Kepmendikbudristek 345/M/2022 tentang Mapel Pendukung Seleksi Prestasi

Menindaklanjuti Permendikbudristek Nomor 48 tahun 2022 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri dalam ketentuan Pasal 5 ayat (4) Menteri menyusun dan menerbitkan Kepmendikbudristek 345/M/2022 tentang Mapel Pendukung Seleksi Prestasi.

Kepmendikbudristek Nomor 345/M/2022 tentang Mata Pelajaran Pendukung Program Studi dalam Seleksi Nasional berdasarkan Prestasi dalam lampirannya berisikan rincian 59 kelompok program studi yang terbagi dalam rumpun keilmuan humaniora, ilmu sosial, ilmu alam, ilmu formal dan ilmu terapan. Terbagi dalam Mapel pendukung program studi dalam Kurikulum Merdeka, dan Kurikulum 2013. Pada mata pelajaran pendukung program studi kurikulum 2013 dibagi menjadi (3) tiga yakni mapel IPA, IPS dan Bahasa.

Dalam pers release Kemendikbudristek Nomor: 564 /sipers/A6/IX/2022 Merdeka Belajar Episode ke-22: Transformasi Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri menjadi Lebih Holistik, Inklusif dan Transparan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah melakukan berbagai transformasi Merdeka Belajar di semua jenjang, baik pendidikan dasar dan menengah hingga pendidikan tinggi guna mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila. Untuk menyelaraskan capaian perubahan tersebut, Kemendikbudristek telah menyusun arah baru transformasi dalam pendidikan tinggi salah satunya dengan meluncurkan Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh Dua: Transformasi Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Mas Menteri Nadiem Anwar Makarim mengatakan, “Arah baru transformasi seleksi masuk PTN dilakukan melalui lima prinsip perubahan, yaitu mendorong pembelajaran yang menyeluruh, lebih berfokus pada kemampuan penalaran, lebih inklusif dan lebih mengakomodasi keragaman peserta didik, lebih transparan, serta lebih terintegrasi dengan mencakup bukan hanya program sarjana, tetapi juga diploma tiga dan diploma empat/sarjana terapan,” tegas Mendikbudristek.

Hal ini disampaikan Menteri Nadiem Anwar Makarim saat peluncuran Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh Dua secara daring di Jakarta, Rabu 7 September 2022. Dikatakan Mendikbudristek, ada tiga transformasi seleksi masuk PTN. “Pertama, seleksi nasional berdasarkan prestasi, kemudian seleksi nasional berdasarkan tes, dan yang ketiga adalah seleksi secara mandiri oleh PTN,” tuturnya menggarisbawahi Permen yang baru saja dikeluarkannya yaitu Permendikbudristek 48 tahun 2022 tentang PMB PTN.

Seleksi nasional berdasarkan prestasi

Pada seleksi nasional berdasarkan prestasi, Mendikbudristek menjelaskan bahwa seleksi akan berfokus pada pemberian penghargaan tinggi atas kesuksesan pembelajaran yang menyeluruh di pendidikan menengah. Hal ini dilakukan melalui pemberian bobot minimal 50 persen untuk nilai rata-rata rapor seluruh mata pelajaran. Dengan pemberian bobot yang tinggi ini, diharapkan peserta didik terdorong untuk berprestasi di seluruh mata pelajaran secara holistik. Sedangkan untuk pembobotan sisanya, maksimal 50 persen diambil dari komponen penggali minat dan bakat. Hal ini bertujuan agar peserta didik terdorong untuk mengeksplorasi minat dan bakatnya secara lebih mendalam.

“Dengan demikian, peserta didik didorong untuk fokus pada keseluruhan pembelajaran serta menggali minat dan bakatnya sejak dini. Nantinya peserta didik diharapkan agar menyadari bahwa semua mata pelajaran adalah penting dan agar mereka membangun prestasinya sesuai minat dan bakat,” jelas Mendikbudristek.

