Avatar jogloabang
Posted by jogloabang on October 28, 2019
Logo Peringatan Hari Pahlawan 2019 - Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Pahlawan tahun 2019

Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Pahlawan 2019 disusun oleh Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019. Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 ditetapkan dengan Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 101/HUK/2019 tentang Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 yang ditandatangani Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita pada tanggal 20 Agustus 2019, di Jakarta.

Unduh

  1. atau;
  2. atau;

Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 101/HUK/2019 tentang Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 tersebut berisi diantaranya:

  1. KESATU: Membentuk Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019, dengan susunan keanggotaan sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.
  2. KEDUA: Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU bertugas mempersiapkan dan menyelenggarakan Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019.
  3. KETIGA: Susunan keanggotaan Panitia Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 untuk setiap daerah dan perwakilan Republik Indonesia dengan ketentuan:
    1. daerah provinsi ditetapkan oleh gubernur;
    2. daerah kabupaten/kota ditetapkan oleh bupati/wali kota; dan
    3. perwakilan Republik Indonesia di luar negeri ditetapkan oleh Kepala Perwakilan Republik Indonesia.
  4. KEEMPAT: Dalam melaksanakan tugasnya, Panitia Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 bertanggung jawab dengan menyampaikan laporan secara tertulis dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. panitia Pusat menyampaikan laporan kepada Menteri Sosial;
    2. panitia Daerah Provinsi menyampaikan laporan kepada gubernur dengan tembusan disampaikan kepada Menteri Sosial;
    3. panitia kabupaten/kota menyampaikan laporan kepada bupati/wali kota dengan tembusan disampaikan kepada gubernur; dan
    4. panitia perwakilan Republik Indonesia menyampaikan laporan kepada Menteri Luar Negeri dengan tembusan kepada Menteri Sosial.
  5. KELIMA: Dalam hal diperlukan kelengkapan Panitia Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019, akan ditetapkan oleh Ketua Umum Panitia.
  6. KEENAM: Semua pembiayaan sehubungan dengan ditetapkannya Keputusan Menteri ini dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial Tahun Anggaran 2019.
  7. KETUJUH : Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

Salinan Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 101/HUK/2019 tentang Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 tersebut diberikan kepada Presiden Republik Indonesia, Wakil Presiden Republik Indonesia, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Para Menteri Kabinet Kerja Periode 2014-2019, Panglima Tentara Nasional Indonesia, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Laut, Kepala Staf Angkatan Udara, Para Kepala Perwakilan Negara Republik Indonesia di Luar Negeri, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Para Gubernur Provinsi seluruh Indonesia, Para Pejabat Eselon I di lingkungan Kementerian Sosial, Para Pejabat Eselon II di lingkungan Kementerian Sosial, Para Bupati/Wali kota di seluruh Indonesia, dan Yang bersangkutan untuk diketahui dan dilaksanakan.

Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 101/HUK/2019 tentang Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 tersebut menunjuk Ketua Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia Saharto Sahardjo, SH, SpN, MBA sebagai Ketua Umum Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019. Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial, Pepen Nazaruddin, sebagai Penanggung Jawab Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019.

Pedoman Pelaksanaan Hari Peringatan Pahlawan tahun 2019 disusun dan diterbitkan oleh Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 dengan tertanda Ketua Umum Saharto Sahardjo, SH, SpN, MBA dan irektur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial, Pepen Nazaruddin.

Adapun isi Pedoman Pelaksanaan Hari Peringatan Pahlawan tahun 2019 adalah sebagai berikut:

Pedoman Pelaksanaan Hari Peringatan Pahlawan tahun 2019

  1. PENDAHULUAN

    Setiap tahun pada tanggal 10 November 1945 kita selalu memperingati Hari Pahlawan. Mengapa Hari Pahlawan perlu diperingati? Hari Pahlawan perlu diperingati karena pada tanggal tersebut rakyat dengan penuh semangat bersatu padu mengusir penjajah yang berniat menancapkan kembali kekuasaannya di Indonesia.

    Pada peristiwa heroik di Surabaya 1945 tersebut, banyak korban berjatuhan. Sehingga untuk mengenang kembali jasa dan perjuangan para pahlawan maka sudah selayaknya kita memperingati Hari Pahlawan dengan berbagai agenda kegiatan diantaranya melalui Upacara Bendera yang dilakukan oleh segenap elemen masyarakat baik di dalam maupun luar negeri.

    Peringatan Hari Pahlawan yang dilaksanakan kiranya tidak hanya bersifat seremonial semata, namun yang paling penting adalah bagaimana kita dapat mengambil makna yang terkandung di dalamnya. Apabila setiap insan memiliki kesadaran dan kemauan untuk mengimplementasikan nilai kepahlawanan maka hal tersebut dapat menjadi salah satu modal untuk membangun bangsa.

    Berkenaan dengan hal tersebut, pada Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 yang mengambil tema “Aku Pahlawan Masa Kini”, diharapkan setiap insan masyarakat Indonesia memiliki semangat kepahlawanan dan tergerak hatinya untuk berjuang membangun negeri sesuai kemampuan dan profesi masing-masing.

    Dengan menjadi Pahlawan Masa Kini, maka setiap insan masyarakat Indonesia kiranya dapat menjaga keharmonisan berbangsa dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

    Marilah menjadi Pahlawan Masa Kini, dengan berlomba-lomba menunjukkan prestasi yang membanggakan serta dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara, yang dapat dimulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal dan sebagainya. Kiranya Semangat Pahlawan selalu bersemayam di hati sanubari kita semua.


  2. DASAR HUKUM
    1. Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2015 tentang Pemerintah Daerah.
    2. Undang-Undang Nomor : 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial.
    3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar,Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.
    4. Peraturan Pemerintah Nomor : 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah Pusat dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom.
    5. Peraturan Pemerintah Nomor : 35 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor : 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan
    6. Keputusan Presien RI No. 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang bukan Hari Libur.
    7. Keputusan Presiden RI Nomor : 227 tahun 1963 tentang Peraturan Pahlawan Kemerdekaan Nasional.
    8. Keputusan Presiden RI Nomor : 228 Tahun 1963 tentang Peraturan Tata Cara Penetapan Pahlawan Kemerdekaan Nasional.
    9. Keputusan Presiden RI Nomor : 65 Tahun 1999 tentang Panitia Negara Perayaan Hari-Hari Nasional dan Penerimaan Kepala Negara/ Pemerintah Asing / Pimpinan Organisasi Internasional.
    10. Keputusan Presiden RI Nomor : 09 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen.
    11. Surat Menteri / Sekretaris Negara Nomor : B-329 / M-SESNEG / 8 / 74 tanggal 12 Agustus 1974 perihal Pelimpahan Pimpinan Pengendalian Peringatan Hari Pahlawan.
    12. Keputusan Menteri Sosial RI Nomor : HUK.3-48/108 Tahun 1975 tanggal 14 Juni 1975 tentang Penyelenggaraan Peringatan Hari Pahlawan 10 November yang pertama kali dilaksanakan oleh Departemen Sosial RI.
    13. Instruksi bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Menteri Sosial Nomor : 11 Tahun 1975, Nomor : 6/4/1975 dan Nomor : HUK/3-1-26/56 tanggal 29 April 1975 tentang Ziarah ke Taman Makam Pahlawan serta Museum-museum ABRI maupun Sipil bagi Pelajar dan Pramuka.
    14. Keputusan Menteri Sosial RI Nomor : 22/HUK/1997, tanggal 13 Mei 1997 tentang Pembinaan Nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kepeloporan.
    15. Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 14 tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Sosial RI.
    16. Keputusan Menteri Sosial RI Nomor : 101/HUK/2019 tanggal 20 Agustus 2019 tentang Panitia Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019.
    17. Telex Menteri Luar Negeri RI Nomor : tanggal tentang Penyelenggaraan Kegiatan Peringatan Hari Pahlawan 2019
    18. Telex Menteri Dalam Negeri RI Nomor : 003.1/11032/SJ tanggal 08 Oktober 2019 tentang Peringatan Hari Pahlawan di Daerah.

