Mengenal Anak TK

Tulisan Mengenal Anak TK ini bersumber pada Pedoman Pembinaan Kesehatan Anak Didik Taman Kanak-Kanak yang merupakan Lampiran I dari Permenkes Nomor 66 tahun 2014 tentang Pemantauan Pertumbuhan, Perkembangan, dan Gangguan Tumbuh Kembang Anak.

Dalam peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0486/U/1992 tentang Taman Kanak-kanak menjelaskan bahwa pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) bertujuan membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan Iingkungannya serta untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya.

Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan menyebutkan bahwa kesehatan anak diselenggarakan untuk peningkatan kesehatan anak sejak dalam kandungan, masa bayi, balita, usia prasekolah dan usia sekolah.

Agar diperoleh kondisi kesehatan yang maksimal pada anak didik TK maka pembinaan kesehatan bagi mereka menjadi hal yang penting di samping pemenuhan kebutuhan akan gizi yang seimbang dan pelayanan kesehatan sesuai yang dibutuhkan termasuk stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembangnya.

Pedoman Pembinaan Kesehatan Anak Didik TK ditujukan bagi guru TK/RA dan petugas kesehatan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan mereka akan hal-hal yang terkait dengan kesehatan anak didik dengan penekanan pada upaya promotif dan preventif.

Mengenal Anak TK

Anak didik TK adalah anak berumur 4-6 tahun. Pada masa ini anak sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang cepat, serta peka bagi peletakan dasar-dasar kepribadian. Masa ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, karena masa ini dapat sangat menentukan kualitas manusia dimasa depan.

Ciri Anak Sehat

  1. Rambut bersih dan mengkilap, tidak kotor, tidak kusam, tidak berketombe, tidak ada kutu.
  2. Mata bersih dan bersinar, tidak merah, tidak bengkak, tidak gatal dan tidak nyeri/sakit.
  3. Telinga bersih dan sehat, tidak berbau, tidak keluar cairan dari lubang telinga dan tidak ada keluhan sakit telinga.
  4. Hidung bersih, tidak ada ingus, tidak mudah berdarah/mimisan. Rongga mulut bersih, nafas tidak bau, gusi tidak mudah berdarah, tidak ada sariawan.
  5. Gigi geligi bersih, tidak berlubang, tidak ada keluhan sakit gigi.
  6. Bibir dan lidah tampak segar, bersih, tidak pucat, tidak kering dan tidak pecah-pecah.
  7. Leher berkulit bersih, tidak bersisik, tidak ada benjolan, tidak ada bercak putih, panu, atau kadas, dan tidak gatal.
  8. Tangan bersih, kuku pendek bersih, kulit bersih tidak bersisik, tidak ada luka, tidak ada bisul, tidak ada koreng
  9. Badan bersih, kulit bersih tidak bersisik, tidak ada bercak putih, tidak ada luka atau bisul, tidak ada benjolan.
  10. Kaki bersih, kuku pendek dan bersih, kulit tidak bersisik, tidak ada bercak putih, tidak ada luka atau borok.

Disamping ciri fisik tersebut status gizi dan tingkat perkembangan anak menunjukkan tanda-tanda :

  1. Tumbuh proporsional (berat badan dan tinggi badan sesuai umur), tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus dan gizi anak baik.
  2. Tahapan perkembangan tidak terlambat, kemampuan motorik, kognitif dan afeksi, sosialisasi dan kemandirian anak sesuai dengan umurnya.
  3. Tampak aktif/gesit dan gembira tidak lesu, tidak murung dan tidak pemarah.
  4. Mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya, tidak cengeng dan tidak rewel. Anak tidak mempunyai masalah kejiwaan dan kelainan perilaku.
  5. Tidak menderita penyakit seperti batuk pilek, mencret, penyakit telinga, mata dan kulit.

Karakteristik Anak Didik TK

1. Usia 4-5 Tahun

Pada usia ini pertumbuhan otot kaki sudah lebih sempuma, sehingga gerakannya lebih lancar dan terkoordinasi. Anak sudah dapat melakukan gerakan seperti melompat dan berdiri di atas satu kaki dalam waktu cukup lama. la juga sudah mampu melempar bola dan menguntai manik-manik.

Rasa ingin tahunya besar, anak makin sering mengajukan pertanyaan mengenai asal mula dan sebab-akibat suatu hal. Ia sudah dapat membedakan antara "satu" dan "banyak", namun masih sangat terbatas dalam memahami jumlah.

Anak mulai belajar memahami kemajemukan alam dan lingkungan sosial. Anak perlu diberi kesempatan menikmati berbagai macam lingkungan dan berinteraksi dengan banyak orang.

Orang berpikir anak belum terarah dan pemahaman konsep angka dan waktu masih terbatas, contoh menggambar rumah, benda yang terdapat di dalamnya digambar jelas. Hal ini menunjukkan daya sintesa anak masih terbatas. Anak juga belum dapat memisahkan antara dirinya dan alam sekitarnya.

Ia menyukai permainan kata-kata, meskipun berbicara dalam tata bahasa kacau yang timbul dari pola pikir abstrak atau khayalan. la belum dapat membedakan cerita sungguhan dan cerita khayalan.