Seleksi nasional berdasarkan prestasi menggantikan Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN). Sebelumnya, Mendikbudristek menyampaikan bahwa pada jalur SNMPTN calon mahasiswa dipisahkan berdasarkan jurusan di pendidikan menengah. “Padahal untuk sukses di masa depan peserta didik perlu memiliki kompetensi yang holistik dan lintas disipliner. Contohnya, seorang pengacara harus punya ilmu dasar tentang hukum, tetapi juga harus memiliki ilmu komunikasi yang jadi pembeda,” ujar Mendikbudristek.

Seleksi nasional berdasarkan tes

Transformasi seleksi nasional masuk PTN yang kedua adalah seleksi nasional berdasarkan tes. Nantinya, seleksi akan berfokus pada pengukuran kemampuan penalaran dan pemecahan masalah. Sebelumnya, diungkapkan Mendikbudristek bahwa pada jalur Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) ujian dilakukan dengan menggunakan banyak materi dari banyak mata pelajaran yang secara tidak langsung memicu turunnya kualitas pembelajaran dan peserta didik kurang mampu menjadi lebih sulit untuk dapat sukses pada jalur ini.

“Kali ini berbeda. Dalam seleksi ini, tidak ada lagi tes mata pelajaran, tetapi hanya tes skolastik yang mengukur empat hal yaitu potensi kognitif, penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia, dan literasi dalam bahasa Inggris. Soal pada seleksi ini akan menitikberatkan kemampuan penalaran peserta didik, bukan hafalan,” ungkap Mendikbudristek.

Dengan demikian, Mendikbudristek mengatakan bahwa skema seleksi menjadi lebih adil dan setiap peserta didik memiliki kesempatan untuk sukses pada jalur seleksi nasional berdasarkan tes. “Kerja sama antara peserta didik dan guru melalui pengasahan daya nalar akan meningkatkan kesuksesan peserta didik pada jalur seleksi berdasarkan tes,” imbuhnya.

Seleksi secara mandiri oleh PTN

Berikutnya, mekanisme ketiga dalam transformasi seleksi masuk PTN adalah melalui seleksi secara mandiri oleh PTN. Pada jalur ini, pemerintah mengatur agar seleksi diselenggarakan secara lebih transparan dengan mewajibkan PTN untuk melakukan beberapa hal sebelum dan setelah pelaksanaan seleksi secara mandiri.

Sebelum pelaksanaan seleksi secara mandiri, PTN wajib mengumumkan beberapa hal, antara lain jumlah calon mahasiswa yang akan diterima masing-masing program studi/fakultas; metode penilaian calon mahasiswa yang terdiri atas tes secara mandiri, kerja sama tes melalui konsorsium perguruan tinggi, memanfaatkan nilai dari hasil seleksi nasional berdasarkan tes, dan/atau metode penilaian calon mahasiswa lainnya yang diperlukan; serta besaran biaya atau metode penentuan besaran biaya yang dibebankan bagi calon mahasiswa yang lulus seleksi.

Lebih lanjut disampaikan Mendikbudristek, sesudah pelaksanaan seleksi secara mandiri PTN diwajibkan mengumumkan beberapa hal, antara lain jumlah peserta seleksi yang lulus seleksi dan sisa kuota yang belum terisi; masa sanggah selama lima hari kerja setelah pengumuman hasil seleksi; dan tata cara penyanggahan hasil seleksi.

Pelibatan masyarakat untuk transparasi dan akuntabilitas proses seleksi

Mendikbudristek juga mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam proses pengawasan, sehingga seleksi secara mandiri dapat terlaksana secara transparan dan akuntabel. Menurutnya, seleksi mandiri oleh PTN harus berdasarkan seleksi akademis dan dilarang dikaitkan dengan tujuan komersial. Dengan mekanisme baru ini, masyarakat dapat berperan aktif dalam mengawasi proses seleksi secara mandiri di PTN.