  3. MAKSUD DAN TUJUAN
    1. Maksud:

      Mengenang dan menghormati perjuangan para pahlawan dan pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan.

    2. Tujuan:
      1. Membangun ingatan kolektif untuk menggerakan kesadaran berbangsa dan bernegara yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
      2. Memperkokoh Nilai-nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial demi tegak dan utuhnya NKRI.
      3. Meningkatkan kebanggaan sebagai bangsa dan negara Indonesia.

  4. ALTERNATIF TEMA

    “ AKU PAHLAWAN MASA KINI “


  5. PENYELENGGARAAN
    1. Kepanitiaan
      1. Di Pusat

        Panitia Peringatan Hari Pahlawan ditetapkan dengan Keputusan Menteri Sosial RI yang keanggotaannya terdiri dari unsur Lembaga Pemerintah/Instansi terkait, Organisasi Sosial Kemasyarakatan serta unsur terkait lainnya.


      2. Di Daerah

        Panitia Peringatan Hari Pahlawan di Provinsi ditetapkan oleh Gubernur dan di Kabupaten / Kota ditetapkan oleh Bupati/ Walikota setempat.


      3. Di Luar Negeri

        Panitia Peringatan Hari Pahlawan di Luar Negeri ditetapkan oleh Kepala Perwakilan RI setempat.



    2. Organisasi Penyelenggara di Pusat
      1. Susunan Organisasi dan Tugas Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019, yaitu sebagai berikut :
        1. Pelindung

          Melindungi Kepanitiaan Hari Pahlawan Tahun 2019 dalam pelaksanaan kegiatan Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019.

        2. Penanggung jawab:

          Menetapkan kebijakan serta memberikan arahan dalam penyelenggaraan Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019.

        3. Penasehat:

          Memberikan saran dan petunjuk teknis untuk kelancaran dan kesempurnaan pelaksanaan Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019.

        4. Pengarah:

          Memberikan arahan untuk kelancaran dan kesempurnaan pelaksanaan Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019.

        5. Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum

          Mengkoordinasikan dan mengendalikan teknis penyelenggaraan Peringatan Hari Pahlawan baik di Pusat, Daerah maupun di Perwakilan-Perwakilan RI di Luar Negeri.

        6. Ketua Pelaksana Harian dan Wakil Ketua:

          Pelaksana Harian : Membantu tugas-tugas Ketua Umum dan mengkoordinasikan tugas sehari-hari para Ketua secara operasional dalam melaksanakan tugas-tugas kepanitiaan dalam Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019.

        7. Sekretaris:

          Membantu Pimpinan dalam bidang administrasi untuk kelancaran penyelenggaraan Peringatan Hari Pahlawan mulai dari persiapan, pelaksanaan dan laporan.

        8. Bendahara:
          1. Menyiapkan, menyimpan dan membayarkan untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 sesuai dengan anggaran.
          2. Mempertanggungjawabkan administrasi keuangan yang dipergunakan dalam pelaksanaan kegiatan Hari Pahlawan Tahun 2019 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
        9. Ketua I dan Wakil Ketua I Bidang Upacara Ziarah Nasional dan Upacara Tabur Bunga di Laut :

          Mengkoordinasikan dan bertanggungjawab atas pelaksanaan secara operasional kegiatan yang dilaksanakan dalam lingkup tugas :

          1. Seksi Upacara Ziarah Nasional
          2. Seksi Upacara Tabur Bunga di Laut
        10. Ketua II dan Wakil Ketua II Bidang Jelajah Kapal Kepahlawanan dan Pahlawan Goes To School

          Mengkoordinasikan dan bertanggungjawab atas pelaksanaan secara operasional kegiatan yang dilaksanakan dalam lingkup tugas :

          1. Seksi Jelajah Kapal Kepahlawanan
          2. Seksi Pahlawan Goes To School
        11. Ketua III dan Wakil Ketua III Bidang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional dan Ramah Tamah

          Mengkoordinasikan dan bertanggungjawab atas pelaksanaan secara operasional kegiatan yang dilaksanakan dalam lingkup tugas :

          1. Seksi Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional
          2. Seksi Ramah Tamah
        12. Ketua IV dan Wakil Ketua IV Bidang Wisata Sejarah dan Ziarah Wisata

          Mengkoordinasikan dan bertanggungjawab atas pelaksanaan secara operasional kegiatan yang dilaksanakan dalam lingkup tugas :

          1. Seksi Wisata Sejarah
          2. Seksi Ziarah Wisata
        13. Ketua V dan Wakil Ketua V Bidang Humas dan Lembaga, Publikasi dan Hening Cipta, serta Dokumentasi

          Mengkoordinasikan dan bertanggungjawab atas pelaksanaan secara operasional kegiatan yang dilaksanakan dalam lingkup tugas :

          1. Seksi Humas dan Lembaga.
          2. Seksi Publikasi, Hening Cipta dan Dokumentasi.
        14. Sekretariat

          Mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan urusan Administrasi, urusan Keprotokolan, urusan Undangan dan urusan Perlengkapan dalam rangka kegiatan Peringatan Hari Pahlawan tahun 2019. Secara operasional kegiatan yang dilaksanakan dalam lingkup tugas :

          1. Koordinator Urusan Administrasi.
          2. Koordinator Urusan Protokol.
          3. Koordinator Urusan Undangan.
          4. Koordinator Urusan Perlengkapan.

      2. Tugas Ketua Seksi-Seksi
        1. Seksi Upacara Ziarah Nasional

          Menyusun rencana, persiapan, pelaksanaan Ziarah Nasional di TMPN Utama Kalibata serta menjaga/mengendalikan keamanan selama kegiatan Peringatan Hari Pahlawan berlangsung, termasuk koordinasi pelaksanaan pengaturan ketertiban lalu lintas, terutama pada saat pelaksanaan upacara.

