Dikirim oleh jogloabang pada 25 Des, 2012

Siapa bilang pemerintah butuh bantuan kita. Pemerintah punya segalanya untuk apa saja termasuk memberantas Korupsi. Masyarakat, Pemuda, Pelajar menggugat Korupsi?, memang hanya itu yang bisa dilakukannya. Namun dibalik itu, tanpa pemerintah yang berniat memberantas korupsi, apalah semua artinya?.

Pemerintah sebagai representasi memiliki segalanya, dikuatkan dengan berbagai peraturan yang dibuatnya sendiri, apalagi mereka punya tentara dan segala perlengkapan untuk menjalankan keijakannya. Uang, sumberdaya, alat informasi maupun surat-menyurat untuk menyuruh rakyat dan pegawainya tinggal ketok palu dan semua akan berjalan menurut kehendak pemerintah. Pemerintah memiliki sopir atau nakhoda? tentu para penguasa dengan politiknya beradu untuk mengejawantahkan mimpinya dalam membangun negeri ini, entah itu mimpi baik atau buruk, selama ini hanya yang baik yang diperlihatkan dan diyakini sehingga rakyat suka.

Apakah itu memuaskan semua keinginan dan cita-cta rakyat, sebagian ya sebagian lagi tentu tidak karena berbagai macam sisi kepuasan tentunya akan bertentangan. Satu terpuaskan satu pihak dan lain pihak lainnya pasti terlukai. Demikian terus begitu karena ada hitam putih, gelap terang, utara selatan, kiri kanan, tua muda, laki-laki perempuan dan banyak lagi. Lantas apa yang bisa dilakukan orang-orang tak berdaya, orang-orang yang hanya memlliki peduli dan rasa serta beberapa gelintir semangat?

Salah satu yang bisa dilakukan adalah mempergunjingkan, memupuk rasa peduli dan memberikan beberapa support semangat ataupun bukti-bukti semi akademis seperti dengan kumpul bersama untuk bersemiloka, berdiskusi sambil makan gorengan atau nonto film, bahkan jika sempat membuat film atau menarasi beberapa kejadian atau opinipun sah, dari masayarakat tak berdaya untuk masyarakat tak berdaya agar semakin berdaya dalam ketidakberdayaannya karena tak memiliki tempat apalagi daya dorong untuk memperbaiki keadaan secara resmi.

Untuk itulah kami mengundang para pemiarsa semua untuk hadir dan diskusi sambil menikmati suasana desa di Jogloabang, terbuka dan jika ingin lebih mendalam. Dipersilakan menyimak TOR terlampir atau mengikuti via online pada 31 Desember 2012 besuk.

 

Lampiran Ukuran
Pelajar Indonesia Gugat Korupsi (62.84 KB) 62.84 KB