“Apabila memiliki bukti permulaan atas pelanggaran peraturan dalam proses seleksi, calon mahasiswa atau masyarakat dapat melaporkan melalui kanal pelaporan whistleblowing system Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek pada laman https://wbs.kemdikbud.go.id atau https://kemdikbud.lapor.go.id,” imbau Mendikbudristek.

Melalui transformasi seleksi masuk PTN yang lebih adil diharapkan akan mendorong perbaikan iklim pembelajaran di pendidikan menengah sehingga menghasilkan calon mahasiswa yang semakin kompeten. Menutup paparan, Mendikbudristek menyampaikan pesan. “Bangsa yang maju selalu dapat memberi kesempatan kepada orang yang memiliki bakat dan bekerja keras,” pungkasnya.

Kepmendikbudristek Nomor 345/M/2022 tentang Mata Pelajaran Pendukung Program Studi dalam Seleksi Nasional berdasarkan Prestasi ditetapkan Menteri Pendidikan, Kebudyaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim di Jakarta pada tanggal 6 September 2022. Teks dapat dibaca dan diunduh di tautan ini.

Kepmendikbudristek 345/M/2022 tentang Mapel Pendukung Seleksi Prestasi

Latar Belakang

Pertimbangan Kepmendikbudristek 345/M/2022 tentang Mapel Pendukung Seleksi Prestasi adalah untuk melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (4) Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 48 Tahun 2022 tentang Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 48 Tahun 2022 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 843), perlu menetapkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tentang Mata Pelajaran Pendukung Program Studi dalam Seleksi Nasional berdasarkan Prestasi.

Dasar Hukum

Dasar hukum Kepmendikbudristek 345/M/2022 tentang Mapel Pendukung Seleksi Prestasi adalah:

  1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336);
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 16, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5500);
  3. Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2021 tentang Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 165);
  4. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 28 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 963);
  5. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 48 Tahun 2022 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 843);

Isi Kepmendikbudristek 345/M/2022

Berikut adalah isi Kepmendikbudristek Nomor 345/M/2022 tentang Mata Pelajaran Pendukung Program Studi dalam Seleksi Nasional berdasarkan Prestasi, bukan format asli:

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI TENTANG MATA PELAJARAN PENDUKUNG PROGRAM STUDI DALAM SELEKSI NASIONAL BERDASARKAN PRESTASI

KESATU :

Menetapkan mata pelajaran pada jenjang pendidikan menengah yang merupakan mata pelajaran pendukung program studi sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.

KEDUA :

Mata pelajaran pendukung sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU merupakan salah satu komponen seleksi nasional berdasarkan prestasi.

KETIGA :

Mata pelajaran pada jenjang pendidikan menengah sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU merupakan mata pelajaran yang terdapat dalam:

  1. Kurikulum Merdeka; dan
  2. Kurikulum 2013.

KEEMPAT :

Salah satu komponen seleksi nasional berdasarkan prestasi sebagaimana dimaksud pada Diktum KEDUA dihitung berdasarkan nilai rapor paling banyak 2 (dua) mata pelajaran pendukung Program Studi yang dituju, portofolio, dan/atau prestasi dengan rentang bobot penilaian 0% (nol persen) sampai dengan 50% (lima puluh persen).

KELIMA :

Komponen dalam Seleksi Nasional berdasarkan Prestasi sebagaimana dimaksud pada Diktum KEDUA termasuk kriteria dan penetapan hasil kelulusan seleksi nasional berdasarkan prestasi pada program peminatan matematika dan ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan bahasa yang menggunakan Kurikulum 2013 ditetapkan oleh perguruan tinggi negeri.

KEENAM :

Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Demikianlah bunyi Kepmendikbudristek 345/M/2022 tentang Mapel Pendukung Seleksi Prestasi. Dibawah ini adalah daftar mata pelajaran pendukung program studi yang merupakan lampiran Kepmendikbudristek Nomor 345/M/2022 tentang Mata Pelajaran Pendukung Program Studi dalam Seleksi Nasional berdasarkan Prestasi.