        2. Seksi Upacara Tabur Bunga di Laut

          Menyusun rencana, persiapan dan pelaksanaan Upacara Tabur Bunga di Laut, termasuk koordinasi pelaksanaan pengaturan dan pengendalian keamanan.

        3. Seksi Jelajah Kapal Kepahlawanan

          Menyusun rencana, persiapan dan pelaksanaan acara Jelajah Kapal Kepahlawanan.

        4. Seksi Pahlawan Goes To School

          Menyusun rencana, persiapan dan pelaksanaan acara Pahlawan Goes To School.

        5. Seksi Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional

          Menyusun rencana, persiapan dan pelaksanaan Upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional di Istana.

        6. Seksi Ramah Tamah

          Menyusun rencana, persiapan dan pelaksanaan acara Ramah Tamah Menteri Sosial dengan para Warakawuri / Keluarga Pahlawan Nasional dan Perintis Kemerdekaan.

        7. Seksi Wisata Sejarah

          Menyusun rencana, persiapan dan pelaksanaan acara Wisata Sejarah.

        8. Seksi Ziarah Wisata

          Menyusun rencana, persiapan dan pelaksanaan acara Ziarah Wisata.

        9. Seksi Humas dan Lembaga

          Melakukan koordinasi dalam melaksanakan hubungan dengan masyarakat dan pihak-pihak terkait demi mendukung kelancaran penyelenggaraan Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019.

        10. Seksi Publikasi, Hening Cipta dan Dokumentasi

          Mengkoordinasikan penyebarluasan informasi kegiatan Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 melalui media cetak maupun elektronik, termasuk perekaman dan penyiaran Pidato Menteri Sosial serta peliputan dan penyiaran berita tentang kegiatan-kegiatan Peringatan Hari Pahlawan melalui TVRI, TV Swasta, RRI, Radio Swasta dan menyebarluaskan himbauan pelaksanaan acara Hening Cipta secara serentak 60 detik pada tanggal 10 November 2019 tepat pada pukul 08.15 waktu setempat di seluruh Indonesia. Kemudian juga meliput dan mendokumentasikan setiap rangkaian kegiatan Peringatan Hari Pahlawan sebagai bahan dokumentasi dan sebagai bahan dalam penulisan laporan kegiatan Peringatan Hari Pahlawan.

        11. Sekretariat terdiri :
          1. Koordinator urusan Administrasi

            Menyusun rencana, persiapan dan melaksanakan urusan administrasi yang berkaitan dengan peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 serta mengkoordinasikan dengan pihak-pihak yang terkait.

          2. Koordinator urusan Protokol

            Menyusun rencana , persiapan dan pelaksanaan bidang keprotokolan dalam rangka kegiatan Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019.

          3. Koordinator Urusan Undangan

            Menyusun rencana, persiapan dan melaksanakan urusan undangan dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan tahun 2019 dengan pihak-pihak yang terkait.

          4. Koordinator Urusan Perlengkapan

            Menyusun rencana, persiapan dan melaksanakan urusan perlengkapan dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 dengan pihak-pihak yang terkait.


  6. POKOK-POKOK KEGIATAN
    1. Kegiatan di Pusat
      1. Kegiatan Utama
        1. Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara.
        2. Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata tanggal 10 November 2019 pukul 08.00 WIB.
        3. Upacara Tabur Bunga di Laut tanggal 10 November 2019 pukul 08.00 WIB.

      2. Kegiatan Pokok
        1. Upacara Bendera di Instansi Pemerintah dan Non Pemerintah, Lembaga-Lembaga Pendidikan pada tanggal 10 November 2019 pukul 08.00 waktu setempat (pada Upacara Bendera tersebut Pembina Upacara membacakan Amanat Menteri Sosial dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Tahun 2019).
        2. Pengibaran Bendera Merah Putih satu tiang penuh di setiap rumah dan lingkungan pemukiman penduduk pada tanggal 10 November 2019.
        3. Hening Cipta Tanggal 10 November 2019 selama 60 detik dimulai pukul 08.15 (waktu setempat) secara serentak di seluruh Indonesia.
        4. Pidato Menteri Sosial menyambut Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 tanggal 9 November 2019 pukul 19.00 WIB di TVRI / RRI.

      3. Kegiatan Penunjang
        1. Jelajah Kapal Kepahlawanan
        2. Ziarah Wisata
        3. Wisata Sejarah
        4. Pahlawan Goes To School
        5. Ramah Tamah dengan Keluarga Pahlawan Nasional dan Perintis Kemerdekaan.

    2. Kegiatan di Daerah
      1. Kegiatan Utama
        1. Upacara Ziarah di Taman Makam Pahlawan / Makam Pahlawan Nasional, tanggal 10 November 2019 jam 08.00 waktu setempat.
        2. Upacara Tabur Bunga di Laut, tanggal 10 November 2019 pukul 08.00 waktu setempat (apabila dimungkinkan).

      2. Kegiatan Pokok
        1. Upacara Bendera di Instansi-Instansi Pemerintah dan Non Pemerintah, Lembaga-Lembaga Pendidikan dimana Pembina Upacara diharapkan diharapkan membacakan Amanat Menteri Sosial RI dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan pada tanggal 10 November 2019.
        2. Pengibaran Bendera Merah Putih satu tiang penuh di setiap rumah, kantor dan lingkungan pemukiman penduduk pada tanggal 10 November 2019.
        3. Hening Cipta secara serentak selama 60 detik dimulai pada pukul 08.15 waktu setempat bersamaan dengan berlangsungnya Upacara Bendera, Ziarah di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata dan Tabur Bunga di Laut tanggal 10 November 2019.

      3. Kegiatan Penunjang
        1. Ziarah Wisata di TMP / MPN.
        2. Olimpiade Pahlawan
        3. Ramah Tamah Gubernur / Bupati / Walikota dengan para keluarga Pahlawan Nasional, Perintis Kemerdekaan dan Pejuang.
        4. Kegiatan lain sesuai dengan situasi dan kondisi daerah setempat.

    3. Kegiatan di Luar Negeri

      Untuk Perwakilan RI di Luar Negeri, Acara Peringatan Hari Pahlawan disesuaikan dengan kondisi dan situasi setempat dengan mengutamakan Upacara Bendera.


  7. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
    1. Pusat

      Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan bertugas dan bertanggungjawab atas penyelenggaraan Peringatan Hari Pahlawan 2019 di Pusat.

    2. Daerah

      Panitia Peringatan Hari Pahlawan di Daerah bertugas dan bertanggungjawab atas penyelenggaraan Peringatan Hari Pahlawan 2019 di Daerah.

    3. Luar Negeri

      Panitia Peringatan Hari Pahlawan di Luar Negeri bertugas dan bertanggungjawab atas penyelenggaraan Peringatan Hari Pahlawan 2019 di Luar Negeri.


