Avatar jogloabang
Posted by jogloabang on February 17, 2018
Pengawasan dan Pembinaan Industri Kopi Luwak

Setelah Proses Produksi Kopi Luwak sesuai Prinsip Kesejahteraan Hewan dibahas, maka bahasan selanjutnya dalam Lampiran Permentan No. 37/Permentan/KB.120/6/2015 tentang Cara Produksi Kopi Luwak melalui Pemeliharaan Luwak yang Memenuhi Prinsip Kesejahteraan Hewan adalah Pengawasan dan Pembinaan Industri Kopi Luwak. . Pengawasan dan pembinaan industri adalah aspek yang sangat penting, karena kenikmatan dan standar produksi kopi luwak yang bagus adalah taruhan besar industri kopi.

Dalam BAB V Lampiran Permentan Luwak, menjadi bahasan tersendiri. Kesejahteraan para pelaku industri kopi luwak memiliki peran penting dalam kesinambungan dan kelanjutan bisnis kopi luwak. BAB V Lampiran Permentan Kopi Luwak membahas tentang Pembinaan dan Pengawasan Kopi Luwak.

Berikut adalah BAB V Lampiran Permentan No. 37/Permentan/KB.120/6/2015 tentang Cara Produksi Kopi Luwak melalui Pemeliharaan Luwak yang Memenuhi Prinsip Kesejahteraan Hewan yang membahas Pembinaan dan Pengawasan Industri Kopi Luwak.

Pembinaan dan Pengawasan Industri Kopi Luwak

Pembinaan Kopi Luwak

Pembinaan dilakukan dalam rangka penerapan aspek Kesejahteraan Hewan, kehalalan, Keamanan Pangan, dan Kelestarian Lingkungan pada proses produksi Kopi Luwak. Untuk memberikan jaminan kepercayaan kepada masyarakat dan pasar internasional. Pembinaan dilakukan terhadap semua pihak yang terlibat dalam proses produksi meliputi pemilik unit usaha, pengelola dan pekerja.

  1. Pembinaan terhadap Pelaku Usaha

    Pembinaan terhadap pelaku usaha bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang manfaat dan pentingnya penerapan prinsip Kesejahteraan Hewan, kehalalan, Keamanan Pangan, dan Kelestarian Lingkungan dalam proses produksi Kopi Luwak, sehingga pelaku usaha mempunyai komitmen secara konsisten untuk menerapkan prinsip tersebut.

  2. Pembinaan terhadap pekerja

    Pembinaan terhadap pekerja bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran pekerja dalam melaksanakan pekerjaan mereka sehari- hari untuk memenuhi prinsip Kesejahteraan Hewan, kehalalan, Keamanan Pangan, dan Kelestarian Lingkungan dalam proses produksi Kopi Luwak. Pekerja yang berinteraksi langsung dengan Luwak harus diperhatikan kesehatan dan keselamatan kerjanya dengan melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan.

Secara umum pembinaan dilakukan oleh:

  1. Pembinaan dalam hal penerapan Kesejahteraan Hewan dan kesehatan masyarakat veteriner (pencegahan penularan zoonosis) dilakukan oleh dinas yang menyelenggarakan tugas dan fungsi di bidang kesehatan masyarakat veteriner di daerah kabupaten/kota.
  2. Pembinaan Kesejahteraan Hewan juga dapat dilakukan atas kerjasama Pemerintah dengan dinas yang menyelenggarakan tugas dan fungsi di bidang kesehatan masyarakat veteriner di provinsi/kabupaten/kota, organisasi profesi, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan pihak terkait lainnya.
  3. Pembinaan dalam aspek halal dilakukan oleh Instansi Vertikal Kementerian Agama di daerah kabupaten/kota.
  4. Pembinaan dalam aspek teknis dan kualitas kopi dilakukan oleh dinas yang menyelenggarakan tugas dan fungsi di bidang pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan di daerah Kabupaten/Kota.