DAFTAR MATA PELAJARAN PENDUKUNG PROGRAM STUDI

RUMPUN NO. PRODI MAPEL MERDEKA MAPEL 2013
IPA IPS BAHASA
HUMANIORA 1. Seni Seni Budaya Seni Budaya Seni Budaya Seni Budaya
  2. Sejarah Sejarah Sejarah Indonesia Sejarah Indonesia Sejarah Indonesia
  3. Linguistik Bahasa Indonesia dan/atau Bahasa Inggris Bahasa Indonesia dan/atau Bahasa Inggris Bahasa Indonesia dan/atau Bahasa Inggris Bahasa Indonesia dan/atau Bahasa Inggris
  4. Susastra atau Sastra Bahasa Indonesia dan/atau Bahasa Asing yang relevan Bahasa Indonesia dan/atau Bahasa Asing yang relevan Bahasa Indonesia dan/atau Bahasa Asing yang relevan Bahasa Indonesia dan/atau Bahasa Asing yang relevan
  5. Filsafat Sosiologi Sejarah Indonesia Sosiologi Sosiologi Antropologi
ILMU SOSIAL 6. Sosial Sosiologi Sejarah Indonesia Sosiologi Antropologi
  7. Ekonomi Ekonomi dan/atau Matematika Matematika Ekonomi dan/atau Matematika Matematika
  8. Pertahanan Pendidikan Pancasila PPKn PPKn PPKn
  9. Psikologi Sosiologi dan/atau Matematika Matematika Sosiologi dan/atau Matematika Matematika
ILMU ALAM 10. Kimia Kimia Kimia Matematika Matematika
  11. Ilmu atau Sains Kebumian Fisika dan/atau Matematika tingkat lanjut Fisika dan/atau Matematika dari kelompok peminatan MIPA Matematika Matematika
  12. Ilmu atau Sains Kelautan Biologi Biologi Matematika atau Geografi Matematika
  13. Biologi Biologi Biologi Matematika Matematika
  14. Biofisika Fisika Fisika Matematika Matematika
  15. Fisika Fisika FIsika Matematika Matematika
  16. Astronomi Fisika dan/atau Matematika tingkat lanjut Fisika dan/atau Matematika dari kelompok peminatan MIPA Matematika Matematika
ILMU FORMAL 17. Komputer Matematika tingkat lanjut Matematika dari kelompok peminatan MIPA Matematika Matematika
  18. Logika Matematika tingkat lanjut Matematika dari kelompok peminatan MIPA Matematika Matematika
  19. Matematika Matematika tingkat lanjut Matematika dari kelompok peminatan MIPA Matematika Matematika
ILMU TERAPAN 20. Ilmu dan Sains Pertanian Biologi Biologi Matematika Matematika
  21. Peternakan Biologi Biologi Matematika Matematika
  22. Ilmu atau Sains Perikanan Biologi Biologi Matematika Matematika
  23. Arsitektur Matematika dan/atau Fisika Matematika dan/atau Fisika Matematika Matematika
  24. Perencanaan Wilayah Ekonomi dan/atau Matematika Matematika Ekonomi dan/atau Matematika Matematika
  25. Desain Seni Budaya dan/atau Matematika Seni Budaya dan/atau Matematika Seni Budaya dan/atau Matematika Seni Budaya dan/atau Matematika
  26. Ilmu atau Sains Akuntansi Ekonomi Matematika Ekonomi Matematika
  27. Ilmu atau Sains Manajemen Ekonomi Matematika Ekonomi Matematika
  28. Logistik Ekonomi Matematika Ekonomi Matematika
  29. Administrasi Bisnis Ekonomi Matematika Ekonomi Matematika
  30. Bisnis Ekonomi Matematika Ekonomi Matematika
  31. Ilmu atau Sains Komunikasi Sosiologi Bahasa Indonesia Sosiologi Antropologi
  32. Pendidikan Paling banyak 1 mata pelajaran pendukung dengan program studi kependidikannya Paling banyak 1 mata pelajaran pendukung dengan program studi kependidikannya Paling banyak 1 mata pelajaran pendukung dengan program studi kependidikannya Paling banyak 1 mata pelajaran pendukung dengan program studi kependidikannya