  8. PEMBIAYAAN
    1. Pusat

      Pembiayaan Penyelenggaraan Peringatan Hari Pahlawan di Tingkat Pusat dibebankan pada Anggaran DIPA Dit. K2KRS Tahun Anggaran 2019.

    2. Daerah

      Pembiayaan Penyelenggaraan Peringatan Hari Pahlawan di Daerah dibebankan pada APBD Prov/Kab/Kota setempat atau sumber lain.

    3. Luar Negeri

      Pembiayaan Penyelenggaraan Peringatan Hari Pahlawan di Luar Negeri dibebankan pada Anggaran Perwakilan RI / KBRI / Konsulat Jenderal setempat.


  9. PELAPORAN

    Dalam melaksanakan tugasnya Panitia Peringatan Hari Pahlawan bertanggungjawab dan menyampaikan laporan secara tertulis dengan ketentuan sebagai berikut :

    1. Untuk Panitia Pusat kepada Menteri Sosial RI.
    2. Untuk Panitia Provinsi kepada Gubernur dengan tembusan kepada Menteri Sosial RI.
    3. Untuk Panitia Kabupaten/Kota kepada Bupati/Walikota dengan tembusan kepada Gubernur.
    4. Untuk Panitia Perwakilan RI di Luar Negeri kepada Menteri Luar Negeri dengan tembusan kepada Menteri Sosial RI.

  10. PENUTUP

    Demikian Pedoman Pelaksanaan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagai acuan dalam menyelenggarakan Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 baik di Pusat, Daerah maupun Luar Negeri.

Demikian Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Pahlawan tahun 2019 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 Saharto Sahardjo, SH, SpN, MBA. dan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial, Pepen Nazaruddin, sebagai Penanggung Jawab Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019.

LOGO HARI PAHLAWAN TAHUN 2019

Logo Hari Pahlawan 2019 - Logo Harwan 2019 - Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Pahlawan tahun 2019

Unduh

  1. atau;
  2. atau;

HASHTAG HARI PAHLAWAN TAHUN 2019

Hashtag Hari Pahlawan 2019 - Aku Pahlawan Masa Kini - Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Pahlawan tahun 2019

Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 juga menerbitkan Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke - 74 tanggal 10 November 2019.

PEDOMAN PENYELENGGARAAN UPACARA PERINGATAN HARI PAHLAWAN KE – 74
TANGGAL 10 NOVEMBER 2019

  1. TEMA

    AKU PAHLAWAN MASA KINI

  2. SIFAT UPACARA :

    Khidmat, tertib, dan Sederhana

  3. TANGGAL UPACARA :

    Hari Mingggu, 10 November 2019

  4. WAKTU DAN TEMPAT UPACARA :

    Pukul 08.00 waktu setempat di lapangan terbuka.

  5. URUTAN UPACARA BENDERA:
    1. Penghormatan umum kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Komandan Upacara.
    2. Laporan Komandan Upacara kepada Pembina Upacara.
    3. Pengibaran bendera Merah Putih, diiringi Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya ” yang dinyanyikan oleh seluruh peserta upacara.
    4. Mengheningkan cipta, dipimpin oleh Pembina Upacara.
    5. Pembacaan Pancasila.
    6. Pembacaan Pembukaan UUD’45.
    7. Pembacaan pesan-pesan Pahlawan/kata-kata mutiara (ditentukan panitia).
    8. Amanat Pembina Upacara.
    9. Pembacaan Do’a.
    10. Laporan Komandan Upacara kepada Pembina Upacara.
    11. Penghormatan kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Komandan Upacara.
    12. Upacara selesai.

Catatan : Bila Upacara terpaksa tidak dapat dilaksanakan di lapangan terbuka, pengibaran Bendera Merah Putih diganti dengan Bendera Merah Putih yang sudah dipasang di tiang. Namun pokok-pokok acara lainnya wajib diikuti dengan penyesuaian seperlunya.

Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 mmeberikan Juklak untuk acara hening cipta. Petunjuk Pelaksanaan Hening Cipta Secara Serentak 60 detik adalah sebagai berikut:

PETUNJUK PELAKSANAAN HENING CIPTA SECARA SERENTAK 60 DETIK

  1. Untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur membela bangsa dan negara, akan dilaksanakan Hening Cipta secara serentak selama 60 detik di seluruh Indonesia.

  2. Hening Cipta selama 60 detik secara serentak dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 10 November 2019 pada pukul : 08.15 waktu setempat, bertepatan dengan Upacara Peringatan Hari Pahlawan.

  3. Hening Cipta selama 60 detik secara serentak dilaksanakan :
    1. Di Pusat ( Jakarta ) : pada Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata Jakarta sebagai titik komando ditandai dengan bunyi sirine di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata selama 1 menit.
    2. Di Provinsi dan Kabupaten/Kota : Pada Upacara Bendera di halaman Kantor Gubernur/Kabupaten/Kota, sebagai titik komando ditandai dengan bunyi sirine di tempat-tempat upacara antara lain Kantor-kantor/Instansi Pemerintah, Swasta dan lain-lain, selama 1 menit.
    3. Di Kecamatan / Kelurahan / Desa pada Upacara Bendera di tempat upacara sebagai titik komando ditandai dengan bunyi sirine/ kentongan di tempat upacara selama 1 menit.

  4. Setiap orang yang mendengar tanda-tanda dimulainya Hening Cipta wajib menghentikan kegiatan selama 60 detik untuk Hening Cipta, yaitu yang berada di :
    1. Pasar, Stasiun Kereta Api, Terminal Bis, Pelabuhan Udara/Laut dan tempat keramaian lainnya.
    2. Rumah-rumah.
    3. Jalan Raya ( dalam kota ).
    4. Kantor, Sekolah dan Pabrik yang tidak terlibat pada Upacara Bendera.
    5. Dalam kendaraan umum/pribadi yang berada di jalan raya (dalam kota) agar menghentikan kendaraannya.
    6. Kapal Laut, Hening Cipta diumumkan oleh Nakhoda Kapal.
    7. Pesawat Terbang, Hening Cipta diumumkan oleh Pilot.
    8. Kereta Api yang sedang berjalan :
      1. Kereta Api Utama, Hening Cipta diumumkan oleh Ketua Regu yang berada di dalam gerbong restorasi.
      2. Kereta Api Non Utama, Hening Cipta diumumkan oleh Kepala Stasiun terdekat sebelum berangkat menjelang pukul 08.15 WIB.

  5. Penghentian kegiatan kerja saat Hening Cipta dikecualikan bagi :
    1. Mereka yang melakukan tugas di rumah sakit dan kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan.
    2. Kereta Api yang sedang berjalan.
    3. Kendaraan mobil ambulance jenazah yang sedang bertugas.
    4. Kendaraan mobil pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas.
    5. Kendaraan yang sedang di luar kota dan jalan tol.
    6. Mereka yang sedang menjalankan tugas pengamanan ( antara lain : Polisi Lalu Lintas / Hansip ).
    7. Kru Pesawat Terbang yang sedang mengudara.
    8. Kru Kapal Laut yang sedang berlayar.