Anak menjadi lebih mampu menahan dan mengendalikan diri, misalnya duduk diam menyelesaikan tugas dengan tertib. Ia juga mampu mengurus dirinya sendiri, misalnya makan, menyisir rambut dan memakai pakaian sendiri. Pujian dan kritik sangat berarti bagi anak pada usia ini.

Tugas perkembangan anak usia 4-5 tahun meliputi 4 aspek:

  1. Motorik kasar dan halus, seperti:
    1. Berdiri 1 kaki 6 detik
    2. Melompat-lompat 1 kaki
    3. Menari
    4. Menggambar tanda silang
    5. Menggambar lingkaran
    6. Menggambar orang dengan tiga bagian tubuh
  1. Kemampuan berbahasa, kognitif seperti:
    1. Menyebut nama lengkap tanpa dibantu
    2. Senang menyebut kata-kata baru
    3. Senang bertanya tentang sesuatu
    4. Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar
    5. Bicaranya mudah dimengerti
    6. Bisa membandingkan/membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya
    7. Menyebut angka, menghitung jari
    8. Menyebut nama-nama hari
  1. Emosi dan psiko-sosial, seperti Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu
  1. Kemandirian, seperti:
    1. Berpakaian sendiri tanpa dibantu
    2. Menggosok gigi tanpa dibantu

2. Usia 5-6 Tahun

Anak pada usia ini telah mempunyai gerakan yang lebih terkontrol. Keseimbangannya lebih baik, tubuhnya lentur, gerakannya halus dan tepat. sehingga sudah dapat diajari menari.

Perkembangan bahasanya bertambah baik. Bila ia mengajukan pertanyaan biasanya bertujuan untuk mencari informasi, bukan sekedar basa-basi. Pertanyaan yang diajukan lebih baik, berkualitas susunan kalimatnya serta bervariasi.

Anak mulai mandiri dan matang untuk menyesuaikan dengan lingkungan. Sikapnya lebih serius dan sabar, serta mempunyai rasa bangga akan dirinya. la sudah biasa bermain dan berkawan. Jarang berkelahi, namun belum dapat bekerja sama. Anak mulai peka terhadap situasi sosial, dan mulai merasakan malu. Mengenal perbedaan kelamin dan status, serta menginginkan diperlakukan seperti orang dewasa.

Anak pada usia ini sudah dapat memecahkan persoalan sederhana. la sudah mulai terarah secara intelektual, tetapi cara berfikirnya masih kekanak-kanakan. Cara kerjanya lebih terarah dan efisien. sehingga tidak banyak membuat kesalahan bila diberi tugas sederhana. la dapat berhitung sampai 20, menyebut usia, mengenal waktu mengingat tempat, dan mengikuti irama. la dapat menceritakan kembali yang pernah didengarnya dengan urutan yang benar. Anak mulai tidak menyukai cerita khayal.

Tugas perkembangan anak meliputi 4 aspek yaitu :

  1. Motorik kasar dan halus, seperti :
    1. Berjalan lurus
    2. Berdiri dengan 1 kaki selama 11 detik
    3. Menggambar dengan 6 bagian, menggambar orang lengkap
    4. Menangkap bola kecil dengan kedua tangan
    5. Menggambar segi empat
  2. Kemampuan berbahasa dan kognitif, seperti :
    1. Mengerti arti lawan kata
    2. Mengerti pembicaraan yang menggunakan 7 kata atau lebih
    3. Menjawab pertanyaan tentang benda terbuat dari apa dan kegunaannya
    4. Mengenal angka, bisa menghitung angka 5 – 10
    5. Mengenal warna-warni
  3. Emosi dan psiko-sosial, seperti :
    1. Mengungkapkan simpati
    2. Mengikuti aturan main
  4. Kemandirian, seperti : Berpakaian sendiri tanpa dibantu

Faktor yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Kesehatan dan Kecerdasan Anak Didik

Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang. kesehatan dan kecerdasan anak didik antara lain:

  1. Faktor gizi.
  2. Faktor pelayanan kesehatan.
  3. Faktor lingkungan baik fisik maupun sosial.
  4. Faktor perilaku.

Agar anak dapat tumbuh kembang secara optimal diperlukan kondisi yang mendukung antara lain:

  1. Hubungan anggota keluarga dan lingkungan keluarga yang memberikan kasih sayang dan perasaan aman.
  2. Keadaan fisik mental dan sosial yang sehat.
  3. Terjangkau oleh pelayanan kesehatan.
  4. Makanan yang cukup dan bergizi seimbang.
  5. Anak mendapat kesempatan memperoleh stimulasi tumbuh kembang dan pendidikan dini di keluarga dan masyarakat.
  6. Anak mempunyai kesempatan melakukan kegiatan yang sesuai dan menarik minat anak.
  7. Memberi kesempatan anak bermain permainan yang merangsang perkembangan anak.

Demikianlah mengenal anak TK dalam Permenkes Nomor 66 tahun 2014 tentang Pemantauan Pertumbuhan, Perkembangan, dan Gangguan Tumbuh Kembang Anak.