  33. Teknik atau Rekayasa Fisika/Kimia dan/atau Matematika tingkat lanjut / Matematika dari kelompok peminatan MIPA Fisika / Kimia dan/atau Matematika dari kelompok peminatan MIPA Matematika Matematika
  34. Ilmu atau Sains Lingkungan Biologi Biologi Matematika Matematika
  35. Kehutanan Biologi Biologi Matematika Matematika
  36. Ilmu atau Sains Kedokteran Biologi dan/atau Kimia Biologi dan/atau Kimia Matematika Matematika
  37. Ilmu atau Sains Kedokteran Gigi Biologi dan/atau Kimia Biologi dan/atau Kimia Matematika Matematika
  38. Ilmu atau Sains Veteriner Biologi dan/atau Kimia Biologi dan/atau Kimia Matematika Matematika
  39. Ilmu Farmasi Biologi dan/atau Kimia Biologi dan/atau Kimia Matematika Matematika
  40. Ilmu atau Sains Gizi Biologi dan/atau Kimia Biologi dan/atau Kimia Matematika Matematika
  41. Kesehatan Masyarakat Biologi Biologi Matematika atau Sosiologi Matematika
  42. Kebidanan Biologi Biologi Matematika atau Sosiologi Matematika
  43. Keperawatan Biologi Biologi Matematika Matematika
  44. Kesehatan Biologi Biologi Matematika Matematika
  45. Ilmu atau Sains Informasi Matematika tingkat lanjut Matematika dari kelompok peminatan MIPA Matematika Matematika
  46. Hukum Sosiologi dan/atau Pendidikan Pancasila PPKn Sosiologi dan/atau PPKn PPKn
  47. Ilmu atau Sains Militer Sosiologi PPKn Sosiologi PPKn
  48. Urusan Publik Sosiologi PPKn Sosiologi PPKn
  49. Ilmu atau Sains Keolahragaan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dan/atau Biologi Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dan/atau Biologi PJOK PJOK
  50. Pariwisata Ekonomi Matematika Ekonomi Matematika
  51. Transportasi Matematika tingkat lanjut Matematika dari kelompok peminatan MIPA Matematika Matematika
  52. Bioteknologi, Bio kewirausahaan, Bioinformatika Biologi dan/atau Matematika Biologi dan/atau Matematika Matematika Matematika
  53. Geografi, Geografi Lingkungan, Sains Informasi Geografi Geografi dan/atau Matematika Fisika dan/atau Matematika Fisika dan/atau Matematika Matematka
  54. Informatika Medis atau Informatika Kesehatan Biologi dan/atau Matematika Tingkat Lanjut Biologi dan/atau Matematika dari kelompok peminatan MIPA Matematika Matematika
  55. Konservasi Biologi, Konservasi Hewan Liar, Konservasi Hewan Liar dan Hutan, Konservasi Hutan, Konservasi Sumber Daya Alam Biologi Biologi Matematika Matematika
  56. Teknologi Pangan, Teknologi Hasil Pertanian/ Peternakan/ Perikanan Kimia dan/atau Biologi Kimia dan/atau Biologi Matematika Matematika
  57. Sains Data Matematika tingkat lanjut Matematika dari kelompok peminatan MIPA Matematika Matematika
  58. Sains Perkopian Biologi Biologi Matematika Matematika
  59. Sains Humanitas Sosiologi PPKn Sosiologi Antropologi

Demikianlah bunyi daftar mata pelajaran pendukung program studi yang merupakan lampiran Kepmendikbudristek Nomor 345/M/2022 tentang Mata Pelajaran Pendukung Program Studi dalam Seleksi Nasional berdasarkan Prestasi.