Avatar profijo
Posted by profijo

Kantuk sudah sedari tadi enyah dari pelupuk mata, namun kelopak ini masih bersikukuh untuk terus mengatup. Teramat enggan menatap mentari pagi ini, karena itu berarti perpisahan yang harus segera dijalani. Kedua lengan sengaja menindih kedua mata, bukan sekedar memaksa tidur kembali menggelayuti, namun lebih untuk menekan kran air mata yang mulai terbuka. Sampai bisik lembut menelusup di liang telinga "Kita mesti mengejar DAMRI".

Dan selanjutnya, di kamar itu....di taksi itu...di bus itu......di bandara itu...Segala canda yang terlontar, hanyalah pengalih yang tak ampuh. Terasa kaku dan kikuk disiram dengan senyum dan tawa hambar penuh keterpaksaan. Aku tahu, ketidakrelaan begitu kental membalut 2 hati yang pagi ini tak berwarna. Pucat. Takut bandara ini kan menjadi jurang pemisah lagi seperti waktu-waktu yang telah berlalu.

....................................................................................................

Dan ketika roda pesawat terlipat, hatiku lega....air mata ini tak kan terlihat olehnya....