Upacara dan Sambutan Hari Santri 2022

Sekjen Kementerian Agama menerbitkan Surat Edaran untuk Upacara dan Sambutan Hari Santri 2022. SE 27 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hari Santri 2022 ditujukan kepada Inspektur Jenderal; Direktur Jenderal; Kepala Badan; Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri Agama; Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam; Kepala Biro/Pusat pada Sekretariat Jenderal; Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi; Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota; Kepala Unit Pelaksana Teknis; Kepala Madrasah; Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan; dan Pegawai Kementerian Agama.

Pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hari Santri 2022

Adapun SE 27 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hari Santri 2022 secara umum menjelaskan tentang bahwa dalam rangka memperingati Hari Santri 2022, Menteri Agama telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE. 13 Tahun 2022 tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2022. Untuk menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Agama tersebut, Kemenag perlu mengeluarkan Surat Edaran Sekretaris Jenderal tentang Pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hari Santri 2022.

Maksud dan Tujuan SE 27 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hari Santri 2022 adalah untuk memberikan panduan dalam melaksanakan upacara bendera peringatan Hari Santri 2022. Dengan ruang lingkup untuk mengatur ketentuan mengenai pelaksanaan upacara bendera peringatan Hari Santri 2022 dengan penerapan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19).

Dasar hukum SE 27 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hari Santri 2022 adalah :

  1. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.
  2. Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri.
  3. Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Desease (COVID-19).
  4. Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Corona Virus Desease (COVID-19).
  5. Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE. 13 Tahun 2022 tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2022.

Ketentuan dalam SE 27 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hari Santri 2022 adalah:

  1. Upacara Bendera Peringatan Hari Santri 2022 dilaksanakan secara serentak pada tanggal 22 Oktober 2022 dengan tema "Berdaya Menjaga Marta bat Kemanusiaan".
  2. Sambutan Menteri Agama yang akan dibacakan pada Upacara Peringatan Hari Santri 2022 dapat diunduh melalui tautan: https: //kemenag.go.id/archive/ edaran-upacara-bendera-peringatan-hari-santri-2022
  3. Upacara Bendera Peringatan Hari Santri 2022 pada Kementerian Agama Pusat dilaksanakan di halaman Kantor Kementerian Agama Jl. Lapangan Banteng Barat Nomor 3-4 Jakarta Pusat, dimulai pukul 08.00 WIB dan disiarkan secara langsung melalui kanal media sosial Kementerian Agama.
  4. Peserta upacara menggunakan sarung, atasan putih, berpeci hitam bagi laki-laki, dan untuk perempuan dapat menyesuaikan.
  5. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota agar menginformasikan kepada Pimpinan Pesantren dan Pimpinan Pendidikan Keagamaan Islam di wilayahnya mengenai pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hari Santri 2022.
  6. Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kepala Unit Pelaksana Teknis, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan, dan Kepala Madrasah mempublikasikan pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hari Santri 2022 di website, media sosial, atau media lainnya.
  7. Upacara Bendera Peringatan Hari Santri 2022 dilaksanakan dengan Protokol Kesehatan dalam rangka pencegahan dan pengendalian COVID-19.

Demikianlah SE 27 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hari Santri 2022 yang dikeluarkan di Jakarta pada tanggal 10 Oktober 2022 oleh Sekjen Kemenag Nizar.

Berikut di bawah ini adalah Sambutan Menag untuk Upacara Hari Santri 22 Oktober tahun 2022 di Jakarta.

Sambutan Menteri Agama pada Upacara Hari Santri 22 Oktober 2022

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saudara-saudara santri di seluruh Tanah Air yang saya banggakan. Dalam suasana memperingati Hari Santri tanggal 22 Oktober 2022, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, semoga rahmat, berkah, dan perlindungan-Nya senantiasa menyertai kita semua.

Saudara-saudara sekalian,

Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Penetapan 22 Oktober merujuk pada tercetusnya "Resolusi Jihad" yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi Jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 Nopember 1945 yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan.

Sejak ditetapkan pada tahun 2015, kita pada setiap tahunnya selalu rutin menyelenggarakan peringatan Hari Santri dengan tema yang berbeda. Untuk tahun 2022 ini, peringatan Hari Santri mengangkat tema Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan.

Maksud tema Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan adalah bahwa santri dalam kesejarahannya selalu terlibat aktif dalam setiap fase perjalanan Indonesia. Ketika Indonesia memanggil, santri tidak pernah mengatakan tidak. Santri dengan berbagai latar belakangnya siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara.

