Avatar jogloabang
Posted by jogloabang on January 20, 2015
Teknologi Tepat Guna Kompor Irit Kayu Bakar

Teknologi tepat guna dan irit perlu dipakai oleh warga desa, dan juga dikenalkan agar bisa mereviu dan memperkirakan mana yang terbaik untuk bisa digunakan di Desa. Tak terkecuali masalah pengapian dalam dapur atau kompor. Meskipun negara saat ini sudah memainstreamkan atau memaksa secara halus untuk berpindah ke teknologi Gas, namun karena harga yang semakin lama semakin mahal, rasa-rasanya kompor atau alat masak berbahan bakar kayu semakin menjadi idaman karena terasa lebih murah dan mudah dicari, daripada harus mengusung atau mengangkat tabung gas yang seakan-akan memperbudak dan membuat ketergantungan dengan bahan bakar yang tidak membebaskan masyarakat untuk memilih.

Ternyata memang mengatasi kebutuhan akan bahan bakar untuk memasak di dapur secara mudah tanpa harus pergi ke minimarket atau dealer Gas Elpiji untuk membeli gas namun bisa dengan mencari kayu bakar yang kadang banyak terdapat di kebun.

Teknologi Tepat Guna Kompor Irit Kayu Bakar

Kompor biomassa yang dulu dikenal dengan Kompor Biomassa UB.03-1 ini menggunakan satu pemanas dan mekanisme pembakaran yang berlawanan untuk pembakaran yang sempurna. Kompor ini menggunakan biomassa padat sebagai bahan bakar. Bahan bakar yang dapat digunakan, antara lain serpihan kayu, potongan dan batang kayu (ukuran maksimal 2-4 cm) dan tongkol jagung. Daun atau residu tanaman dalam bentuk pil atau bata. Dapat juga menggunakan pil yang terbuat dari campuran biomassa dan batu bara. Jika dibandingkan dengan kompor tiga bata tradisional, Kompor Prime Square dapat menghemat hingga 80% bahan bakar, ketika memproduksi tanpa asap selama operasi jika bahan bakar kering dengan benar.

Spesifikasi Kompor Hemat Bahan Bakar

  • Kompor dibuat dari lembaran logam dengan tebal 0.35 mm untuk papan-kompor dan tabung pemanasan, dan lembaran logam gabungan dengan ketebalan 0.5 mm untuk meja kompor, dan dari lembaran logam penahan panas dengan ketebalan 0.55 mm untuk ruang pembakaran.
  • Volume api dapat disesuaikan
  • Pemakaian bahan bakar pada penggunaan normal sebesar 600 gram/jam
  • Efisiensi kompor keseluruhan adalah 45% (12 liter air hanya membutuhkan 600 gram batang kayu.

Kompor Prime (yang sebelumnya dikenal dengan Kompor UB.03 Biomassa) adalah hasil penemuan Professor Dr. Nurhuda, dosen di Universitas Brawijaya, Malang. Kompor gasifikasi TLUD (Top Lit Up-Draft) ini menggunakan gasifikasi pemanasan awal (pre-heating) dan mekanisme aliran udara melawan arah api (counter flow burning mechanism) dan pembakaran bersama (co-firing) sehingga pembakaran bersih hampir tidak ada asap.

Rasanya kompor kayu Biomassa ini adalah alat bantu dapur untuk memasak yang sangat penting dan patut direkomendasikan bagi warga yang tidak menyukai menggunakan kompor bahan bakar gas, atau ketidakefektifan menggunakan bahan bakar gas yang membuat ketergantungan dan harganya semakin mahal saja.

Kompor biomassa irit kayu bakar dan bersih ini akan disosialisasikan, dicoba agar dapat dipertimbangkan untuk dipakai dirumah-rumah warga yang membutuhkan dan lebih menyukai bahan bakar kayu daripada kompor dengan bahan bakar jenis lainnya. Jogloabang akan menyediakan kompor biomassa kayu ini untuk dapat di lihat dan di coba di Jogloabang.