Fail Update High Sierra Mac OS

Atasi Update High Sierra Macbook Gagal

apt

APT di terminal Ubuntu

idul fitri 2017

Menikmati liburan ke Jogja, Idul Fitri 2017

Setting Apache2, Module UserDir, dan PHP5 di Ubuntu 10.04, Blankon 7.0

Dikirim oleh guspur pada 12 Mei, 2012

Localhost atau webserver pribadi adalah suatu kebutuhan bagi kita untuk membuat rancangan web dengan php. di sini penulis membahas tentang pemasangan localhost di Ubuntu 10.04, Blankon 6.0 yang disertai dengan mod userdir. mod userdir berguna membuat direktori public_html di setiap akun user di Komputer kita sebagai contoh alamat url yang mamakai userdir adalah : http://localhost/~ppbm.

Untuk mengaktifkanya di apache kita beri perintah di terminal dengan sudo a2enmod userdir. Langkah 2 pemasangan web server: 1. Buka menu >> aksesoris >> termimal (catatan bahasa yang saya pilih di sistem saya adalah bahasa indonesia) ketik di terminal :
sudo apt-get install apache2 php5 libapache2-mod-php5 mysql-server phpmyadmin
2. Buat direktori public_html kita di $HOME user yang hendak memanfaatkan modul ini :
cd $HOME public_html
cd $HOME public_html
chmod -R 775 public_html
4. Kita buat file info.php di ~/public_html yang berguna untuk testing userdir kita yang isinya :
<? phpinfo();  ?>
5. Sunting file /etc/apache2/mods-available/php5.conf yang berisi kode :
<IfModule mod_userdir.c>
<Directory /home/*/public_html>
php_admin_value engine Off
</Directory>
</IfModule>
menjadi :
#<IfModule mod_userdir.c>
#<Directory /home/*/public_html>
#php_admin_value engine Off
#</Directory>
#</IfModule>
6. Kita jalan kan ulang service apachenya..:
sudo service apache2 force-reload
7. Test apakah udah jalan atau belum ketik url di bawah ini dengan browser kesayangan kita :

http://localhost/~namauseranda.

jika jalan maka anda telah sukses membuat localhost sekaligus dengan mod userdir. maaf jika ada kekuranganya mohon koreksinya. semoga bermanfaat.

Test Kasus Peringkat di Google

Dikirim oleh mbahsangkil pada 28&nbsp;Jun,&nbsp;2011

Mari sama-sama test kasus. Dahulu kala untuk menjadi peringkat 1 dengan kata kunci tertentu yang selalu menjadi faktor yang utama selalu dikatakan backlink yang banyak. Ada lagi pendapat yang mengatakan harus mengoptimalkan On Page SEO. Mari kita lihat sama-sama gambar di atas. Gambar di atas saya ambil menggunakan traffic travis, salah satu program keyword analysis yang terbaik. Untuk keterangan gambar diatas:

  • Keyword/ kata kunci =  semua sama
  • Rank = peringkat di SERP google
  • Website = alamat web
  • PR = Page rank home page/page
  • Age = umur web/blog/domain
  • BL= Backlink pada postingan
  • BLS = backlink keseluruhan dari web itu
  • TBL = backlink dari domain .gov dan .edu
  • DMOZ = terverifikasi di DMOZ
  • YAHD = terverifikasi di yahoo
  • Tittle = judul
  • Desc = deskripsi blog/web
  • H1 = Header 1 pada blog/web
  • GCA = kapan terakhir google crawling
  • CEXT = initial search

Coba perhatikan, peringkat 1, 2 dan 3. Kalo kita bicara jumlah backlink harusnya yang peringkat 3 itu menjadi peringkat 1 karena jumlah backlink baik on page maupun home page lebih banyak dari yang peringkat 1. Peringkat 2 kalah di BLS tapi menang di H1, dan DESC. Untuk backlink on page nya sendiri sama. Coba kita lihat lagi, secara Onpage SEO peringkat 1 tidak lebih baik dari peringkat 2 dan peringkat 3. Apakah ini ada hubungannya dengan Google panda yang baru updated ke versi 2.2?

mari berbagi analisa dan membahas ini bersama-sama. Silahkan tulis analisa teman2 di kolom komentar.

Salam,

Mbah sangkil

 

 

Memilih Plugin SEO untuk WordPress | Dasar-dasar Seo Pemula

Dikirim oleh mbahsangkil pada 15&nbsp;Apr,&nbsp;2011

Dari perbincangan saya dan suryaden tentang plugin SEO yang kami gunakan, ternyata kami berdua menggunakan plugin yang berbeda. Suryaden menggunakan Platinum SEO pack dan saya menggunakan All In One SEO pack. pada dasarnya kedua plugin tidak jauh berbeda, sama-sama menjadikan blog kita optimal pada search engine atau mesin pencari.

Untuk blogger pemula pengguna wordpress terkadang bingung untuk menentukan plugin SEO mana yang akan digunakan. Teman-teman blogger, pahami dulu dasar-dasar SEO, dalam hal ini onsite SEO. Onsite SEO berarti mengoptimalkan website atau blog kita supaya lebih bersahabat dengan mesin pencari atau search engine. Apa saja yang harus diperhatikan dalam melakukan Onsite SEO:

  1. Post titles and meta descriptions
  2. Permalink 
  3. XML Sitemaps
  4. canonical

Pada kedua plugin itu hal mendasar di atas sudah dipenuhi. AIO dan Platinum sama-sama support keduanya, tapi pada fungsi tambahan yang katanya para pakar (bukan kata saya) bisa menambah kuat SEO blog kita, kedua plugin itu berbeda. AIO seo pack tidak support nofollow dan noindex pada setiap postingan kita. Begitu pula fungsi automatic 301 redirects on permalink changes tidak disupport oleh AIO seo pack.

Jadi jangan bingung untuk memilih plugin SEO untuk blog berbasis wordpress, gunakan plugin yang menurut kita baik. AIO maupun platinum sama-sama baik, tapi kalo kita butuh sesuatu yang lebih, platinum lebih support beberapa fungsi. Saya sendiri menggunakan AIO dan tidak menggunakan platinum karena beberapa fungsi yang tidak dimiliki AIO sudah disediakan oleh template blog. 

SEO on thesis framework

kesimpulannya:

SEO onsite menggunakan plugin SEO pack ini bertujuan untuk menuntun robot pencari google menemukan tujuannya secara optimal. Mendeteksi kata kunci secara cepat ke dalam setiap postingan di blog kita. Semakin cepat robot ini menemukan tujuannya, semakin baik peringkat blog kita di search engine atau mesin pencari.

Berlangganan Tutorial