  6. Pelaksanaan Hening Cipta secara serentak agar dikoordinasikan dengan pihak Kepolisian, Pemda, Satuan Pengamanan ( Satpam ) dan Hansip setempat.

  7. Penyebaran informasi Hening Cipta 60 detik secara serentak agar memanfaatkan media cetak / elektronik ( televisi, radio, sms, internet ), mobil unit Kementerian Penerangan dan media lainnya seperti para Khotib di Masjid-masjid, Pengkhotbah di Gereja-gereja dan tempat peribadatan lainnya.

  8. Demikian, untuk dilaksanakan sebaik-baiknya.

Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 juga memberikan petunjuk atau contoh-contoh pesan-pesan perjuangan atah kata mutiara dari para pahlawan nasional kita, sebagai berikut:

PESAN-PESAN PERJUANGAN ATAU KATA MUTIARA DARI PARA PAHLAWAN NASIONAL

  1. Pesan Pahlawan Nasional Nyi Ageng Serang :

    “Untuk keamanan dan kesentausaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya“. (Disampaikan pada saat Nyi Ageng Serang mendengarkan keluhan keprihatinan para pengikut/rakyat, akibat perlakuan kaum penjajah ).


  2. Pesan Pahlawan Nasional Jenderal Sudirman :

    “Tempat saya yang terbaik adalah ditengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus”. (Disampaikan pada jam-jam terakhir sebelum jatuhnya Yogyakarta dan Jenderal Sudirman dalam keadaan sakit, ketika menjawab pernyataan Presiden yang menasihatinya supaya tetap tinggal di kota untuk dirawat sakitnya).


  3. Pesan Pahlawan Nasional Prof. DR. R. Soeharso :

    “Right or Wrong my country, lebih-lebih kalau kita tahu, negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru saat itu pula kita wajib memperbaikinya“. (Pernyataannya sebagai seorang nasionalis dan patriot).


  4. Pesan Pahlawan Nasional Prof. Moh. Yamin, SH :

    “Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri“. (Disampaikan pada konggres II di Jakarta tanggal 27-28 Oktober 1928 yang dihadiri oleh berbagai perkumpulan pemuda dan pelajar, dimana ia menjabat sebagai sekretaris).


  5. Pesan Pahlawan Nasional Supriyadi :

    “Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi“. (Disampaikan pada saat Supriyadi memimpin pertemuan rahasia yang dihadiri beberapa anggota Peta untuk melakukan pemberontakan melawan Pemerintah Jepang).


  6. Pesan Pahlawan Nasional Teuku Nyak Arif :

    “Indonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama“ (Disampaikan pada pidato bulan Maret 1945, dimana Teuku Nyak Arif menjadi Wakil Ketua DPR seluruh Sumatera).


  7. Pesan Pahlawan Nasional Abdul Muis :

    “Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang“. (Menceritakan pengalamannya di luar negeri kepada para pemuda di Sulawesi, ketika Abdul Muis melakukan kunjungan ke Sulawesi sebagai anggota Volksraad dan sebagai wakil SI).


  8. Pesan Pahlawan Nasional Pangeran Sambernyowo / KGPAA Mangkunegoro I :
    • Rumongso melu handarbeni ( merasa ikut memiliki ),
    • Wajib melu hangrungkebi ( wajib ikut mempertahankan )
    • Mulat sario hangroso wani ( mawas diri dan berani bertanggung jawab ).

    (Merupakan prinsip Tri Dharma yang dikembangkan oleh Mangkunegoro I).


  9. Pesan Pahlawan Nasional Pattimura :

    “Pattimura-pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura-pattimura muda akan bangkit” (Disampaikan pada saat akan digantung di Kota Ambon tanggal 16 Desember 1817).


  10. Pesan Pahlawan Nasional Silas Papare :

    “Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjuanganku” ( Disampaikan pada saat memperjuangkan Irian Barat / Papua agar terlepas dari belenggu kolonialisme Belanda dan kembali bergabung dengan NKRI).


  11. Pesan Pahlawan Nasional Bung Tomo :

    “Jangan memperbanyak lawan, tetapi perbanyaklah kawan”. (Pidato Bung Tomo melalui Radio Pemberontakan).

    “Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga.” (Pidato Bung Tomo di radio pada saat pertempuran menghadapi Inggris di Surabaya bulan November 1945).


  12. Pesan Pahlawan Nasional Gubenur Suryo :

    “Berulang-ulang telah kita katakan, bahwa sikap kita ialah lebih baik hancur daripada dijajah kembali” (Pidato Gubernur Suryo di radio menjelang pertempuran 10 November 1945 di Surabaya)


  13. Pesan Pahlawan Nasional Ir. Soekarno :

    “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961)

    “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka” (Pidato HUT Proklamasi 1963)

    “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”

    “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”


  14. Pesan Pahlawan Nasional Moh. Hatta :

    “Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita”

    “Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi.”


  15. Pesan Pahlawan Nasional R.A. Kartini :

    “Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! 2 patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata “Aku tidak dapat!” melenyapkan rasa berani. Kalimat “Aku mau!” membuat kita mudah mendaki puncak gunung”.


  16. Pesan Pahlawan Nasional Ki Hajar Dewantara :

    Ing Ngarso Sung Tulodo (Di depan memberi contoh) Ing Madyo Mangun Karso (Di tengah memberi semangat) Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi dorongan) (Semboyan yang diajarkan saat Ki Hajar Dewantara merintis Taman Siswa yang didirikan pada tahun 1922 dan hingga kini masih dipakai dalam dunia pendidikan).


  17. Pesan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai :

    “Kami sanggup dan berjanji bertempur terus hingga cita-cita tercapai” (surat I Gusti Ngurah Rai kepada Letnan Kolonel Termeulen, seperti tersalin dalam Bali Berjuang)

Mengapa tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan ?

Pada tanggal 10 November 1945 terjadi pertempuran di Surabaya yang merupakan pertempuran besar antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Inggris. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945, keadaan berangsur-angsur mereda. Walaupun begitu tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya. Bentrokan-bentrokan tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby (Pimpinan Tentara Inggris untuk Jawa Timur) pada 30 Oktober 1945.

Kematian Jendral Mallaby ini menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berakibat pada keputusan pengganti Mallaby yaitu Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh mengeluarkan Ultimatum 10 November 1945 yang meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA serta ancaman akan menggempur kota Surabaya dari darat, laut, dan udara apabila orang orang Indonesia tidak mentaati perintah Inggris. Mereka juga mengeluarkan instruksi yang isinya bahwa semua pimpinan bangsa Indonesia dan para pemuda di Surabaya harus datang selambat-lambatnya tanggal 10 November 1945, pukul 06.00 pagi pada tempat yang telah ditentukan.

