Avatar jogloabang
Posted by jogloabang on December 16, 2017
Kyai Haji Hasyim Asy'ari

Buku Kyai Haji Hasyim Asy'ari : Pengabdian Seorang Kyai untuk Negeri adalah salah satu buku koleksi Museum Kebangkitan Nasional dan diterbitkan oleh Museum Kebangkitan Nasional Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI tahun 2017. Dalam rangka pameran tokoh Kyai Haji Hasyim Asy'ari sekaligus untuk penyebarluasan informasi tentang sejarah pergerakan nasional bangsa Indonesia. Buku Hasyim Asy'ari ini dikeroyok oleh para tokoh dari NU yaitu Ahmad Baso dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia PBNU, Agus Sunyoto dari Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia Nahdlatul Ulama dan Rijal Mummaziq dari STAI Al-Afalah Assunniyyah..

Dalam Pengantar buku Kyai Haji Hasyim Asy'ari : Pengabdian Seorang Kyai untuk Negeri dikatakan bahwa buku ini menyajikan informasi tentang pemikiran dan perjuangan Kyai Haji Hasyim Asy'ari secara lebih dalam termasuk informasi-informasi yang hanya beredar di kalangan santri. Dengan demikian suri tauladan Kyai Haji Hasyim Asy'ari dapat di konsumsi oleh khalayak ramai terutama generasi muda agar lebih dalam lagi mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kata Pengantar yang bermakna dalam dari Kepala Museum Kebangkitan Nasional R. Tjahjopurnomo.

Buku Kyai Haji Hasyim Asy'ari : Pengabdian Seorang Kyai untuk Negeri didalamnya adalah tulisan Ahmad Baso yang berjudul , K Ng H Agus Sunyoto menulis dengan judul KH. Hasyim Asy'ari, Sang Ulama Pemikir dan Pejuang kemudian Rijal Mummazig menulis tentang Resolusi Jihad dan Pengaruhnya dalam Kemerdekaan RI.

Dalam buku Kyai Haji Hasyim Asy'ari : Pengabdian Seorang Kyai untuk Negeri juga terdapat lampiran Naskah Seminar KH. Hasyim Asy'ari dari K Ng H Agus Sunyoto dengan judul "KH. Hasyim Asy'ari, Teladan dan Panutan Warga NU", Ahmad Zubaidi seorang Dosen UIN Jakarta dengan naskah berjudul "Kontribusi Hadratusy Syeikh KH. Hasyim Asy'ari Dalam Menegakkan NKRI" dan Salahuddin Wahid, Pengasuh Pesantren Tebuireng dengan naskah yang berjudul "Mengenal Lebih Dekat KH. Hasyim Asy'ari"