Pengawasan Kopi Luwak

Pengawasan dilakukan untuk memastikan prinsip Kesejahteraan Hewan, kehalalan, Keamanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan diterapkan pada proses produksi Kopi Luwak dan mencegah terjadinya pelanggaran Kesejahteraan Hewan, kehalalan, Keamanan Pangan, dan Kelestarian Lingkungan serta pemalsuan produk kopi Luwak.

Untuk itu perlu adanya sistem manajemen mutu yang diterapkan secara konsisten dan sistem pengawasan yang dilakukan baik oleh internal maupun eksternal perusahaan.

Pengawasan internal dilakukan oleh pihak produsen Kopi Luwak, atau pengolah Kopi Luwak, sedangkan pengawasan eksternal dilakukan oleh suatu lembaga independen yang mempunyai kewenangan di bidang pengawasan produksi Kopi Luwak berupa Otoritas Kompeten Kopi Luwak dan bertugas antara lain:

  1. menyusun petunjuk pelaksanaan terkait Kopi Luwak;
  2. mensosialisasikan pedoman terkait Kopi Luwak;
  3. melaksanakan kegiatan audit pengawasan produksi Kopi Luwak;
  4. memberikan pelayanan sertifikasi produksi Kopi Luwak yang memenuhi prinsip Kesejahteraan Hewan;
  5. mengeluarkan sertifikasi produksi Kopi Luwak yang memenuhi prinsip Kesejahteraan Hewan.

Otoritas Kompeten Kopi Luwak ditetapkan di Pusat oleh Menteri Pertanian dan di daerah ditetapkan oleh Gubernur. Otoritas Kompeten Kopi Luwak dapat melaporkan adanya penyalahgunaan atau pemalsuan produk Kopi Luwak yang tidak memenuhi prinsip Kesejahteraan Hewan kepada lembaga yang berwenang dan hal ini dapat menjadi dasar bagi pemberian sanksi hukum bagi produsen yang bersangkutan.

Sertifikasi Kopi Luwak

Sertifikasi dilakukan untuk memberikan jaminan secara tertulis dari lembaga independen Otoritas Kompeten Kopi Luwak yang menyatakan bahwa cara produksi Kopi Luwak melalui pemeliharaan Luwak telah sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Permentan No. 37/Permentan/KB.120/6/2015 tentang Cara Produksi Kopi Luwak melalui Pemeliharaan Luwak yang Memenuhi Prinsip Kesejahteraan Hewan.

Produk Kopi Luwak yang tersertifikasi dapat ditandai dengan pemberian label pada kemasan produk. Dengan adanya label tersebut dapat menjadi jaminan dan perlindungan bagi konsumen dan produsen terhadap pemalsuan produk Kopi Luwak.

Hal penting yang harus diperhatikan dalam menjaga citra Kopi Luwak Indonesia yakni dengan menjamin bahwa Kopi Luwak Indonesia diproduksi dengan cara yang memenuhi prinsip Kesejahteraan Hewan, kehalalan, Keamanan Pangan, dan Kelestarian Lingkungan.

Demikian isi Lampiran Permentan No. 37/Permentan/KB.120/6/2015 tentang Cara Produksi Kopi Luwak melalui Pemeliharaan Luwak yang Memenuhi Prinsip Kesejahteraan Hewan BAB V tentang Pembinaan dan Pengawasan Produksi dan Industri Kopi Luwak. Permentan No. 37/Permentan/KB.120/6/2015 tentang Cara Produksi Kopi Luwak melalui Pemeliharaan Luwak yang Memenuhi Prinsip Kesejahteraan Hewan beserta Lampirannya dapat dilihat dan diunduh di bagian bawah tulisan ini.

Permentan No. 37/Permentan/KB.120/6/2015 tentang Cara Produksi Kopi Luwak melalui Pemeliharaan Luwak yang Memenuhi Prinsip Kesejahteraan Hewan

Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 909 tentang Kementan, Kopi Luwak, Prinsip Kesejahteraan Hewan dan Cara Produksi