Namun ultimatum itu tidak ditaati oleh rakyat Surabaya, sehingga terjadilah pertempuran Surabaya yang sangat dahsyat pada tanggal 10 November 1945, selama lebih kurang tiga minggu lamanya. Medan perang Surabaya kemudian mendapat julukan “neraka” karena kerugian yang disebabkan tidaklah sedikit. Pertempuran tersebut telah mengakibatkan sekitar 20.000 rakyat Surabaya menjadi korban, sebagian besar adalah warga sipil. Selain itu diperkirakan 150.000 orang terpaksa meninggalkan kota Surabaya dan tercatat sekitar 1600 orang prajurit Inggris tewas, hilang dan luka-luka serta puluhan alat perang rusak dan hancur.

Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itu serta semangat membara tak kenal menyerah yang ditunjukkan rakyat Surabaya, membuat Inggris serasa terpanggang di neraka dan membuat kota Surabaya kemudian dikenang sebagai kota pahlawan. Selanjutnya tanggal 10 NOVEMBER diperingati setiap tahunnya sebagai HARI PAHLAWAN sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang.

PANCASILA

  1. KETUHANAN YANG MAHA ESA.
  2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB.
  3. PERSATUAN INDONESIA.
  4. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN.
  5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.

UNDANG-UNDANG DASAR
NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

PEMBUKAAN

BAHWA SESUNGGUHNYA KEMERDEKAAN ITU IALAH HAK SEGALA BANGSA DAN OLEH SEBAB ITU, MAKA PENJAJAHAN DI ATAS DUNIA HARUS DIHAPUSKAN KARENA TIDAK SESUAI DENGAN PERI KEMANUSIAAN DAN PERI KEADILAN.

DAN PERJUANGAN PERGERAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA TELAH SAMPAILAH KEPADA SAAT YANG BERBAHAGIA DENGAN SELAMAT SENTOSA MENGHANTARKAN RAKYAT INDONESIA KE DEPAN PINTU GERBANG KEMERDEKAAN NEGARA INDONESIA, YANG MERDEKA, BERSATU, BERDAULAT ADIL DAN MAKMUR.

ATAS BERKAT RAKHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA DAN DENGAN DIDORONGKAN OLEH KEINGINAN LUHUR, SUPAYA BERKEHIDUPAN KEBANGSAAN YANG BEBAS, MAKA RAKYAT INDONESIA MENYATAKAN DENGAN INI KEMERDEKAANNYA.

KEMUDIAN DARIPADA ITU UNTUK MEMBENTUK SUATU PEMERINTAH NEGARA INDONESIA YANG MELINDUNGI SEGENAP BANGSA INDONESIA DAN SELURUH TUMPAH DARAH INDONESIA DAN UNTUK MEMAJUKAN KESEJAHTERAAN UMUM, MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA, DAN IKUT MELAKSANAKAN KETERTIBAN DUNIA YANG BERDASARKAN KEMERDEKAAN, PERDAMAIAN ABADI DAN KEADILAN SOSIAL, MAKA DISUSUNLAH KEMERDEKAAN KEBANGSAAN INDONESIA ITU DALAM SUATU UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA INDONESIA YANG TERBENTUK DALAM SUATU SUSUNAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA YANG BERKEDAULATAN RAKYAT DENGAN BERDASAR KEPADA : KETUHANAN YANG MAHA ESA, KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB, PERSATUAN INDONESIA, DAN KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN, SERTA DENGAN MEWUJUDKAN SUATU KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.

DOA ZIARAH NASIONAL TANGGAL 10 NOVEMBER 2019 DI TAMAN MAKAM PAHLAWAN KALIBATA

DOA ZIARAH NASIONAL TANGGAL 10 NOVEMBER 2019 DI TAMAN MAKAM PAHLAWAN KALIBATA

Ya Allah, Tuhan Alam Semesta,
Dalam keheningan dan kesyahduan suasana ziarah, kami persembahkan puji syukur serta doa, curahkanlah rahmat dan kasih-Mu kepada para pahlawan yang telah gugur sebagai kusuma bangsa, ampunilah mereka, lipat gandakanlah pahala atas keikhlasan pengabdian dan pengorbanan mereka dan masukkanlah mereka ke dalam kelompok hamba-hamba-Mu yang berhak menikmat indahnya surga.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Memberi,
Berikankami kekuatan, kesabaran,dan petunjuk-Mu sebagai penentram hati untuk meneruskan cita-cita dan perjuangan pahlawan kami. Karuniakan kepada kami kemampuan menjadi pahlawan masa kini dalam memelihara dan mengisi kemerdekaan ini mewujudkan bangsa yang berdaulat, berkepribadian dan berdikari di bawah naunganr ahmat-Mu yang tiada bertepi.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mengasihi,
Jadikanlah Ziarah Nasional ini sebagai momentum untuk dapat merekatkan rasa persaudaraan bangsa kami, membangkitkan semangat pahlawan terpancar didada kami, sinarilah kami dengan cahaya pengetahuan, agar kami selalu berkemampuan menyikapi kemajemukan dengan kearifan, jadikanlah keragaman sebagai modal kami merawat ke- Indonesiaan melanjutkan cita-cita para pahlawan.
Ajarkanlah kami, sebagaimana Engkau telah ajarkan kepada pendahulu kami, cara menyelesaikan perbedaan dengan tetap memelihara keutuhan NKRI, cara bermusyawarah sebagai tradisi dan jati diri kami.

Ya Allah, Tuhan yang Maha Mengampuni,
Ampunilah segala kesalahan dan dosa kami, dosa orang tua dan guru-guru kami, serta dosa Para pahlawan dan pemimpin kami. Kelak suatu saat nanti kembalikan kami dalam kondisi husnul khatimah yang Engkau ridlai, sesungguhnya kepada Engkaulah sebaik-baik tempat kembali.

