Avatar suryaden
Posted by suryaden

Terdapat banyak sekali laporan maupun peristiwa yang selalu saja tidak berpihak pada perempuan. Satu contoh saja ketika Bos IMF melakukan pelecehan seksual di sebuah hotel beberapa saat yang lalu, bos itu bernama Dominique Strauss-Kahn yang juga kandidat Presiden Perancis untuk pemilu yang akan datang. Anand Khrisna pun didakwa melakukan pelecehan seksual. Ada banyak pendapat tentang menggunakan jasa perempuan untuk menjatuhkan posisi seseorang yang menjadi publik figur, dan itu buta, karena bagaimanapun perempuan juga yang menjadi korbannya.

Sudah menjadi korban masih ditambah dengan prasangka-prasangka yang lain, jelas yang melakukan kekerasan itu lawan jenisnya masih banyak yang mencoba untuk berlindung pada praduga tak bersalah, namanya juga praduga, namun hal itu bisa jadi bom yang menyesakkan dada dan membuka pintu bagi pelaku kejahatan seksual untuk membela diri ditambah dengan citra baik yang dibangunnya meskipun itu penipuan publik dan akhirnya uang pun berbicara untuk menutupi dan menyelesaikan masalah tersebut dan lagi-lagi juga mengorbankan perempuan.

Ini adalah hal yang pelik, namun jika melihat pada ranah martabat, meskipun itu tidak bisa menjadi alasan, perebutan martabat akan mengorbankan apapun asal citra yang dibangunnya kokoh untuk mencapai hal-hal tertentu. Serta lebih celaka lagi ketika terjadi pada ranah KDRT atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga, sebongkah tembok besar menjadi penghalang ketika terjadi kekerasan kepada perempuan dalam rumah tangga karena masyarakat ataupun perempuan pun cenderung menyimpan karena tidak merasa bahwa ada masalah besar dibalik hal tersebut.

Meskipun untuk menyudahi kekerasan terhadap perempuan baik dalam ranah rumah tangga hingga masalah politik dimana kekerasan negara terhadap perempuan (KNTP) hanya akan dipandang sebelah mata karena terlalu banyak dan terlalu malu ketika akan mengungkap hal tersebut dimana akan melibatkan unsur dan figur yang banyak sekali, bahkan mungkin akan mengubah sejarah. Perempuan harus dapat menjadi aktor dan leader untuk memecahkan masalah ini, dan melibatkan pihak laki-laki untuk memberikan hal-hal positif jika kekerasan terhadap perempuan bisa dihapuskan.

Banyak sekali ranah permasalahan yang harus diselesaikan, tidak hanya agama, pendidikan maupun politik namun faktor ekonomi, sosial budaya hingga media yang tidak sensitif dalam mencegah terjadinya kekerasan negara atau apapun kepada perempuan, namun kunci adalah pada diri kita sendiri, sudahkah kita menyadari adanya kekerasan terhadap perempuan dan mengajak perempuan untuk bisa membela dirinya sendiri dari berbagai ancaman yang merugikan perempuan, masyarakat bahkan bangsa. Siapa lagi kalu bukan kita?.