Dulu, ketika Indonesia masih dijajah, para santri turun ke medan laga, berperang melawan penjajah. Menggunakan senjata bambu runcing yang terlebih dahulu didoakan Kiai Subchi Parakan Temanggung, mereka tidak gentar melawan musuh.

Di Surabaya, Resolusi Jihad yang digelorakan Kiai Hasyim Asy'ari membakar semangat pemuda-pemuda Surabaya melawan Belanda. Di Semarang, ketika pecah pertempuran lima hari di Semarang, para santri juga turut berada di garda depan perjuangan. Di tempat lainnya sama. Santri selalu terlibat aktif dalam peperangan melawan penjajah.

Pada masa ketika Indonesia sudah memproklamirkan diri sebagai negara yang merdeka, santri juga tidak absen. KH. Wahid Hasyim, ayah KH Abdurrahman Wahid, adalah salah satu santri yang terlibat secara aktif dalam pemerintahan di awal-awal kemerdekaan. Dialah, bersama santri-santri, dan tokoh-tokoh agama lainnya turut memperjuangkan kemaslahatan umat agama-agama di Indonesia.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Pascakemerdekaan Indonesia, santri lebih semangat lagi memenuhi panggilan Ibu Pertiwi. Mereka tidak asyik dengan dirinya sendiri, tetapi terlibat secara aktif di dunia perpolitikan, pendidikan, sosial, ekonomi dan ilmu pengetahuan, selain juga agama.

Catatan-catatan di atas menunjukkan bahwa santri dengan segala kemampuannya bisa menjadi apa saja. Sehingga mengasosiasikan santri hanya dengan bidang ilmu keagamaan saja tidaklah tepat. Santri sekarang telah merambah ke berbagai bidang profesi, memiliki keahlian bermacam-macam, bahkan mereka menjadi pemimpin negara.

Meski bisa menjadi apa saja, santri tidak melupakan tugas utamanya, yaitu menjaga agama itu sendiri. Santri selalu mengedepankan nilai-nilai agama dalam setiap perilakunya. Bagi santri, agama adalah mata air yang selalu mengalirkan inspirasi-inspirasi untuk menjaga dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.

Menjaga martabat kemanusiaan atau hifdzunnafs adalah salah satu tujuan diturunkannya agama di muka bumi (maqashid al-syariah). Tidak ada satu pun agama yang menyuruh pemeluknya untuk melakukan tindakan yang merusak harkat dan martabat manusia. Sebagai insan yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama, santri selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Santri senantiasa berprinsip bahwa menjaga martabat kemanusiaan adalah esensi ajaran agama. Apalagi di tengah kehidupan Indonesia yang sangat majemuk. Bagi santri, menjaga martabat kemanusiaan juga berarti menjaga Indonesia.

Hadirin yang berbahagia,

Peringatan Hari Santri bukanlah milik santri semata, hari santri adalah milik kita semua, milik semua komponen bangsa yang mencintai tanah air, milik mereka yang memiliki keteguhan dalam menjunjung nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, saya mengajak semua masyarakat Indonesia, apapun latar belakangnya, untuk turut serta ikut merayakan Hari Santri. Merayakan dengan cara napak tilas perjuangan santri menjaga martabat kemanusiaan untuk Indonesia.

Santri Indonesia yang saya banggakan,

Melalui momen Upacara Peringatan Hari Santri Tahun 2022 ini, mari kita bersama-sama mendoakan para pahlawan terutama dari kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama. Semoga arwah para pahlawan bangsa ditempatkan yang terbaik di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Amin.

Saya selaku Menteri Agama patut menyampaikan terima kasih juga kepada seluruh elemen masyarakat dari Sabang sampai Merauke yang hari ini sedang bersuka cita merayakan Peringatan Hari Santri 2022.

Mari kita kepalkan tangan dan bersama-sama mengucapkan:

HARI SANTRI 2022... BERDAYA MENJAGA MARTABAT KEMANUSIAAN....!!! (3 x)

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Demikian sambutan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada Upacara Hari Santri 22 Oktober 2022. Selamat Hari Santri 2022.

Lampiran Ukuran
SE 27 Tahun 2022 tentang Upacara Hari Santri 2022 (224.42 KB) 224.42 KB
Sambutan Menteri Agama pada Hari Santri 2022 (263.21 KB) 263.21 KB