doa penutup ziarah nasional harwan 2019

DOA PADA UPACARA BENDERA
DI INSTANSI PEMERINTAH DAN LEMBAGA PENDIDIKAN
DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN
TANGGAL 10 NOVEMBER 2019

doa pembuka upacara hari pahlawan 2019

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa,
Segala puji dan syukur kami persembahkan hanya untuk-Mu, atas izin dan perkenan-Mu pada hari ini kami dapat menyelenggarakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Pahlawan tanggal 10 November 2019, semoga acara ini senantiasa mendapat curahan rahmat dan ridha-Mu.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa,
Berikan kami kekuatan, kesabaran, dan petunjuk-Mu sebagai penentram hati untuk meneruskan cita-cita dan perjuangan pahlawan kami. Karuniakan kepada kami kemampuan menjadi Pahlawan Masa Kini untuk memelihara dan mengisi kemerdekaan ini, mewujudkan bangsa yang berdaulat, berkepribadian dan berdikari dibawah naungan rahmat-Mu yang tiada bertepi.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana, Dengan semangat kepahlawanan tingkatkanlah kesadaran tanggungjawab kami dalam membangun bangsa dan negara, tingkatkan kedislplinan serta kewaspadaan kami untuk tetap menjadi bangsa yang utuh dan bersatu, menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan dan kebersamaan dalam membangun bangsa dan negara Indonesia yang kuat dan sejahtera di bawah lindungan dan bimbingan-Mu.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Memberi Petunjuk,
Sadarkan hati kami sebagai generasi penerus, bahwa kemerdekaan yang kami nikmati hari ini adalah hasil jerih payah, cucuran keringat dan tetesan air mata serta tumpahan darah para pahlawan. Oleh karena itu ya Allah, tunjukkan kami jalan yang benar, jalan yang telah dltempuh oleh para pahlawan kami dan berilah kami kekuatan dan petunjuk-Mu dalam melanjutkan perjuangan mereka untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, sejahtera lahir bathin dibawah maghfirah dan rahmat-Mu.
Ya Allah, jadikanlah Peringatan Hari Pahlawan ini sebagai momentum membangkitkan semangat pahlawan di dada kami untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa kami.

YaAllah, Yang Maha Pengampun,
Ampunilah segala kesalahan dan dosa kami, dosa orang tua kami, guru-guru kami, para pemimpin kami, serta para pahlawan kami, Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

 

doa penutup upacara hari pahlawan 2019

DOA MENURUT AGAMA KRISTEN
PADA PERINGATAN HARi PAHLAWAN 10 NOVEMBER 2019

Ya Tuhan Yang Maha Kasih dan Maha Kuasa, kami naikan syukur dan pujian atas kemurahan-Mu yang agung bagi kami: pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa kami. Kami berterima kasih atas segala kebaikan dan rahmat yang kami terima dalam sejarah hidup berbangsa dan bernegara kami dengan segala dinamika yang dihadapi. Kami percaya, bahwa kasih-Mu tidak pernah berubah, kemarin, hari ini dan selama-lamanya.

Pada momentum Perayaan Hari Pahlawan saat ini, kami berdoa kiranya Engkau memberi kami hikmat dan kebijaksanaan untuk memaknai arti menjadj pahlawan di masa kini. Bahwa kami mesti bukan hanya hidup bagi diri kami sendiri, melainkan turut peduli dan mengasihi sesama kami bahkan alam ciptaanMu. Bahwa kami mesti saling berbagi solidaritas dan empati di tengah-tengah pergumulan bangsa dan negara kami. Di tengah berbagai bencana yang terjadi di persada negeri kami: konflik di Papua, gempa bumi di Ambon, kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera serta berbagai bencana lainnya. Kiranya kami tetap saling berbagi harapan dan optimisme, bahwa Engkau tidak akan menguji kami melampaui batas kemampuan kami.

Ya Tuhan yang Penuh Kasih, berkatilah pemerintah kami, Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden beserta Jajarannya, pemerintah di provinsi, dan kabupaten/kota agar saling bersinergi mengatasi berbagai masalah yang dihadapi bangsa dan negara kami. Kami percaya bahwa dengan persatuan dan kesatuan kami dapat menghadapi masalah apapun. Dengan rasa memiliki dan bangga sebagai sesama warga bangsa, kami akan memberi yang terbaik bagi kemajuan bangsa kami.

Di tengah dunia yang kian global saat ini, mampukan kami untuk terus meningkatkan potensi bangsa kami, mengingkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga menjadi manusia unggul yang mampu bersaing di aras regional maupun global,turut berkontribusi bagi perdamaian dunia dan penciptaan hidup bersama di bumi sebagai rumah bersama yang nyaman bagi semua.

Terpujilah Engkau Ya Tuhan. Terima kasih Ya Tuhan, sebab bersama Engkau kami akan melangkah menuju masa depan yang lebih baik. Kami menjadi pahlawan-pahlawan masa kini yang penuh dedikasi, saling peduli dan saling berbagai kebaikan dengan sesama kami melintasi batas suku, ras, agama dan perbedaan lainnya.

Inilah doa dan syukur kami Ya Tuhan. Di dalam nama Yesus kami berdoa sambil bermohon: Kiranya kasih dan sejahtera dari Allah Bapa dan Tuhan Yesus serta Roh Kudus senantiasa menyertai bangsa dan negara kami serta dunia ini. Amin.

DOA SECARA KATOLIK
UPACARA ZIARAH HARI PAHLAWAN NASIONAL
10 NOPEMBER 2019

Cara Katolik dimulai dengan tanda salib:

(+) DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS AMIN

Ya Allah Pencipta Alam Semesta, Engkaulah awal dan akhir kehidupan semua ciptaan, khususnya umat manusia. Pada kesempatan ini, kami memperingati hari Pahlawan Nasional melalui Ziarah ke makam para pahlawan kami. Kami mendoakan pa,rapahlawan, yaitu semua yang memperjuangkan kemerdekaan, kesatuan, kedamaian, kerukunan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat di negara dan bangsa kami.

Ya Allah Sang Penyelamat, kami semua dapat merasakan kesatuan kami dengan para pahlawan yang telah mendahului kami. Melalui cita-cita, perjuangan dan semangat berkobar yang mereka teladankan, berupaya membuang dan mengusir segala benih perpecahan dan perselisihan, dan dengan rendah hati mereka saling mendukung, saling menolong dan saling menguatkan dalam memperjuangkan kesatuan, kedamaian, kerukunan serta kesejahteraan bagi seluruh warga negara dan bangsa kami.

Ya Allah Yang Maharahim, kami berdoa bagi para pahlawan kami dan semua yang telah berjasa demi tegaknya NKRI, ampunilah dosa-dosa mereka, dan terimalah mereka dalam pangkuan cahaya kasihMu. Mereka telah mengorbankan hidup dan mengalami kematian, maka berikanlah kebahagian abadi di sisi-Mu.

Ya Allah yang Mahabaik, bimbinglah dan kuatkanlah kami agar dapat menjadi pahlawan masa kini, yang tidak kenal lelah menjaga kesatuan Indonesia, membangun kerukunan dan kedamaian yang berkualitas, pendidikan yang mencerdaskan bangsa, memperjuangkan keadilan dan kebahagiaan sesama anak bangsa, demi terwujudnya masyarakat kami yang rukun, cerdas, moderat dan unggul.

Ya Bapa semua pujian, permohonan, dan harapan ini kami haturkan kepada-Mu dengan perantaraan Yesus Kristus Sang Penyelamat kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan Roh Kudus kini dan sepanjang segala masa. AMIN

(+) DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS AMIN

DOA SECARA KATOLIK
PADA UPACARA HARI PAHLAWAN NASIONAL
10 NOPEMBER 2019

Cara Katolik dimulai dengan tanda salib:

(+) DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS AMIN

Ya Allah Sumber Hidup kami, tak henti-hentinya kami menghaturkan segala syukur, pujian, hormat, dan kemuliaan bagi-MU, atas keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Engkau telah menyatukan kami dari berbagai suku, agama, ras, warna kulit, budaya dan golongan menjadi satu di bawah falsafah Pancasila, sebagai anugerah kesatuan yang indah dan menakjubkan.

Ya Allah Pencipta Alam Semesta, Engkaulah sumber segala makna bagi kami. Pada kesempatan ini, kami memperingati hari Pahlawan Nasional Republik Indonesia melalui upacara peringatan yang bermakna ini. Kami mendoakan mereka, mengenang dan memaknai segala perjuangan serta teladan pahlawan demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ya Allah Sang Penyelamat, melalui cita-cita, teladan, perjuangan dan semangat berkobar .yang mereka teladankan, para pahlawan kami membuang segala benih perpecahan dan perselisihan, mereka saling mendukung, saling menolong dan saling menguatkan dalam membangun dan mengupayakan kesatuan, pendidikan berkualitas, kedamaian, dan kerukunan serta kesejahteraan bagi seluruh warganegara dan bangsa kami.

Ya Allah yang Mahabaik, bimbinglah dan kuatkanlah kami agar dapat menjadi pahlawan masa kini, yang tidak kenal lelah menjaga kesatuan Indonesia, pendidikan yang mencerdaskan bangsa, membangun kerukunan dan kedamaian yang berkualitas, memperjuangkan keadilan dan kebahagiaan sesama anak bangsa, terwujudnya masyarakat kami yang rukun, cerdas, moderat dan unggul.

Ya Allah yang Maharahim, semua pujian, permohonan, dan harapan ini kami haturkan kepadaMu dengan perantaraan Yesus Kristus Sang Penyelamat kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan Roh Kudus kini dan sepanjang segala abad. AMIN.

(+) DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS AMIN

DOA HARI PAHLAWAN SECARA AGAMA BUDDHA TAHUN 2019

NAMO BUDDHAYA,

Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma Sambuddhassa; (3X)

Terpujilah Sang Bhagava, Yang Maha Suci, Yang Telah Mencapai Penerangan Sempurna;

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Sang Tri Ratna dan para Buddha, Bodhisattva, Mahasattva karena berkahNya berupa kesehatan sehingga kita dapat memperingati Hari Pahlawan Tahun 2019.

Memperingati Hari Pahlawan dapat sebagai refleksi tetang pengorbanan, keteladanan, dan keteguhan untuk mewujudkan masyarakat adil dan sejahtera sebagai cita-cita perjuanganNya. Kami menyadari bahwa pembangunan bangsa Indonesia belum selesai, oleh karena itu, melalui peringatan hari Pahlawan ini, dapat dijadikan tekad untuk membangun bangsa dan menyatukan tekat bangsa Indonesia yang kita cintai.

Dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, mari perkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, kita satukan langkah untuk membangun bangsa dan negara Indonesia ini.

Semoga bangsa dan Negara Indonesia senantiasa damai dan sejahtera dan para pemimpin bangsa Indonesia selalu menjalankan roda pemerintahan dengan baik, jujur, adil, serta mampu menegakkan hukum. Semoga bangsa Indonesia terbebas dari bencana dan mara bahaya dan dijauhkan dari hal-hal yang kurang menguntungkan.

Semoga Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga utuh selama-lamanya, semoga para Pahlawan bangsa yang telah gugur dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia mendapat tempat di sisiNya.

Semoga kebahagiaan, keharmonisan, kedamaian senantiasa melimpah kepada bangsa Indonesia dan para pemimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia dan dapat menjalankan tugas negara dengan baik.

Bhavatu sabba-mangalam, rakkhantu sabba-devatā Sabba-buddhānubhāvena, sadā sotthī bhavantu te.
Bhavatu sabba-mangalam, rakkhantu sabba-devatā, Sabba-dhammānubhāvena, sadā sotthī bhavantu te.
Bhavatu sabba-mangalam, rakkhantu sabba-devatā Sabba-sanghānubhāvena, sadā sotthī bhavantu te.

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta, Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia Sadhu... Sadhu... Sadhu...

DOA HARI PAHLAWAN SECARA AGAMA HINDU TAHUN 2019

Om Awignam Astu Namo Sidham,
Om Ung Rah Pat Astra Ya Namah,
Om Atma Tat Twatma Sudhayamam Swaha,
Om Om Kswamam Sampurna Ya namah Swaha,
Om Sri Pasupata Ya Hum Phat,
Om Sriyam bhawantu, Sukham bhawantu, Purnam bhawantu,

Om Siwa Nirmalam Tang Guhyam,
Siwa Tattwa Parayanah,
Siwa sya Parama Suksma,
Siwa, Siwa, Siwa Sampurna Ya Namah Swaha

Om Hyang Widhi Tuhan Yang Maha Esa, saksi agung jagat raya dikala siang maupun malam. Pada hari ini kami berkumpul bersama di tempat ini seraya memanjatkan doa, memohon ampun dan lindungan-MU dalam acara memperingati Hari Pahlawan, semoga acara ini berjalan dengan baik dan penuh hikmad.

Om Hyang Widhi Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang, hamba memuja-MU engkau bersemayam di dalam hati setiap insan sebagai Paramatma, yang selalu memberi jalan terbaik bagi para pahlawan yang telah gugur di medan perang dalam membela Bangsa dan Negara, dan berikanlah tempat di alam Brahman sesuai dengan karma baiknya.

Om Hyang Widhi Tuhan Yang Maha Pemurah, Sinarilah kami bahwa kemerdekaan yang kami nikmati sampai sekarang ini adalah hasil dari jerih payah, cucuran keringat dan tetesan air mata serta tumpahan darah para pahlawan kami. Tunjukanlah kami jalan yang terang benderang, jalan yang telah ditempuh oleh para pejuang kami dan berilah kami anugrah-MU dalam melanjutkan perjuangan mereka untuk mewujudkan cita-cita para pendahulu kami dalam melanjutkan pembangunan Bangsa dan Negara.

Om Hyang Widhi Tuhan Yang Maha Pengampun, kami sadari sebagaimana manusia biasa, tidak luput dari kekeliruan dan kesalahan, untuk itu ampunilah segala dosa dari pikiran, perkataan dan perbuatan kami serta tuntunlah kami kejalan yang benar.

Om Hyang Widhi Tuhan Yang Maha Sempurna, kami yakin engkau mendengarkan doa kami, karena kami ada dalam kehidupan-MU.

Om Shanti Shanti Shanti Om.

Unduh

  1. atau;
  2. atau;

Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Pahlawan tahun 2019

LampiranUkuran
Package icon Logo Hari Pahlawan - Harwan 2019436.18 KB