
  5. Hindari berjabatan tangan dengan peserta acara lainnya, dan pertimbangkan untuk mengadopsi alternatif bentuk sapa lainnya.

PROTOKOL UNTUK DI PASAR ATAU KAWASAN PEDAGANG KAKI LIMA

Operator, agen pengelola, kontraktor dan stafnya harus diingatkan untuk:

  1. Lakukan pemeriksaan suhu tubuh setidaknya 2 kali sehari.
  2. Jika sedang dalam keadaan tidak sehat, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasyankes.
  3. Gunakan masker jika mengalami batuk atau pilek.
  4. Terapkan etika batuk/bersin: tutup mulut menggunakan lengan atas bagian dalam atau tisu saat batuk atau bersin dan segera buang tisu yang kotor ke tempat sampah. Lalu cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air.
  5. Bersihkan toilet secara teratur dan bagi pengguna toilet, siram toilet setelah digunakan.
  6. Terapkan kebersihan diri (mencuci tangan dengan sabun dan air) terutama setelah menggunakan toilet, melakukan pekerjaan pembersihan serta sebelum dan sesudah makan.
  7. Gunakan sarung tangan saat melakukan pekerjaan pembersihan dan saat menangani limbah.
  8. Hindari menyentuh area wajah yang tidak perlu.

PROTOKOL DI RESTORAN

Staf harus diingatkan untuk:

  1. Lakukan pemeriksaan suhu tubuh setidaknya 2 kali sehari.
  2. Jika sedang dalam keadaan tidak sehat, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasyankes.
  3. Gunakan masker jika mengalami batuk atau pilek.
  4. Terapkan etika batuk/bersin: tutup mulut menggunakan lengan atas bagian dalam atau tisu saat batuk atau bersin dan segera buang tisu yang kotor ke tempat sampah. Lalu cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air.
  5. Bersihkan toilet secara teratur dan bagi pengguna toilet, siram toilet setelah digunakan.
  6. Terapkan kebersihan diri (mencuci tangan dengan sabun dan air) terutama setelah menggunakan toilet, melakukan pekerjaan pembersihan serta sebelum dan sesudah makan.
  7. Gunakan sarung tangan saat melakukan pekerjaan pembersihan dan saat menangani limbah.
  8. Hindari menyentuh area wajah yang tidak perlu.
  9. Lakukan pembersihan menggunakan desinfektan terhadap peralatan setelah digunakan.