Keppres 2 tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara

Kita mengenal Serangan Umum 1 Maret 1949 sebagai peristiwa sejarah yang sangat melekat pada kemerdekaan kita. Hari Serangan Oemoem 1 Maret sekarang mendapatkan rekognisi baru dalam Keputusan Presiden. Yaitu Keppres 2 tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara.

Keputusan Presiden Nomor 2 tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara dikeluarkan Presiden Joko Widodo pada tanggal 24 Februari 2022. Dan bukan merupakan hari libur atau tanggal merah.

Serangan Oemoem 1 Maret yang juga merupakan hari Jogja Kembali merupakan peristiwa besar berskala internasional yang memperdengarkan dan membuka mata dunia internasional bahwa Indonesia 1945 masih ada dan berjuang memperjuangkan dirinya. Hari Penegakan Kedaulatan Negara cukup merupakan frasa yang pas mewakili perjuangan para pahlawan di hari tersebut.

Keputusan Presiden Nomor 2 tahun 2022
tentang
Hari Penegakan Kedaulatan Negara

Latar Belakang

Pertimbangan dikeluarkannya Keppres 2 tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara adalah:

  1. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 adalah negara yang merdeka dan berdaulat sehingga dapat mewujudkan tujuan bernegara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yaitu untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial;

  2. bahwa setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 upaya bangsa Indonesia untuk memperoleh pengakuan kedaulatan dari dunia internasional mendapat perlawanan dari Belanda dengan melakukan agresi militer dan propaganda politik di Perserikatan Bangsa-Bangsa;

  3. bahwa peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 yang digagas oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan diperintahkan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman serta disetujui dan digerakkan oleh presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta dan didukung oleh Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, laskar-laskar perjuangan rakyat, dan segenap komponen bangsa Indonesia lainnya, merupakan bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang mampu menegakkan kembali eksistensi dan kedaulatan Negara Indonesia di dunia internasional serta telah berhasil menyatukan kembali kesadaran dan semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia;

  4. bahwa dalam rangka menanamkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa guna memperkuat kepribadian dan harga diri yang pantang menyerah, patriotik, rela berkorban, berjiwa nasional, dan berwawasan kebangsaan, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional, perlu menetapkan tanggal 1 Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara;

  5. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, perlu menetapkan Keputusan Presiden tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara;

Dasar Hukum

Dasar hukum penerbitan Keppres 2 tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara adalah Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Isi Keppres 2 tahun 2022

Berikut adalah isi Keputusan Presiden Nomor 2 tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara, bukan format asli:

KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG HARI PENEGAKAN KEDAULATAN NEGARA

KESATU

Menetapkan tanggal 1 Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara.

KEDUA

Hari Penegakan Kedaulatan Negara bukan merupakan hari libur.

KETIGA

Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Demikianlah bunyi Keputusan Presiden Nomor 2 tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara.